Andy apa kamu baik-baik saja?
Jisung terpaku, dia takut ini hanya mimpi.
"Mark Hyung?" Lirih Jisung.
"Iya, ini aku"
Jisung memeluk Mark, dia menangis sangat keras.
"Hyung kemana saja?" Ucapnya disela-sela tangisan.
"Kenapa Hyung meninggalkanku?"
"Kenapa Hyung meninggalkanku sendiri?"
"Aku sendirian" Jisung benar-benar tidak bisa menahan tangisnya.
"Mian, Mianhae Andy"
Sementara itu Jaemin dan Renjun hanya mematung, Jaemin tidak mengerti dengan keadaan yang dia saksikan, sementara Renjun sedikit mengerti karena Jisung pernah menceritakan Mark ketika mereka berbicara malam itu di rooftop.
~~~
Jisung dan Mark kini sedang berada di sebuah cafe di sebrang Rumah Sakit tentu saja seizin Jaemin, sementara Jaemin dan Renjun menunggu di mobil, mereka memberikan ruang kepada Mark dan Jisung.
"Andy" panggil Mark.
"Hyung, panggil saja Jisung, aku menjadi tidak terbiasa dengan panggilan Andy" jawab Jisung.
"Ah, baiklah" jawab Mark.
"Kamu kenapa? apa yang terjadi?kamu sakit?" Mark membanjiri Jisung dengan pertanyaan, wajahnya sangat khawatir.
Jisung terkekeh. Mark tidak berubah, dia masih tetap sama.
"Hanya kecelakaan kecil Hyung, aku baik-baik saja" Jisung tersenyum.
"Hyung tidak menyangka kamu di rawat di Rumah Sakit itu" Mark menunduk, wajahnya tampak sedih.
"Hyung sudah dua tahun mencarimu"
Jisung tersenyum.
"Tapi akhirnya kita bertemu Hyung"
"Tunggu, apakah Hyung seorang dokter?" Tanya Jisung.
Mark mengangguk.
"Wah, sudah kuduga, Hyung memang pintar dari kecil" Jisung tersenyum cerah.
Mark terkekeh.
"Aku bahagia, karena sepertinya Hyung hidup dengan baik" Jisung menatap Mark, matanya sedikit bekaca-kaca.
"Iya, setelah kejadian itu ada relawan yang mengadopsiku, mereka keluarga yang baik, aku kemudian pindah ke Kanada dan baru kembali dua tahun yang lalu, dan sebulan yang lalu aku bekerja di Rumah Sakit ini" Jawab Mark.
Jisung mengangguk menanggapi ucapan Mark.
"Bagaimana denganmu?"
"Eh?" Jisung bengong.
"Ah, aku menjalani hidup dengan baik juga" Jawab Jisung kaku.
"Ya, kehidupan sekolahku tidak terlalu baik" Jisung terkekeh.
Mark memberikan tatapan bingung.
"H-hyung tahu? aku tidak sepintar itu, aku selalu kesulitan dengan tugas-tugas sekolah?" Jisung terkekeh.
Mark tertawa kemudian mengacak rambut Jisung.
"Jadi kamu tinggal dimana?" Tanya Mark.
"Aku mengontrak sebuah kamar Hyung"
"Maksudmu? Dimana orang tuamu?" Tanya Mark.
Jisung lupa, dia keceplosan.
"Ah, kedua orang tuaku meninggal tiga bulan yang lalu karena kecelakaan" Jisung berbohong.
KAMU SEDANG MEMBACA
Dear Dream | Park Jisung
FanfictionApakah aku bahkan boleh memimpikan masa depan yang indah? Aku ingin mati saja.
