Twelve

21.3K 2.2K 79
                                        

Yg baca sama kasi vote jomblang bgt di chapter awal awal
Gue sedih :((

Banyak yg sider gue bdmd antara lanjut atau udahan aja
•••

Setelah mengetahui siapa Alphanya, Heat yg beberapa hari lalu dilalui haechan berhenti begitu saja. Padahal keduanya tidak melakukan hal lebih intim selain ciuman, namun siklus heatnya sudah teratasi dengan cepat. Membuat haechan kebingungan sendiri.

Omega berkulit madu kini sedang berada di kampusnya, tepatnya fakultas seni. Kemahiran haechan dalam menggambar membuat jaehyun mau tidak mau memasukkan anak tertuanya ke fakultas tersebut. Meski ia ingin sekali haechan mengambil jurusan seperti jaemin. Teknik.

Jaehyun ingin si sulung mengambil fakultas yg sama dengan sang adik yg jelas jelas takkan pernah terealisasikan. Mereka berbeda. Dari segi apapun keduanya tidak bisa disamakan. Tidak bisakah jaehyun melihat perbedaan yg amat kontras dari kedua anaknya? Mengapa masih terus memaksa haechan untuk menjadi seperti jaemin.

Haechan juga tak mengerti, sebegitu tingginya harapan jaehyun pada jaemin. Sebahagia itu Papa hanya karena saudaranya berstatus Alpha dominan dalam keluarga. Hingga melupakan seseorang yg selalu mencoba memenuhi impiannya. Tidak peduli seberapa sulit usaha untuk dicapai, haechan hanya ingin membuat Papa dan Mama merasa beruntung memiliki anak seorang omega dengan caranya sendiri.

Haechan menghela nafas sesaat. Tidak ada yg bisa membolak balikkan suasana hatinya secara drastis kecuali perihal keluarga.

Hah, apa hidupku akan terus seperti ini? Hidup dalam kepalsuan. Bersikap seolah olah tidak ada yg terjadi-—

-—Cih, kehidupanku buruk sekali. Percuma punya segalanya tetapi miskin kasih sayang.” Keluh si manis mendengus tipis. Berjalan gontai menuju gerbang kampus.

Terik matahari semakin menyorot kepala haechan, membuat wajahnya memerah kepanasan. Akhir akhir ini cuaca memang tidak menentu. Kemarin mendung lalu sekarang sudah mendadak cerah sekali. Haechan juga lupa membawa payung antisipasi agar tidak kepanasan seperti ini.

Ting!

Notif ponsel berhasil menyita perhatian haechan dari acara mengipas wajahnya, jemari lentik bergerak mengecheck benda pipih tersebut.

Injunnie🦊

| Aku dengar ada caffe yg baru buka
| Ayo kesana (。・//ε//・。)

Boleh |
Injun bersama lele kah? |

| Iya, lele minta ditemani ke ruang
dopem
| Channie duluan saja ya, nanti ku kirim alamatnya (. ❛ ᴗ ❛.)

Haechan menutup ponselnya setelah renjun mengirim lokasi caffe yg akan mereka kunjungi. Tidak ada salahnya nongkrong nongkrong sebentar sebelum jadwal matkul mereka padat.

Kaki jenjang omega kecil berjalan dengan elok. Tidak mengindahkan tatapan tatapan yg ditujukan padanya, karena menurutnya tidak ada yg salah dari haechan. Ia juga mahasiswa disini, sama sama ingin menuntut ilmu lalu kenapa haechan harus takut pada orang orang yg memandang tak suka kepadanya?
.
.
.
.

Haechan memasuki caffe yg dikatakan renjun beberapa saat lalu. Maniknya memperhatikan dari sudut ke sudut suasana tempat itu, terasa nyaman. Tempat yg cocok untuk para mahasiswa seperti dirinya.

PEPROMENO [NAHYUCK VERS]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang