Kazuha pergi ke pelabuhan, berencana untuk menumpang lagi di kapal Anegimi—atau yang biasa kita kenal dengan Beidou.
Kazuha: "Anegimi, apakah aku boleh naik kapalmu lagi?"
Beidou: "Yo, Kazuha! Tentu saja boleh. Ke mana kamu akan pergi kali ini?"
Kazuha: "Aku hanya mengikuti arah tujuan kapal Anegimi."
Beidou: "Yosh! Tujuan kapal ini kali ini adalah Liyue."
Kazuha: "Baiklah, aku akan pergi ke Liyue juga."
Setelah bercakap-cakap dengan Beidou, Kazuha sudah memantapkan hatinya untuk tidak kembali lagi ke Inazuma khususnya Grand Narukami Shrine karena tempat itu selalu mengingatkannya pada cintanya.
.
.
.
Selama di perjalanan, Kazuha hanya termenung menatap ke arah daratan Inazuma yang perlahan menjauh dengan tatapan penuh makna.
Kazuha: "Selamat tinggal..."
Tiba-tiba Kazuha dikejutkan oleh seorang awak kapal yang memanggilnya, menyuruhnya untuk menemui Anegimi. Kazuha mengiyakan, lalu berjalan menuju tempat Beidou berada.
Kazuha: "Ada apa, Anegimi?"
Beidou: "....."
Di ruangan itu hanya ada Beidou dan Kazuha. Beidou sempat hening sejenak, tetapi tak berselang lama ia mulai membuka suara.
Beidou: "Ada apa dengan luka di kepalamu itu?"
Kazuha: "Hm? Maksudnya ini? Aku sedikit tersandung saat berjalan..."
Beidou: "Apa?! Hah... Apa kau tahu, aku merasa aneh dengan dirimu yang sekarang, Kazuha."
Kazuha: "Aneh? Kurasa aku masih seperti biasa."
Beidou: "Kamu terluka di kepala, dan matamu... perlahan kehilangan cahayanya."
Kazuha: "....."
Beidou: "Kazuha, jika kamu ada masalah, jangan kamu pendam sendirian. Setidaknya ceritalah kepada orang yang bisa kamu percayai untuk mengurangi beban itu."
Kazuha: "....."
Beidou: "Jangan sampai aku melihatmu terjun bebas lagi, Kazuha. Apa kau paham apa maksudku?"
Kazuha: "Aku paham, Anegimi. Terima kasih sudah mengingatkanku."
Beidou tersenyum lembut. Namun seketika, kapal bertabrakan dengan gelombang dan bergoyang sangat hebat! Beidou dan Kazuha bahkan hampir kehilangan keseimbangan akibat guncangan mendadak tersebut.
Awak 1: "Anegimi, gawat!!!"
Beidou: "Apa yang terjadi?!"
Awak 1: "Liyue sepertinya mengalami masalah! Ada seseorang yang membangkitkan naga air berkepala tiga! Kita tidak bisa memaksa mendekati Liyue!"
Beidou: "APA?! Apa kau bercanda?! Kita harus menolong mereka. SECEPATNYA ARAHKAN KAPAL KE LIYUE!"
Awak Kapal: "BAIK, ANEGIMI!"
Kazuha: "Aku akan membantu!"
Kapal The Crux tetap tidak bisa mendekat terlalu jauh. Semua awak kapal mendapat perintah tegas dari sang kapten untuk tidak memaksakan kapal menerobos, karena taruhannya adalah nyawa para penumpang.
Pertarungan sengit yang cukup panjang di Pelabuhan Liyue itu pun akhirnya berakhir. Semua orang tampak kelelahan.
Beidou: "Kazuha, apa kau baik-baik saja? Apa kau terluka?"
Kazuha: "Aku baik-baik saja, Anegimi. Anegimi sendiri?"
Beidou: "Tenang saja, aku baik-baik saja."
.
.
Ningguang: "Terima kasih karena sudah membantu kami."
Traveler: "Itu bukan masalah besar."
Ningguang: "Kalau begitu, mari ke sebelah sini. Saya akan antar kalian ke tempat istirahat yang nyaman."
Paimon: "Yey, makanan!!!"
Traveler: "Di pikiranmu cuma ada makan aja..."
Akhirnya situasi mereda dan kapal The Crux bisa bersandar. Kazuha berencana untuk berjalan-jalan mengitari Liyue Harbor. Di sana, ia melihat berbagai macam orang dengan beragam sikap.
Heizou: "Hei, kamu yang di sana!"
Kazuha: "..."
Heizou: "Iya, kamu!"
Kazuha: "Ada apa?"
Heizou: "Dari tadi kulihat kau sendirian berjalan. Mau bergabung dengan kami?"
Kazuha melihat pemuda bernama Heizou tersebut mengajaknya bergabung. Karena sedang senggang dan tidak ada tujuan, Kazuha mengiyakan ajakan tersebut. Heizou pun langsung menarik Kazuha ke suatu tempat.
Sesampainya di tempat berkumpul, Kazuha terkejut melihat salah satu teman lamanya di sana.
Kazuha: "Gorou?!"
Gorou: "Kazuha?!"
Heizou: "Kalian saling kenal?"
Gorou: "Ooh, ini temanku yang pernah aku ceritakan kepada kalian!"
Traveler: "Ternyata dunia sempit juga, ya."
Kazuha: "Haha."
Xiao: (Hening sambil menikmati almond tofu)
Heizou: "Oke Kazuha, ayo duduk!"
Heizou menawarkan tempat duduk dan Kazuha menurutinya. Heizou kemudian mengenalkan teman-temannya yang lain kepada Kazuha. Tak terasa, setelah berbincang-bincang cukup lama, mereka pun menjadi teman dekat.
Bersambung ~
KAMU SEDANG MEMBACA
Sorrow Deeper Than Death [END]
Fiksi PenggemarKematian Tomo menyisakan luka yang teramat dalam bagi Kaedehara Kazuha. Penyesalan demi penyesalan terus membayanginya, meratapi setiap kata yang pernah terucap sebelum sahabat sekaligus cinta pertamanya itu gugur di bawah tebasan Musou no Hitotachi...
![Sorrow Deeper Than Death [END]](https://img.wattpad.com/cover/329145922-64-k24211.jpg)