•••
Jaehyun berusaha menekan kecemasannya ketika melihat dokter bergantian keluar masuk ruangan taeyong. Ia tidak bodoh untuk mengartikan bahwa kondisi sahabatnya benar benar diambang bahaya.
Alpha muda itu menangkup wajahnya gusar. Tidak jauh berbeda dengan keadaan omega didalam sana, kondisi jaehyun pun juga sama kacaunya. Masih dengan hoodie bernoda darah, pemuda tersebut tidak mau pulang sekedar mengganti baju. Rela menunggu kabar sang pujaan hati yg sedang berjuang untuk nyawanya.
“Aku mohon tae, jangan menyerah demi dirimu, diriku...kau sudah janji membawaku ke sungai han bukan?? Kita akan naik perahu berdua..”
Bibir tipis alpha tak henti menggumamkan berbagai doa. Ia bahkan berjanji untuk taat beribadah jika taeyong diberi kesembuhan. Tidak ada yg bisa membuat jaehyun yg anti religius seketika menjadi anak tuhan kalau bukan untuk taeyong. Sudah ia katakan apapun demi omega yg jaehyun sayangi.
Tiba tiba alpha dibuat tersentak saat dokter mengatakan bahwa taeyong sudah sadar dan ingin bertemu dengannya. Jaehyun mengucap syukur didalam hati. Dengan langkah tergesa, pemuda bertubuh jangkung tersebut langsung menemui si omega yg ternyata benar sudah membuka mata.
Tangannya menggenggam jemari lentik taeyong. “Akhirnya kau sadar...aku mengkhawatirkanmu Tae.”
Yg diajak bicara tak langsung membalas ucapan jaehyun. Ia hanya memandang alpha yg tengah menggenggam tangannya dengan erat. Seakan takut kehilangannya.
“Jae–jaehyunn..” Alpha berdeham sebagai tanggapan. Keduanya menatap satu sama lain selama beberapa waktu, saling memberi sinaran penuh arti. Hingga taeyonglah yg pertama memutus kontak mata keduanya.
“Maaf...jaehyun.”
“Anniyo. Kau tidak salah, seharusnya aku yg minta maaf atas semua yg terjadi padamu.” Taeyong menggeleng seraya mengeluarkan tangisnya.
“Jangan..hiks..berbohong alpha. Akhuu..hikss minta maaf karena tidak mengatakannya dari awal...”
Jaehyun mengusap air mata dari pelupuk indah omega. Ia tidak menanggapi permintaan maaf taeyong. Meskipun sudah mendengar penjelasan dari dokter perihal keadaan omega tersebut, hatinya tetaplah sakit mengetahui kebenaran yg baru saja taeyong katakan. Perih diulu hati, dan jaehyun seoranglah yg merasakannya.
Hanya ia yg hancur disini. Karena jaehyun sendirilah yg memilih jalur patah hatinya. Sudah banyak bayangan akan masa depan ia dan juga taeyong didalamnya. Merencakan apa yg akan mereka lakukan setelah resmi menjadi sepasang mate. Bahkan jaehyun berancang ancang mengajak taeyong berlibur keluar negeri ketika perasaannya diterima omega itu. Betul, jaehyun menata dengan matang segala dalam hidupnya. Tetapi tetap saja, yg namanya takdir tidak dapat ditebak.
Alpha lee dengan cepat mengalihkan wajahnya ketika bulir bening itu akan terasa jatuh. Ia tidak boleh menangis, Alpha haruslah kuat. Hanya yg terlemah diijinkan menangis. Dan Jaehyun bukan alpha lemah.
“Aku keluar sebentar.”
Jaehyun bangkit dari duduknya, berjalan menuju pintu hendak menenangkan pikiran sejenak. Taeyong tidak boleh melihat sosok jaehyun yg seperti ini, karena setahu dirinya omega itu tidak menyukai seorang alpha lemah yg tak bisa menjaganya.
“Jaehyun...”
Yg dipanggil berbalik, memandang dengan kerutan bingung akan suara bergetar sahabatnya. “Ya?”
“Berjanjilah untukku Jae...”
“Berjanji merawatmu kan? Sudah kubilang aku akan merawatmu sampai sembuh...jangan khawatir.”
KAMU SEDANG MEMBACA
PEPROMENO [NAHYUCK VERS]
FantasyREMAKE DARI BOOK SAYA SEBELUMNYA!! Haechan harus dihadapkan pada situasi sulit ketika mengetahui sang mate ialah Adiknya sendiri. Memiliki hubungan yg buruk membuat salah satunya semakin tak ingin saling terikat. Benang takdir seolah memperumit sega...
![PEPROMENO [NAHYUCK VERS]](https://img.wattpad.com/cover/333067837-64-k307428.jpg)