Eksperimen Kejam Laboratorium Fatui

580 59 2
                                        

Setelah menarik Scara ke lab, Dottore seperti biasa membuka paksa pakaian Scara dan menancapkan alat-alat aneh pada tubuh Scara tanpa ba-bi-bu.

​Scara: "AAAAAAAKH!!!!"

​Scara menjerit kesakitan. Eksperimen itu berlangsung sangat lama hingga membuat Scara tidak sadarkan diri di tempat.

​Dottore: "Seperti yang kuduga..."

​Dottore menyeringai. Ia sudah lama meneliti tubuh Scara sejak insiden Tatarasuna, dan akhirnya ia mendapatkan kemajuan. Dottore memanggil anak buahnya, menyuruh untuk memindahkan Scara.

​Bawahan: "Baik, Tuan. Tapi ke mana harus saya antar?"

​Dottore: "Terserah."

​Bawahan: "Tapi Tuan, Scara-sama—"

​Dottore: "PERGI KAU!! BUANG SAJA KE TEMPAT SAMPAH!!"

​Bawahan: "....."

​.
.

​Akhirnya bawahan tersebut mengantarkan Scara ke dalam kamarnya.
​Di dalam kamar, Scara diletakkan ke tempat tidur dengan hati-hati, setelah itu bawahan Dottore tersebut keluar.

​.
.

*​Kazuha POV*

​Aku kini tengah berada di Pulau Watatsumi bersama dengan Heizou dan juga Traveler.

​Paimon: "Wah... pemandangan di sini indah sekali!"

​Traveler: "....."

​Heizou: "Sudah kuduga kau pasti akan menyukainya."

​Paimon: "Jadi Heizou, apa yang akan kita lakukan di sini?"

​Heizou: "Tentu saja kita datang ke sini untuk bersantai~ 🤭"

​Kazuha: "Heizou."

​Heizou: "Baiklah, baiklah. Kita di sini untuk menyelidiki lebih lanjut tentang The Balladeer."

​Paimon: "Orang itu lagi..."

​Traveler: "Apa yang akan kamu selidiki kali ini?"

​Heizou: "Um— aku mungkin akan menyelidiki apa motif orang itu menyebarkan Delusion."

​Sementara mereka asyik berbincang-bincang mengenai The Balladeer, aku tengah sibuk memikirkan caraku untuk membalas dendam kepada Raiden Shogun.

​Heizou: "Kazuha!"

​Kazuha: "....."

​Heizou: "Ooi, Kazuha!"

​Kazuha: "..... Ya?"

​Heizou: "Apa yang kau pikirkan sampai tidak mendengarkan aku yang berulang kali memanggilmu?!"

​Kazuha: "Hahaha, maafkan aku."

​Traveler: "Kazuha..."

​Kazuha: "Ada apa, Traveler?"

​Traveler: "Maafkan aku karena masih belum bisa mendapatkan informasi mengenai orang yang kamu cari."

​Kazuha: "Tidak apa-apa, Traveler. Aku sebenarnya ragu apakah dia ada di sini atau tidak. Tapi aku hanya bisa berharap kalau kami akan bertemu lagi."

​Paimon: "Kazuha... 🥺"

​Heizou: "Ayo kita beristirahat dulu di sini."

​Kami beristirahat, tetapi yang benar-benar menikmati waktu istirahatnya cuma tiga orang. Ya—aku tidak bisa beristirahat dengan nyaman di tempat itu. Aku pamit kepada yang lain untuk pergi sebentar, yang kemudian diiyakan oleh mereka.

​Kazuha: "Hah~"

​Aku menghela napas selama berjalan. Aku tidak tahu apa tujuanku saat ini dan hanya berjalan tanpa arah untuk menghilangkan rasa bosan.

​Kazuha: "Kuni-san, kamu di mana...?"

​.
.

​Scara terbangun dari tidurnya yang cukup lama. Ia melihat sekeliling dan menyadari bahwa ia berada di kamarnya, masih dalam keadaan setengah telanjang.

​Scara: "Orang gila itu!!"

​Scara mengumpat kepada Dottore karena sudah seenaknya terhadap tubuhnya. Scara hendak turun dari tempat tidurnya, tetapi kemudian ia merasa kakinya mendadak tidak memiliki tenaga sama sekali.

​Scara: "Sialan, apa yang terjadi dengan kakiku?!"

​Scara yang ingin beranjak itu kemudian mengurungkan niatnya. Ia kembali ke posisi awal dan memeriksa sekali lagi tubuhnya untuk jaga-jaga.

​Scara: "Akh!!"

​Scara mendadak merasakan sakit yang luar biasa pada tubuhnya, kemudian ia memanggil seseorang yang ada di luar pintu kamarnya.

​Scara: "Hei kau, serahkan padaku penawarnya!"

​Orang yang ada di balik pintu tersebut tidak lain adalah bawahan yang mengantarkan Scara ke dalam kamarnya tadi. ​Bawahan tersebut menyerahkan botol kecil pada Scara, kemudian Scara meminumnya. Ternyata bawahan tersebut sudah lama membantu Scara selama ini, dan sepertinya Scara dapat mempercayai dirinya.

​Scara: "Siapa namamu?"

​Ryuu: "Nama saya Ryuu, Scara-sama."



Bersambung ~

Ya ampun maaf guys 😭
Telat banget aku uploadnya😭🙏

Sorrow Deeper Than Death [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang