Eighteen

18.7K 1.6K 79
                                        

•••

Keesokkan harinya haechan tiba tiba saja dihadang dua omega ketika baru memasuki kelas. Chenle beserta renjun langsung menarik tangannya menuju koridor kampus yg masih lumayan sepi.

“Cepat jelaskan pada kami! Bisa bisanya kau merahasiakan hal ini, haechan.” Kedua alis omega bertaut bingung.

“Apa yg mau ku jelaskan? Memangnya aku merahasiakan apa dari kalian?”

Renjun yg kesal tanpa aba aba langsung menempeleng kepala haechan membuat pemuda lee protes.

“Tentang hubunganmu dengan jaemin. Jangan menyangkal lagi jika tak mau ku bocorkan pada seluruh kampus bahwa kau adalah saudaranya jaemin!” Ancam chenle sebelum haechan sempat menyela ucapannya.

Alhasil omega yg sudah disudutkan sedemikian rupa mengurungkan niatnya untuk kembali beralasan. Mendapati kedua sahabatnya memandang penuh selidik membuat bulu kuduknya berdiri. Apa apaan dua omega itu bertingkah sok menyeramkan! Yg ada haechan geli tahu.

Pemuda huang mengetuk ngetuk sneakernya melihat haechan tak kunjung bersuara. “Memikirkan alasan lain, hm?”

“Tidak. Ish, kalian menyebalkan!”

“Itu nama tengahku.” Timpal chenle menambahkan.

Haechan mengatur nafas sebentar, kemudian menatap dua temannya serius. “Baiklah, kalian benar. Aku dan alpha tengik itu saudara. Jaemin lebih muda setahun dari kita."

Chenle menutup mulut sok kaget. “Daebakk!! Jadi benar ya?? Wahh..sulit dipercaya.”

“Ya memang benar! Terpaksa ku akui, sebenarnya malas sekali tahu.”

“Sepertinya kau tidak suka sekali dengan alpha itu. Kenapa?”

Haechan membuang muka dengan cepat. Ia tidak ingin menatap mata chenle yg selalu bisa membuatnya luluh. “Ya-tidak suka saja. Dia seratus kali lebih menyebalkan darimu, Le. Aku tidak suka.”

Mate dari alpha park langsung mencibir kesal.

Haechan menoleh pada renjun yg memasang ekspresi biasa saja seolah sudah mengetahui kebenarannya. Renjun yg ditatap merasa risih. “Wae-yo?!”

“Kok reaksimu biasa saja? Tidak terkejut sama seperti lele?”

Omega seharum gulali permen tersebut mengangkat bahunya acuh. “Untuk apa? Sudah tahu juga. Lagian reaksi temanmu barusan itu palsu, kenapa kau serius sekali.”

Haechsn beralih memandang chenle yg ternyata sedang tertawa mengejek kearahnya. “Sialan zhong!”

“Park. Park chenle.”

“Omong omong siapa yg memberi tahu kalian? Tidak mungkinkan kalian berdua mengikutiku seperti stalker hanya demi ini??”

Chenle sudah berhenti dari aksi tertawanya, omega berkulit pucat itu menepuk pundak haechan membuat sang empu menoleh. “Satpam rumahmu.”

“Pak yuta maksudmu?”

Chenle mengernyit, “Entah. Pokoknya dia yg menjaga gerbang, aku tak tahu siapa namanya.”

Haechan mengangguk saja.

“Perihal kabar yg tersebar...kami akan membantu mu untuk menjelaskan apa yg sebenarnya terjadi.” Renjun mengangguk membenarkan perkataan chenle.

“Jujur saja sebenarnya aku agak kesal dengan adikmu. Dia asal bicara mengakuimu sebagai omeganya didepan mahasiswa lain...Seharusnya alpha itu paham bahwa tidak semua penggemarnya menyukai aksi heroik yg ia lakukan. Bisa saja sebagian dari mereka menjadikanmu saingan gara gara ucapannya kemarin.” Pemuda zhong menghembuskan nafasnya berat.

PEPROMENO [NAHYUCK VERS]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang