Bayang Cinta Semu

482 54 0
                                        

Scara dengan cepat melakukan persiapan penyerangan kepada Raiden Shogun. Ia harus membalaskan dendam kepada ibunya karena telah membuangnya.

​Scara: "Semuanya hampir selesai."

​.
.

​Bawahan: "Tuan, seperti yang Anda perintahkan, kami telah mengawasinya sesuai permintaan Anda."

​Scara: "Bagaimana?"

​Bawahan: "Akhir-akhir ini ia sering melakukan sparing bersama Traveler dalam waktu yang lama."

​Scara: "Sparing?"

​Bawahan: "Benar, Tuan."

​Scara: "Kau boleh pergi sekarang. Jangan sampai kau membocorkan ini pada siapa pun, atau aku akan membunuhmu."

​Bawahan: "Baik, Tuan!!"

​Scara kemudian menyuruh bawahannya itu pergi meninggalkan dirinya sendiri. Scara masih belum bisa melupakan seseorang yang dulu pernah bersama dengannya, tetapi di sisi lain ia juga merasa marah dan kecewa pada orang tersebut.

​Scara: "Ternyata kau menemukan partner latihan selain aku ya, Kazuha..."

​Scara tersenyum hambar dan menundukkan kepalanya. Ia berjongkok, lalu memeluk kedua kakinya dan membenamkan wajahnya di sana.

​Scara: "Apa perasaanmu padaku hanya sampai di sini saja? Apa kamu langsung melupakanku?"

​Dada Scara terasa sangat nyeri. Sesuatu di dalam dadanya seperti memberontak tanpa ia tahu apa penyebabnya. Ia merintih kesakitan karena merasakan sakit yang amat sangat pada dadanya itu.

​Scara: "A-aaakh! Si-al... u-kh... k-enap-a denganku?!"

​Scara sulit mengendalikan napasnya. Ia terlalu fokus pada rasa sakitnya itu, sampai-sampai tidak menyadari ada seseorang yang tengah berdiri di belakangnya dan menatapnya.

​Orang tersebut memandangi Scara yang sedang menahan rasa sakit. Ia ingin membantu Scara mengurangi rasa sakitnya, meskipun itu terasa mustahil karena ia merasa dialah penyebabnya.

​Scara: "U-mh... sial..."

​Scara mencoba berdiri, tetapi rasa sakit yang menyerang dadanya seperti menahannya untuk beranjak dari tempat itu. Scara berusaha untuk bangkit kembali walaupun rasa sakit itu terus menyiksanya. Ia perlahan melangkah selangkah demi selangkah.

​Scara: "Jangan seperti ini..."

​Scara berkata begitu sambil sedikit memukul kakinya yang gemetar. Saat hendak melangkah untuk kesekian kalinya, Scara terhuyung dan kemudian pingsan karena sudah tidak tahan lagi dengan rasa sakit di dadanya.

​Sebelum benar-benar pingsan, Scara seperti merasakan ada seseorang yang menangkap dirinya, sehingga tubuhnya tidak sampai menghantam tanah.

​Scara: (Siapa...?)

​.
.

​Scara terbangun di kamarnya. Ia melihat sekeliling, tetapi tidak ada siapa-siapa di sana. Beberapa saat kemudian, Childe masuk ke dalam kamar Scara sambil membawa semangkuk bubur hangat.

​Childe: "Nih, makan."

​Scara hanya menatap makanan yang dibawa Childe, lalu tersadar.

​Scara: "Kenapa aku bisa tiba-tiba ada di sini?"

​Childe: "Aku menemukanmu sedang pingsan di bawah pohon besar yang ada di padang rumput indah itu."

​Scara: "Oh."

​Childe: "Akan kutaruh makanannya di sini. Jangan memaksakan dirimu."

​Scara: "Jangan pedulikan itu."

​.
.

​Childe kemudian keluar dari kamar Scara. Suasana kembali hening. Scara tidak mengucapkan sepatah kata pun dan hanya menolehkan kepalanya pada bubur yang ditaruh Childe di samping tempat tidurnya.

​Scara: "....."

​Scara masih terdiam dengan pikiran kosong. Ia perlahan mendekati bubur tersebut lalu mengangkatnya.

​Scara: "...Aku kira itu dirimu..."

​Scara lagi-lagi memikirkan Kazuha. Ia merasa sebelum pingsan tadi, sosok yang menangkapnya adalah Kazuha, tetapi ternyata dugaan itu salah. Ia tidak tahu siapa orang yang sebenarnya memeluknya saat pingsan tadi.

​Scara: "Sepertinya aku tidak bisa lepas dari bayang-bayang dirimu... karena aku sangat mencintaimu."

​Scara kembali merebahkan badannya, lalu melanjutkan istirahatnya karena tubuhnya terasa sangat lemas.


Bersambung ~

Maaf guys akhir-akhir ini selalu telat up🥲

Sampai jumpa di Minggu depan 👋☺️

Sorrow Deeper Than Death [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang