Pengakuan Scara

576 65 5
                                        

Scara tetap menahan tangisnya agar tidak terdengar oleh Kazuha, meskipun ia sudah berdiri cukup jauh dari gubuk itu.

​Setelah beberapa menit berlalu, Scara merasa hatinya sudah sedikit lebih tenang, lalu melangkah kembali ke dalam. Di sana, ia masih melihat Kazuha yang tertidur dengan sangat nyenyak.

​.
.

​Pagi telah tiba...

​Matahari menampakkan dirinya. Sinarnya menerobos di antara sela-sela gubuk dan mendarat hangat di wajah Kazuha. Kazuha pun terbangun dari tidurnya.

​Kazuha: "Hoam~ Selamat pagi, Scara-san."

​Kazuha mengucapkan selamat pagi kepada Scara, tetapi sang pemilik nama masih tampak terlelap di tempat tidur. Kazuha perlahan beranjak dari posisinya dengan hati-hati agar tidak membangunkan Scara, kemudian pergi ke dapur untuk menyiapkan makanan mereka nanti.

​Beberapa saat kemudian, Scara terbangun. Ia mendapati dirinya sendirian di ruangan tersebut. Perlahan Scara beranjak turun dari tempat tidurnya untuk memastikan keadaan di luar ruangan.

​.
.

​Kazuha: "A—kamu sudah bangun, Scara-san."

​Scara melihat Kazuha di dapur sedang sibuk memasak sesuatu. Scara berjalan mendekat ke arah tempat duduk tempat ia bisa menyandarkan tubuhnya.

​Kazuha: "Selamat pagi."

​Scara: "P-pagi."

​Kazuha yang telah selesai berkutat dengan masakannya kemudian meletakkan makanan itu di depan Scara, menyuruhnya makan karena kemarin Scara belum sempat makan.

​Scara: "Kenapa kau baik padaku?"

​Kazuha mendengarkan pertanyaan Scara lantas menjadi bingung. Ia tidak tahu kenapa Scara menanyakan hal seperti itu kepadanya.

​Kazuha: "Hm~ Kalau ditanya 'kenapa', mungkin karena aku sedikit menyukaimu."

​Kazuha mengatakan hal itu dengan senyuman hangat di wajahnya yang terasa menenangkan hati tapi tidak bagi Scara. Senyuman itu terasa bagaikan petir yang menghantam dadanya.

​Scara: (Tersenyum pahit)

​.
.

*​Kazuha POV*

​Kazuha: (Kenapa Scara-san memperlihatkan raut wajah seperti itu...?)

​Aku yang kini sedang menyaksikan Scara makan tengah bergelut dengan pikiranku sendiri. Aku tidak tahu apa yang sedang terjadi, tetapi sesuatu di dalam diriku perlahan mulai berubah.

​Kazuha: "Apakah itu enak?"

​Aku menanyakan beberapa pertanyaan, tetapi Scara hanya menanggapi seadanya. Aku merasa ada yang salah pada diri Scara, tetapi aku tidak berani bertanya dan lebih memilih untuk menutup mulutku.

​.
.

​Waktu sudah menunjukkan pukul 07.45 pagi. Aku melihat Scara mulai berkemas.

​Scara: "Aku pergi dulu."

​Mendengar Scara berpamitan, aku lantas dengan cepat menggenggam erat tangan Scara. Sebagian dari diriku benar-benar tidak ingin Scara pergi.

​Kazuha: "Tunggu!!"

​Scara terkejut, lantas menoleh ke belakang dengan ekspresi bingung.

​Scara: "Ada apa?"

​Aku sendiri kebingungan dengan refleks tingkahku barusan. Aku tidak tahu harus berbuat apa sekarang.

​Scara: "Kazuha?"

​Kazuha: "Um... Bi-bisakah kau tinggal lebih lama?"

​.
.

​Aku meminta Scara untuk tinggal bersamaku sebentar lagi. Scara yang mendengar itu hanya mengangguk pelan. Entah hanya perasaanku saja atau tidak, tapi Scara kelihatan sangat murung sejak kemarin.

​Kazuha: "Maafkan aku."

​Scara: "Untuk apa?"

​Kazuha: "Untuk semuanya..."

​Mendengar perkataan itu, dada Scara terasa sangat menyesakkan. Scara tidak tahu harus berkata apa lagi, ia hanya diam seribu bahasa.

​Sementara itu, aku tidak mendapatkan jawaban apa pun dari Scara. Hatiku yang tadinya terasa hangat kini berubah dingin saat melihat Scara masih tampak murung. Aku tidak menyukai raut wajah Scara yang murung itu, aku ingin Scara bahagia dan tersenyum dengan bebas.

​Scara: "Kazuha."

​Kazuha: "Y-ya?!"

​Aku kaget saat Scara memanggil namaku secara tiba-tiba. Scara kemudian melanjutkan kata-katanya.

​Scara: "Aku ingin mengungkapkan sesuatu padamu."

​Aku merasa suasana di antara kami berdua mendadak menjadi sangat tegang. Aku tetap berada di posisiku, berdiri tepat di hadapan Scara.

​Scara: "Sebenarnya..."



Bersambung~

Guys, maaf telat upload 😭🙏

Sorrow Deeper Than Death [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang