Kazuha melihat Scara yang tidak sadarkan diri. Ia berniat untuk menolongnya tanpa ketahuan oleh para Treasure Hoarder. Kazuha diam-diam mendekat sambil bersembunyi di balik semak-semak.
Sesampainya di tempat Scara diletakkan tadi, Kazuha langsung merangkul dan menggendong Scara di punggungnya. Namun beberapa saat kemudian, aksi Kazuha ketahuan!
Treasure Hoarder: "APA YANG KAU LAKUKAN DENGANNYA?!!!"
Kazuha segera melangkah cepat meninggalkan kemah Treasure Hoarder tersebut. Ia tahu betul tidak mungkin bertarung melawan mereka sembari melindungi Scara yang sedang pingsan, karena hal itu hanya akan membahayakan keselamatan Scara.
.
.
Kazuha kini berhasil kabur dari kejaran para Treasure Hoarder. Kini ia tengah mencari tempat yang aman untuk membaringkan Scara yang masih belum sadarkan diri.
Akhirnya, Kazuha membawa Scara ke sebuah gubuk tua tempat di mana dulu ia dan "sahabatnya" pernah menghabiskan hari-hari bersama.
Kazuha: (Perlahan meletakkan Scara di tempat tidur)
Setelah membaringkan Scara di atas pembaringan, Kazuha menyadari bahwa raut wajah pemuda itu tampak memucat. Kazuha mencoba meletakkan telapak tangannya di dahi Scara, dan tebakannya benar Scara mengalami demam tinggi.
Kazuha kemudian bangkit berdiri dan pergi keluar, meninggalkan Scara sendirian sejenak di dalam gubuk tersebut.
.
.
Waktu sudah menunjukkan pukul 22.26. Kazuha telah kembali, tetapi Scara masih belum sadarkan diri. Kazuha berinisiatif untuk memasak beberapa makanan sederhana yang nantinya bisa dimakan bersama.
Kazuha kembali mendekati pembaringan Scara dan melihat rona wajah Scara yang belum kembali normal. Kazuha merobek sedikit kain pakaiannya, mencelupkannya ke dalam air bersih di dekat sana, lalu meletakkannya dengan lembut di dahi Scara sebagai kompres.
Kazuha: "....."
Kazuha memandangi paras wajah Scara yang sedang terlelap cukup lama. Setelah puas melihat wajah Scara yang tertidur tenang, Kazuha beranjak dari tempat duduknya.
.
.
Beberapa saat kemudian, Scara perlahan membuka matanya.
Scara: (Ini di mana...?)
Scara menyapu pandangan ke sekeliling meskipun penglihatannya masih mengabur. Walaupun kesulitan melihat sekitar, Scara bisa merasakan bahwa ia tidak sendirian di tempat itu. Instingnya seketika bangkit ia langsung memasang mode menyerang ketika merasakan ada seseorang yang melangkah mendekat ke arahnya.
Scara: (Sial!!)
Kazuha: "Kamu sudah sadar?"
Scara yang sedang panik tidak sempat mengenali suara itu. Ia refleks memasang kuda-kuda menyerang, lalu melompat ke arah Kazuha. Kazuha yang terkejut refleks menghindar, hingga membuat mangkuk sup hangat yang dibawanya tumpah dari genggaman.
Kazuha: "Ada apa tiba-tiba?!"
Kazuha yang kebingungan melihat Scara menyerangnya lantas mencoba menahan gerakan pemuda itu.
Scara: "Siapa kau?!"
Kazuha: "Ini aku, Kazuha!"
Scara: "Kazuha...?"
Kazuha: "Iya."
Scara menghela nafas sejenak. Ia benar-
benar tidak menduga kalau orang itu adalah Kazuha, hingga membuatnya terdiam kaku. Ketika sadar dari lamunannya, Scara teringat akan apa yang baru saja ia lakukan kepada Kazuha.
Scara: "M-maafkan aku!!!"
Kazuha: "Tidak apa-apa, Scara-san. Sepertinya ini karena kesalahanku yang mengejutkanmu."
Scara: "Tidak!! Seharusnya aku yang salah karena menyerangmu tiba-tiba!"
Mereka berdua sempat berdebat mengenai siapa yang bersalah di antara keduanya, sampai akhirnya pandangan Scara terhenti pada kulit tangan Kazuha yang memerah.
Scara: "Tanganmu...!"
Kazuha: "Oh."
Scara: "Kemarikan tanganmu!"
Scara meminta Kazuha untuk memperlihatkan tangannya. Kazuha hanya menurut dan mengulurkan tangannya kepada Scara. Scara melihat perban yang melilit tangan kanan Kazuha tampak basah akibat sup yang tumpah tadi.
Scara: "Apakah itu menyakitkan...?"
Kazuha: "....."
Scara: "Kemari, aku akan mengobatimu"
Kazuha duduk perlahan, lalu Scara membuka perban yang membungkus tangan kanan Kazuha. Namun setelah perban terlepas, Scara seketika terkejut melihat kulit tangan kanan Kazuha yang tampak seperti bekas luka bakar yang parah.
Scara: "!?!"
Scara seketika panik karena mengira tangan Kazuha menjadi terluka seperti itu gara-gara dirinya yang menyenggol mangkuk sup tadi. Kazuha yang melihat kepanikan Scara dengan lembut menjelaskan bahwa itu sama sekali bukan salah Scara.
Kazuha pun mulai menceritakan bagaimana awal mulanya tangan kanannya bisa memiliki luka bakar tersebut, dan Scara mendengarkannya dengan sangat saksama.
Bersambung~
KAMU SEDANG MEMBACA
Sorrow Deeper Than Death [END]
FanfictionKematian Tomo menyisakan luka yang teramat dalam bagi Kaedehara Kazuha. Penyesalan demi penyesalan terus membayanginya, meratapi setiap kata yang pernah terucap sebelum sahabat sekaligus cinta pertamanya itu gugur di bawah tebasan Musou no Hitotachi...
![Sorrow Deeper Than Death [END]](https://img.wattpad.com/cover/329145922-64-k24211.jpg)