Mimpi Buruk Rumah Tua

502 56 0
                                        

Kazuha: "Ada apa, Kuni-san?"

​Kuni: "Lupakan aku."

​Kazuha terdiam sejenak. Kuni baru saja mencoba untuk mencampakkannya.

​Kazuha: "A-apa maksudmu, Kuni-san?"

​Kuni: "Lupakan aku."

​Kazuha: "TIDAK MAU!"

​Kuni: "....."

​Kazuha: "Kenapa, Kuni-san? Apa aku pernah menyinggungmu? Katakan padaku apa pun itu, akan kulakukan semuanya. Tolong jangan buang aku!"

​Kuni: "....."

​Kuni perlahan-lahan menjauh. Kazuha panik dan segera berlari mendekati Kuni, tetapi yang terjadi adalah jarak di antara mereka berdua justru semakin jauh. Kazuha masih berlari sekuat tenaga dan berteriak.

​Kazuha: "KUNI-SAN!!!"

​.
.

​Heizou: "Kazuha!"

​Kazuha: "Hah... hah... Hei-zou?"

​Heizou: "Ada apa denganmu? Aku berusaha membangunkanmu."

​Kazuha: "Kuni-san! Di mana Kuni-san?!"

​Heizou: "Kuni-san? Siapa itu?"

​Kazuha: (Menarik napas)

​Heizou: "Hah... sepertinya kamu bermimpi."

​Kazuha: "Benarkah?"

​Kazuha masih tidak percaya. Kuni berusaha meninggalkannya. Hati kecil Kazuha merasa tidak rela dengan hal itu dan berlari ke tempat ia bertemu dengan Kuni dulu.

​Heizou: "HEI!!! KAMU MAU KE MANA?!"

​.
.

​Kazuha berlari sekuat tenaga ke gubuk yang dulu ia dan Kuni tempati. Walaupun sekarang gubuk tersebut sudah runtuh, Kazuha masih merasakan kenangan yang ia lalui bersama Kuni tiga tahun lalu.

​Kazuha: "KUNI-SAN!!!"

​Kazuha terus-menerus meneriaki nama Kuni tanpa kenal lelah. Kini Kazuha sudah di ambang batasnya; suaranya perlahan menjadi serak dan tenggorokannya sakit karena berteriak tadi.

​Kazuha: "Ha— ahk!"

​Kazuha memegangi tenggorokannya dan berusaha mengeluarkan suara, tetapi tidak ada satu pun suara yang keluar dari sana. Kazuha akhirnya berhenti dan beristirahat sejenak.

​Kazuha: (Akh...)

​Kazuha menjerit di dalam hatinya. Kenapa di saat seperti ini selalu saja ada sesuatu yang menghambatnya.

​Kazuha: "Kuni-san..."

​Kazuha terus-menerus memanggil nama Kuni. Jauh di lubuk hatinya yang paling dalam, ia ingin sekali bertemu dengan Kuni.

​Tak berapa lama kemudian, beberapa orang berjalan melewati tempat Kazuha. Kazuha hanya bisa bersembunyi karena ia tidak bisa dengan gegabah menampakkan diri.

​Atsuko: "Hei, apa yang kau lakukan di sana?"

​Daisuke: "Mencari boneka."

​Atsuko: "Mana ada boneka di gubuk itu?"

​Daisuke: "Aku dengar dulu ada orang yang tinggal di sini. Dia selalu membawa boneka ke mana-mana."

​Atsuko: "Ooh, jadi dari mana kamu dengar cerita itu?"

​Daisuke: "Dari Nenek. Nenek bilang dulu ada orang memakai kimono putih dengan sedikit warna ungu di beberapa bagian."

​Kazuha: "....."

​Atsuko: "Jadi ke mana orang itu?"

​Daisuke: "Tidak tahu."

​Atsuko: "Sudah, ayo kita pulang. Orang tuamu mencemaskanmu."

​Daisuke: "Tapi—"

​Belum menyelesaikan kalimatnya, Atsuko menarik tangan Daisuke dan menjauh dari gubuk. Kazuha perlahan keluar dari tempat persembunyian dan berusaha mencerna kembali apa yang didengarnya barusan.

​Kazuha: "....."

​Tak berapa lama kemudian, Heizou datang dengan napas terengah-engah.

​Heizou: "K-kazuha, jangan tiba-tiba berlari dong! Hah..."

​Kazuha: "Apa kau tahu tentang rumor di dekat sini?"

​Heizou: "Oi, oi! Ada apa dengan suaramu?"

​Kazuha: "Jangan pedulikan itu."

​Kazuha tanpa ba-bi-bu menanyakan kepada Heizou perihal yang ia dengar sebelumnya.

​Heizou: "Rumor? Ooh, maksudmu rumor kalau ada orang yang tinggal di gubuk runtuh ini?"

​Kazuha: "Ceritakan padaku semuanya!"

​Heizou: "Ada apa denganmu tiba-tiba?"

​Kazuha: "Jangan pedulikan itu dan cepat katakan sekarang mengenai rumor itu!"

​Heizou kebingungan dengan tingkah Kazuha yang sekarang seperti orang yang sedang dikejar sesuatu. Ia menceritakan tentang rumor tersebut, dan beberapa saat kemudian Kazuha kembali bangkit dan berlari kembali entah ke mana Heizou pun tidak tahu.

​Kazuha: "Terima kasih, Heizou!"



Bersambung~

Sorrow Deeper Than Death [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang