Sparing Sederhana

570 65 2
                                        

Untuk beberapa saat mereka berdua berdiam diri tanpa ada satu pun dari mereka yang ingin mengambil inisiatif untuk memulai pembicaraan terlebih dahulu.

​Scara: "....."

​Kazuha: "....."

​Scara membatin di dalam hatinya, (Suasana brengsek macam apa ini?!)
​Sementara itu, Kazuha sedang memikirkan topik pembicaraan supaya mereka tidak terus-terusan saling berdiam diri.

​Kazuha: "Scara-san?"

​Scara: "Ah— ya?"

​Kazuha: "Aku ingin bertanya padamu untuk memastikan saja... Apa kemarin kamu pergi ke rumahku?"

​Scara: "....."

​Scara terdiam seribu bahasa dengan wajah terkejut dan rona merah yang merekah di pipinya. Perlahan-lahan Scara menjawab pertanyaan Kazuha tersebut dengan nada ragu dan gugup.

​Scara: "R-rumahmu?! K-kapan memangnya aku k-ke sana?!"

​Scara menjawab demikian, tetapi di dalam hati ia panik, (Apa yang barusan kukatakan?!)

​Kazuha merenung sejenak, lalu membalas perkataan Scara barusan.

​Kazuha: "Kurasa benar. Tidak mungkin, kan, Scara-san pergi ke sana?"

​Scara: "Maksudnya?"

​Kazuha: "Haha, tidak apa-apa."

​Scara: (Apa dia mengingat kejadian kemarin?)

​Kazuha: "Oh ya, Scara-san. Apa kamu bisa sparing denganku? Aku ingin meningkatkan kemampuanku."

​Scara: "Kalau aku bisa membantumu, kenapa tidak?"

​Kazuha: "Terima kasih, Scara-san."

​.
.

​Kini mereka berdua berpindah tempat untuk melakukan sparing. Mereka memilih area yang sepi di mana tidak ada seorang pun di sekitar mereka.
​Keduanya kini tengah mempersiapkan kuda-kuda masing-masing. Suasana di antara mereka sangat sunyi dan terasa menegangkan.

​Kazuha mulai menyerang terlebih dahulu. Scara bergerak menangkis serangan Kazuha, lalu dengan cepat membalas kembali serangan itu.

​Kazuha: "Kamu lumayan juga, Scara-san."

​Scara: "Haha, kamu juga luma—"

​Belum sempat Scara menyelesaikan kalimatnya, tiba-tiba ia merasakan sakit yang sangat luar biasa pada tubuh bagian belakangnya.

​Scara: "Ukh—!"

​Kazuha seketika menghentikan aksinya begitu mendengar Scara kesakitan. Kazuha segera menghampiri Scara dengan raut panik.

​Kazuha: "Maaf, Scara-san... Apa aku terlalu kuat?"

​Scara: "Ini bukan salahmu, tidak apa-apa."

​.
.

​Kazuha: "Mari kita beristirahat."

​Scara hanya mengangguk, lalu mengikuti Kazuha yang berjalan menuju bawah pohon besar yang rindang. Scara melangkah membuntuti Kazuha dengan tertatih-tatih. Kazuha yang melihat hal itu segera berbalik menghampiri Scara, lalu tiba-tiba mengangkat Scara dengan gaya bridal carry mengangkatnya ala tuan putri. Scara terkejut bukan main.

​Scara: "Na— apa yang kau lakukan?! Turunkan aku!! (⁠ʘ⁠///言⁠///ʘ⁠╬⁠)"

​Kazuha: "Maaf kalau kesannya tidak sopan, tapi kulihat kamu sedang kesusahan saat melangkah."

​Scara: "....." (Diam seribu bahasa)

​Kali ini mereka berbincang-bincang hangat di bawah pohon tersebut. Kazuha menceritakan pengalaman- pengalamannya yang membuat hati Scara terasa hangat, begitu pula sebaliknya. Suasana itu terasa sangat indah di dalam hati, mereka berdua berharap waktu bisa berhenti saat ini juga.

​Kazuha: "Jadi, selama ini kamu ke mana saja, Scara-san?"

​Scara: "Oh, aku lagi banyak pekerjaan yang tidak bisa ditunda. Maaf karena tidak meluangkan waktuku..."

​Kazuha: "Ah, tidak apa-apa, Scara-san. Jangan minta maaf."

​Scara: "Tapi—"

​Kazuha: "Tidak sepantasnya aku melampiaskan egoku padamu."

​Scara: "....."

​Scara merasa tidak enak karena selama beberapa hari itu ia tidak menemui Kazuha. Di dalam hati, ia mengutuk sosok bedebah yang telah melakukan hal-hal itu padanya hingga membuat dirinya kesulitan berjalan selama beberapa hari.

​Namun di sisi lain, Scara merasa agak kecewa pada Kazuha karena pemuda itu berkata bahwa tidak sepantasnya melampiaskan egonya. Perkataan itu membuat Scara merasa sedikit terluka.

​Scara: "Kamu boleh melampiaskan egomu padaku."

​Kazuha: "Itu tidak bisa."

​Mendengar perkataan Kazuha barusan, dada Scara mendadak terasa amat nyeri. Ia tidak bisa menafsirkan rasa sakit di dadanya itu, tetapi satu hal yang pasti: saat ini ia sedang merasa sakit hati.

Bersambung ~

Jangan lupa vote dan comment nya ya guys 🤭

Sampai jumpa Minggu depan 👋☺️

Sorrow Deeper Than Death [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang