5 : Beautiful Time

2.9K 210 1
                                        


Jisung berakhir dengan menginap di kamar Jaemin bahkan Renjun pun memaksa untuk ikut menginap juga. Jisung sangat tersentuh dengan perhatian kedua kakaknya ini. Mereka bahkan orang asing tapi mereka memperlakukan Jisung dengan sangat baik.

"Aegi, bangun" Jisung merasakan sebuah tangan membelai kepalanya lembut.

Jisung membuka matanya, mengerjapkan matanya menyesuaikan dengan cahaya. Kepala Jisung sesungguhnya masih sedikit pusing, tapi dia benar-benar baik-baik saja.

"Apakah kamu akan pergi kerja?" Tanya Jaemin.

"Ya! Beristirahatlah dulu" Renjun menjawab.

"Aku baik-baik saja Hyung" Jawab Jisung.

"Benar, istirahatlah, bukankah kemarin Jeno memberimu hari libur?" 

"Bagaimana kalau kita pergi liburan?" Renjun mengusulkan ide.

"Bagus, kita pergi kemana?" tanya Jaemin.

Jisung hanya bengong, Hyungnya ini memang random dan susah di tebak.

"Bagaimana kalau pergi ke villa milikmu?" tanya Renjun.

"Oke" Jawab Jaemin singkat.

"Hyung punya villa?" Tanya Jisung.

Jaemin hanya mengangguk.

"Hyung, bolehkah aku mengajak Jeno Hyung?" tanya Jisung.

"Gimana?" Jaemin meminta persetujuan kepada Renjun.

"Aku oke sih" Jawab Renjun.

Jisung tersenyum sumringah. Tapi, bagaimana dia menghubungi Jeno?

Seolah bisa membaca apa yang dipikirkan Jisung, Jaemin beranjak dari meja makan mengambil mantelnya.

"Aku pergi dulu"

"Hyung, mau kemana?"

Tapi Jaemin tidak menjawab dan berpamitan.

"Renjun, pastikan dia makan dengan baik" Renjun Hanya mengangguk.ejempu

~~~~~

Jisung terpana menatap villa di depannya, villanya sangat bagus, suasananya juga bagus, jauh dari keramaian, dekat dengan pantai. Dia bahkan tidak pernah bermimpi bisa ada di tempat seperti ini.

"Aku baru tahu Jaemin Hyung sangat kaya" gerutu Jisung sambil terus menatap villa di depannya.

Jaemi, Jeno dan Renjun hanya tersenyum. Ternyata tadi Jaemin menjemput Jeno ke kedai dan dengan sedikit paksaan Jeno akhinya ikut. Dan disinilah mereka.

"Hyuuuung, apa yang akan kita lakukan?" 

"Apa kita harus berenang dulu? disana ada kolam atau kita harus bermain ke pantai? Hyuuung ayo, kenapa diam saja?" Jisung merengek seperti anak kecil kepada Jaemin.

"Ya ampun aku baru mendengar kamu berisik seperti ini"

"Kita akan makan dulu" Ucap Renjun.

"Tapi tadi pagi kita sudah makan Hyung" jawab Jisung.

"Itu kan tadi pagi Jisungie, sekarang sudah siang. lihat Jeno sedang menyiapkan makan" Jawab Renjun.

Jaemin dan Jeno hanya terkekeh melihat tingkat Jisung, dia terlihat sangat bahagia sehingga sedikit tidak sabar, Jaemin sedikit berkaca-kaca menatap Jisung, Jisung mungkin tidak pernah berlibur dan bermain bersama keluarganya, hari-hari yang dia lalui pasti sangat berat. Dan siapa sangka Jeno, cowok dingin itu ternyata berhati hangat, tadinya Jaemin enggan mengajak Jeno tapi itu tidak buruk, mereka memiliki beberapa kecocokan.

"Hyuuuung, lempar kesini bolanya" Jisung asik bermain air bersama Jeno.

Sementara Renjun dan Jaemin enggan basah-basahan dan hanya menonton mereka dari pinggir kolam.

"Jisung jangan terlalu lama, kamu bisa sakit" Ucap Renjun.

"Ya ampun Hyung kamu sudah mengatakannya seratus kali" Jawab Jisung.

"Aku baru pertama melihat anak itu tersenyum seperti itu" 

"Aku juga" Jawab Jaemin.

"Kamu ingat pertama kita bertemu dengannya?" Tanya Renjun.

Jaemin mengangguk. Pertama dia bertemu dengan Jisung, dia seperti orang yang akan menyerah pada hidupnya, sorot matanya tidak memancarkan semangat hidup, luka ditubuhnya seperti menembus jauh ke hatinya, dia benar-benar hancur.

Jaemin bersyukur Jisung bisa tersenyum seperti sekarang, meskipun dia orang asing, tapi Jaemin akan menganggapnya saudara, Jaemin dan Renjun adalah anak tunggal bagus bagi mereka memiliki adik seperti Jisung, dan siapa yang tahu ternyata Jisung bisa menjadi sangat cerewet seperti sekarang, awal mereka bertemu dengan Jisung, dia tampat pemalu dan tertutup.

"Wah, aku senang sekali" Ucap Jisung.

"Benarkah?" Tanya Jeno.

Jisung mengangguk ceria. 

"Hyung, terimakasih ya sudah menemaniku bermain"

"Aigoo, tentu saja" Jeno mengacak rambut Jisung.

"Hyung, apakah nanti sore kita akan ke pantai?" 

"Kamu mau ke pantai?" Tanya Jaemin.

Jisung mengangguk dengan semangat, Jaemin tersenyum.

"baiklah, apapun yang kamu inginkan"

"Assssa!! Terimakasih Hyung, Hyung terbaik" 

Mereka berakhir dengan menonton film sambil memakan cemilan. Tanpa sadar Jisung tertidur. Renjun melihat itu sangat gemas, akhirnya dia mengambil fotonya bersama Jisung.

 Renjun melihat itu sangat gemas, akhirnya dia mengambil fotonya bersama Jisung

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Ah, kiyowo" Renjun tersenyum melihat foto yang dia ambil.

Jisung benar-benar lucu dan polos, kenapa anak seperti ini harus melalui hidup yang berat? 

Dia layak semua kebahagiaan yang ada di dunia ini, meskipun awalnya dia sangat pemalu dan cenderung tertutup tapi lihatlah, senyumnya sangat berharga, dia adik yang lucu dan penurut, Jisung benar-benar anak yang baik.

Sore harinya, seperti yang telah dijanjikan oleh Jaemin mereka berempat pergi ke pantai.

"Jisung pakai ini, nanti diluar dingin" Renjun memakaikan pakaian hangat dan syal.

"Hyung kita kan ke pantai, bukankah harusnya tidak memakai pakaian seperti ini?"

"Tapi cuaca sudah mulai dingin Jisung, kamu bisa sakit"

Jisung cemberut tapi akhirnya menurut. Renjun bisa lebih cerewet daripada Jaemin.

mereka duduk di tepi pantai, hanya duduk tidak melakukan apapun, memandang matahari terbenam. Indah.

"Hyung, aku benar-benar berterimakasih" Ucap Jisung.

"Aku bahagia, rasanya meskipun aku harus mati sekarang aku tidak akan menyesal"

"Yak! Kenapa harus membicarakan kematian?" Ucap Renjun.

"Aku hanya...bahagia, benar-benar bahagia"

Mereka pun kembali menatap matahari yang semakin tenggelam, seolah olah dimakan oleh samudra.



TBC.

Dear Dream | Park JisungCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang