Pengakuan Cinta Terakhir

706 52 9
                                        

Kazuha menangkis serangan Scara. Dilihat sekilas, Kazuha seolah sedang melindungi sang Archon dari serangan Scara. Namun sesaat kemudian, Kazuha sudah tidak kuat lagi menahan seluruh beban serangan yang telah ia terima dari sang Archon, ditambah kekuatan serangan Scara yang terlalu berat untuk ia tahan.

​Kazuha tetap bersikeras untuk menghentikan serangan yang dilancarkan Scara. Tetapi pada akhirnya, pedangnya tidak sanggup lagi menahan beban serangan itu. Pedang Kazuha patah, dan serangan Scara telak mengenai tubuhnya.

​Kazuha: "Ukh- !!"

​Scara mendadak tersadar setelah mendengar suara Kazuha yang merintih menahan rasa sakit. Ia membeku melihat Kazuha tergeletak bersimbah darah. Ternyata, tindakan nekatnya justru menyakiti orang yang amat dicintainya.

​Scara menjatuhkan senjatanya, menghentikan seluruh serangan tanpa peduli apa pun lagi, lalu berlari menghampiri Kazuha.

​Scara: "KAZUHA!!!"

​Scara terduduk di depan tubuh Kazuha. Ia meletakkan tubuh Kazuha ke pangkuannya dengan raut wajah yang dipenuhi penyesalan mendalam.

​Scara: "K-Kazuha... kumohon jangan seperti ini!"

​Scara diselimuti rasa cemas dan bersalah yang amat sangat. Ia telah melukai Kazuha dengan kedua tangannya sendiri. Scara gemetaran melihat kondisi Kazuha yang terkulai di pangkuannya.

​Kazuha: "Sudah tenang...?"

​Scara terdiam kaku. Hal pertama yang ia dengar dari mulut Kazuha bukanlah makian yang menyakiti hatinya, melainkan pertanyaan lembut tentang apakah dirinya sudah tenang atau belum.

​Scara: "APA KAU BODOH, HAH?! KENAPA KAU MENGHALANGIKU?!"

​Scara berteriak. Ia meluapkan seluruh unek-unek yang selama ini dipendamnya kepada Kazuha, sementara Kazuha hanya menerima setiap ucapan yang Scara lontarkan.

​Kazuha: "Ma... afkan aku..."

​Scara: "....."

​Scara hanya terdiam. Ia tidak tahu lagi harus berbuat apa. Yang bisa ia lakukan sekarang hanyalah membuang seluruh harga dirinya dan memohon kepada sang Archon untuk menyelamatkan nyawa Kazuha.

​Scara: "...Tolong. Tolong selamatkan Kazuha..."

​Sang Archon hanya menatap Scara dalam diam, sebelum Miko akhirnya bersuara.

​Miko: "Apa yang akan kamu lakukan sekarang? Menyelamatkan Kaedehara boy, atau mengabaikannya?"

​.
.

​Kazuha: "Aku baik-baik saja, Scara-san... Selain itu, ada yang ingin aku katakan padamu."

​Scara: "Jangan! Tolong jangan buang tenagamu! Aku akan menyelamatkanmu. Maafkan aku... tolong bertahanlah!"

​Kazuha hanya tersenyum lembut meskipun darah terus keluar dari mulutnya. Kazuha berusaha berbicara senormal mungkin karena ia tidak ingin rasa sakitnya disadari oleh Scara.

​Kazuha: "Maafkan aku... karena selama ini hanya menjadikanmu sebagai tempat pelarianku setelah Tomo meninggal..."

​Scara: "Tidak- tolong jangan bicara dulu! Simpan tenagamu dan nanti aku akan mendengarkan semuanya!"

​Scara sudah tidak fokus lagi dengan apa yang dikatakan oleh Kazuha. Yang ada di pikirannya saat ini hanyalah keselamatan Kazuha.

​Scara: "Maaf... maafkan aku. Aku akan mendengarkan semua keluhanmu selama ini, jadi tolong..."

​Mata Scara berkaca-kaca. Suaranya gemetaran, begitu pula kedua tangannya yang menekan dada Kazuha demi menghentikan pendarahan.

​Scara: "Kenapa tidak mau berhenti?!"

​Kazuha: "....."

​Scara: "Sial!"

​Scara terus berusaha menghentikan pendarahan di dada Kazuha dengan tangannya. Namun setiap kali Scara menekannya, darah tetap mengalir dan perlahan bertambah semakin banyak.

​Kazuha: "Berhenti... Scara-san..."

​Scara: "Tidak! Kenapa semuanya tidak berjalan sesuai yang kuinginkan?!"

​Kazuha: "Tenanglah, Scara-san..."

​Kazuha berusaha berbicara selancar mungkin. Ia mengangkat tangannya yang gemetar dan meletakkannya di pipi Scara.

​Kazuha: "Ah... pipimu jadi terkena darah..."

​Scara: "Aku tidak peduli! Sekarang ayo kita pergi mengobatimu!"

​Miko: "Sepertinya sudah terlambat, Kunikuzushi."

​Scara terdiam seketika, lalu menatap kembali wajah Kazuha. Kazuha kemudian mengumpulkan sisa kekuatan terakhirnya untuk mengucapkan kata-kata itu kepada Scara sebelum akhirnya kehilangan kesadaran.

​.
.

​Kazuha: "Aku mencintaimu..."



Bersambung ~

Sorrow Deeper Than Death [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang