Kazuha menyuapi Scara makan. Setelah Scara selesai makan, Kazuha membaringkannya di tempat tidur, lalu pergi ke dapur untuk membereskan peralatan makan yang digunakan tadi.
Setelah selesai membereskan peralatan makan dan menaruhnya kembali ke tempat semula, Kazuha berjalan menuju kamar untuk mengganti pakaiannya dengan pakaian yang lebih nyaman.
Kazuha: "Scara-san."
Scara: "Ya? Ada apa?"
Kazuha: "Bolehkah aku tidur bersamamu?"
Scara: "///_///"
Scara tentu saja menjawab pertanyaan Kazuha dengan gugup karena baru pertama kali ini Kazuha meminta izin padanya untuk "tidur" bersama. Scara hanya mengangguk. Kazuha menaiki ranjang Scara dan berbaring di sampingnya.
Kazuha: "Kalau begitu, selamat malam, Scara-san."
Kazuha menyelimuti dirinya, kemudian menutup mata untuk tidur. Scara terdiam sejenak. Sesaat kemudian ia sadar dan merasa malu sendiri dengan pemikirannya tadi. Scara berbalik memunggungi Kazuha dengan malu karena ia barusan berpikir kalau Kazuha akan "melakukannya" lagi.
Scara: (Apa yang kuharapkan?!)
Scara berkutat sendiri dengan pikirannya, sampai ia terkejut merasakan ada tangan yang melingkari pinggangnya dari belakang.
Kazuha: "Scara-san..."
Scara: "I-iya?"
Kazuha: "Apa yang kau pikirkan saat seseorang yang sangat berharga bagimu meninggalkanmu?"
Scara: "....."
Scara terdiam. Ia sangat paham dengan pertanyaan yang Kazuha tanyakan padanya, karena ia sudah banyak melalui berbagai macam kepahitan hingga sampai pada titik ini.
Scara: "Aku akan sedih sekaligus kecewa karena ia meninggalkanku."
Kazuha: "Kenapa?"
Scara: "Kamu tanya 'kenapa?' Tentunya aku akan sangat sedih karena ia tidak mau bersamaku lagi, dan aku juga kecewa dengan pilihan yang telah aku buat untuknya."
Kazuha: "....."
Scara: "Tapi dibalik rasa sedih dan kecewaku itu, pasti ia ingin yang terbaik untukku... untuk kami."
Kazuha: "....."
Scara: "Kenapa tiba-tiba menanyakan hal itu, Kazuha?"
Kazuha: "Tidak apa-apa. Malam ini bolehkah aku tidur sambil memelukmu?"
Scara: "Hahah, kamu tidak perlu izin untuk itu."
Scara membentangkan tangannya, mengizinkan Kazuha untuk memeluknya. Kazuha perlahan mendekati Scara dan memeluk tubuh Scara dengan erat, kemudian membenamkan wajahnya di dada Scara.
.
.
Keesokan paginya...
Scara bangun dari tidurnya. Ia meregangkan tubuhnya sejenak dan melihat sekeliling kamar. Kazuha sudah tidak ada di dalam kamar.
Scara: "Ternyata Kazuha sudah bangun lebih awal."
Scara beranjak dari kasurnya dan pergi ke kamar mandi untuk mandi. Setelah selesai mandi dan memakai pakaian, Scara keluar dari kamar dan melihat Kazuha yang sedang duduk di meja makan dengan beberapa hidangan yang sudah disajikan.
Scara: "Maaf aku bangun telat."
Kazuha: "Tidak apa-apa, kamu pasti sangat lelah melakukan pekerjaan kemarin."
Scara: "...Terima kasih."
Kazuha: "Ayo makan dulu."
.
.
Suasana ruang makan terasa sangat hening. Scara merasakan ada sesuatu di antara mereka berdua yang tidak ia ketahui hal yang mengganjal hati Scara. Namun ia mengabaikannya dan kembali melanjutkan makanannya.
Kazuha: "Let's break."
Scara: "Ya, kan kita sekarang sedang istirahat menikmati makanan."
Scara yang tidak peka melanjutkan makannya. Kazuha kembali mengulangi kalimatnya.
Kazuha: "Let's break, Scara-san."
Gerakan Scara kali ini sepenuhnya terhenti. Ia perlahan mencerna kalimat Kazuha. Ia berpikir bahwa Kazuha sedang menyuruhnya untuk beristirahat. Tetapi beberapa saat kemudian, Kazuha kembali membuka mulutnya.
Kazuha: "Ayo kita akhiri hubungan ini."
Scara sepenuhnya membatu terdiam, sampai-sampai sendok yang berada di tangannya tadi terjatuh. Scara tetap diam, tetapi di dalam hatinya ia merasa begitu kacau.
Kazuha: "....."
Bersambung~
KAMU SEDANG MEMBACA
Sorrow Deeper Than Death [END]
Fiksi PenggemarKematian Tomo menyisakan luka yang teramat dalam bagi Kaedehara Kazuha. Penyesalan demi penyesalan terus membayanginya, meratapi setiap kata yang pernah terucap sebelum sahabat sekaligus cinta pertamanya itu gugur di bawah tebasan Musou no Hitotachi...
![Sorrow Deeper Than Death [END]](https://img.wattpad.com/cover/329145922-64-k24211.jpg)