Karena terlalu lelah Jisung tidur di kamar Jaemin. Renjun pun menginap di kamar Jaemin dengan alasan ingin terus bersama Jisung, sementar Jeno sudah pulang kembali ke rumahnya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Mereka tidur bersama dalam satu ranjang, Jisung tampak tidur dengan nyenyak, dia belum pernah merasakan tidur terlelap seperti ini.
"Lihatlah, wajahnya saat tertidur sangat polos" ucap Jaemin.
"Iya, dia terlihat seperti bayi" Renjun ikut mentapa Jisung yang tengah tertidur.
"Entah kenapa, ketika aku pertama kali melihatnya, aku bisa langsung menyayanginya" ucap Jaemin.
"Dia memang anak yang baik dan menggemaskan"
"Dan sangat berisik" Jaemin terkekeh.
"Siapa yang berani menyakitinya seperti ini, aku benar-benar tidak tega ketika melihatnya pertama kali, luka di badannya, air matanya" pandangan Renjun meredup, dia membelai rambut Jisung penuh kasih sayang.
"Sudahlah, yang penting jangan kita biarkan air mata itu menetes lagi, kita harus membuat dia bahagia" Ucap Jaemin. Renjun mengangguk setuju.
Pagi yang cerah.
Jaemin membelai kepala Jisung dan membangunkannya.
"Sudah pagi, bangunlah, kita sarapan, kamu juga harus ke sekolah kan?" Tanya Jaemin.
Jisung hanya mengangguk lucu. Kemudian mencuci mukanya dan berjalan menuju meja makan.
"Waaah, Hyung!! Makanannya terlihat sangat enak" Mata Jisung berbinar melihat makanan di depannya.
"makanlah yang banyak" Ujar Renjun.
Jisung kemudian mulai memakan makanan yang disiapkan Jaemin.
"Hyuuuuuuung" Jisung memanggil Jaemin lucu.
"Wae?"
"Ini benar-benar enak, wah rasanya aku mau mati saking enaknya"
Jaemin dan Renjun hanya terkekeh melihat tingkah Jisung.
"Aegi, lap mulutmu" Jaemin melihat noda makanan di wajah Jisung, menjadi penurut Jisung pun mengelah mulutnya.
Setelah selesai makan Jisung berpamitan ke kamarnya untuk bersiap-siap ke sekolah.
"Hyuuung, aku berangkat, sudah terlambat" Jisung berteriak dari luar kamarnya sambil berlari.
"Yak! Jangan berlari nanti kamu terjatuh" Teriak Jaemin. Jisung hanya tersenyum kemudia pergi ke sekolah.