8 : Uluran Tangan

2.6K 224 10
                                        

Jisung melangkahkan kakinya menuju halte bus, sebenarnya dia tidak dalam kondisi yang baik untuk berangkat ke sekolah, tapi dia juga tidak bisa berada di kamarnya karena Jaemin dan Renjun pasti akan curiga.

Bus yang ditunggu Jisung akhirnya datang, seperti biasa dia memilih kursi paling belakang, menatap jalan dan melamun, itu yang dilakukannya sepanjang perjalanan.

Sesampainya di sekolah, Jisung menatap gerbang sekolahnya, dia berpikir, haruskah dia masuk? ataukah akan lebih baik kalau dia membolos saja hari ini?

Tiba-tiba Jisung merasa ada yang menarik tangannya, ketika dia menoleh dia melihat kalau yang menarik tangannya adalah Hyunjin, Jisung membelalakan matanya, dia kaget sekaligus takut.

BRUKK.

Hyunjin mendorong tubuh Jisung sampai dia tersungkur, tanpa basa basi Hyunjin langsung menendang dan memukul Jisung tanpa ampun seperti orang kesetanan.

BUGH.

BUGH.

Dengan kondisi Jisung sebelumnya dia tidak memiliki kekuatan untuk melawan, dia hanya pasrah, merasakan sakit yang luar biasa, sepertunya rusuknya patah, Jisung hanya meringis. 

Apakah akhirnya aku akan mati?

Matanya perlahan terpejam, Jisung sudah tak mampu mempertahankan kesadarannya.

~~~~

Kriiiing.

Jeno mengangkat telpon yang berdering, aneh sekali padahal kedai belum buka, kenapa ada yang menelpon jam segini.

"Hallo, dengan Kedai Ramen Jung" Sapa Jeno.

"Hallo, apakah ini dengan keluarga Park Jisung?"

terdengar suara dari sebrang telpon, Jeno mengernyitkan keningnya kebingungan.

"Em, iya" Jawabnya.

"Syukurlah, kami sempat kebingungan karena pasien tidak memiliki handphone" 

"Tunggu, pasien?" Kata Jeno.

"Iya, Park Jisung ada di rumah sakit, dia harus segera melakukan operasi, bisakah anda datang untuk menandatangani berkas-berkas persetujuan?"

"MWO?? OPERASI? APA YANG TERJADI?" Jeno setengah berteriak karena kaget.

"Sebaiknya anda segera ke Rumah Sakit kami akan menjelaskannya"

"Baiklah" Jeno segera menutup telponnya dan bergegas pergi ke Rumah Sakit.

Sesampainya di Rumah Sakit, Jeno segera pergi ke UGD, dia melihat Jisung terbaring di salah satu ranjang rumah sakit tidak sadarkan diri.

"JISUNG" Jeno berlari menghampiri Jisung.

"Apa yang terjadi?" Jeno bertanya ke salah satu dokter yang ada disana.

"Seseorang menemukannya sudah tak sadarkan diri di sebuah gang, nampaknya dia dipukuli, melihat dari luka-lukanya sepertinya ini bukan pertama kali terjadi, dan sekarang kita harus melakukan operasi karena tulang rusuknya patah"

Jeno mencerna apa yang di katakan dokter, meskipun dia tidak mengerti tapi dia hanya mengangguk tanda setuju.

"Kami menemukan nomor anda dari buku catatan Jisung, makanya kita menguhubungi anda"

"Baiklah, saya akan menyetujui operasinya, tolong lakukan yang terbaik untuk menyelamatkan adik saya" Ucap Jeno.

Dokter pun mengangguk dan membawa Jisung ke ruang operasi.

Jeno menunggu di depan ruang operasi, banyak pertanyaan yang berkelebat di pikirannya.

Jisung dipukuli?

Dear Dream | Park JisungCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang