Di siang hari yang cerah, Scara tengah duduk di salah satu bangku yang ada di luar tavern. Ia melihat orang-orang berjalan lalu-lalang di depannya, dan ada juga beberapa anak yang berlari dengan senyuman.
Traveler: "Wanderer, ayo pergi."
Kini nama "Scaramouche" telah lenyap. Yang ada sekarang hanyalah sebuah nama baru: Wanderer.
Ya, seperti yang kalian ketahui, Wanderer tengah menunggu Traveler keluar dari tavern. Setelah Traveler dan Paimon keluar, mereka langsung menuju ke tempat Nahida.
Wanderer: "Apa yang membuatmu begitu lama?"
Paimon: "😅"
Traveler: "Paimon berulah."
Paimon: "Ooi!! 😠"
Wanderer, Traveler, dan Paimon pun berjalan menuju tempat Nahida. Selama perjalanan, hanya Paimon yang aktif berbicara, sedangkan Traveler dan Wanderer hanya menanggapi seperlunya saja.
.
.
Sesampainya di tempat Nahida...
Nahida: "Akhirnya kalian datang. Aku ingin mendiskusikan beberapa hal dengan kalian."
Paimon: "Nahida, kami membawa camilan, hehe."
Nahida: "Terima kasih."
.
.
Mereka sibuk berbasa-basi sampai akhirnya Wanderer memotong percakapan mereka.
Wanderer: "Jadi, apa yang ingin Lord Kusanali diskusikan dengan kami?"
Nahida kemudian mendiskusikan perihal Irminsul kepada mereka. Nahida membutuhkan beberapa informasi, tetapi ia tidak bisa masuk ke Irminsul untuk sementara waktu.
Wanderer: "Jadi kau memanggil kami untuk ini?!"
Nahida: "Benar. Mohon bantuannya, Traveler dan juga Paimon."
Paimon: "Nyum~ (mengunyah makanan)"
Traveler: "😑"
.
.
Traveler: "Apa kau bisa?"
Wanderer: "Kau meremehkanku?!"
Traveler: "Bukan itu, kamu kan sudah ada janji."
Wanderer: "....."
Untuk sementara, suasana menjadi sepi. Wanderer tidak mengeluarkan sepatah kata pun dan hanya menunduk. Akhirnya Paimon bertindak karena merasa tidak nyaman dengan suasana yang hening.
Paimon: "Ayo kalian berdua, kita berangkat! Paimon ingin memakan beberapa hidangan yang nanti disajikan di festival!"
.
.
Kini Wanderer dipaksa oleh Traveler untuk pergi menikmati festival. Sejujurnya Wanderer tidak ingin pergi, tetapi mendengar suara Traveler yang terus-menerus memintanya ikut, akhirnya Wanderer mengiyakan ajakan tersebut meskipun di dalam hatinya tengah menggerutu.
Wanderer: "Berisik sekali di sini."
Traveler: "Namanya juga festival."
Paimon: "Traveler, belikan Paimon itu!"
Paimon menunjuk ke salah satu stan yang ada di sana. Traveler mengiyakan, kemudian mengajak Wanderer untuk pergi juga.
.
.
Traveler: "Ini bagianmu."
Traveler memberikan puding yang ia beli kepada Wanderer. Wanderer menerimanya, kemudian berkata:
Wanderer: "Kau mengantre hanya untuk ini?"
.
.
Sudah lumayan lama mereka menikmati festival, dan kini mereka hendak berpamitan satu sama lain.
Paimon: "Hari ini menyenangkan! Terima kasih sudah menemani kami, Wanderer, hehe."
Wanderer: "Terserah."
Kini Wanderer melangkahkan kakinya menjauh. Ia berjalan sendirian menuju tempat tinggalnya. Di sepanjang perjalanan Wanderer hanya termenung, begitu pula saat di festival tadi.
Faruzan: "Oo, Wanderer. Mau ke mana?"
Wanderer: "......"
Wanderer tidak menanggapi Faruzan dan melewatinya begitu saja. Faruzan yang melihat hal itu merasa heran, tetapi ia tidak ambil pusing.
.
.
Wanderer kini telah sampai di depan pintu rumahnya. Ia mengambil kunci dari dalam saku celananya, kemudian membuka pintu rumah. Setelah masuk, Wanderer kembali mengunci pintu dan berjalan menuju kamarnya.
Wanderer meletakkan topinya, lalu menjatuhkan dirinya ke kasur sambil menghela napas.
Wanderer: "....."
Wanderer terpaku menatap langit-langit kamar sambil membayangkan seseorang. Ia mengangkat tangannya hendak meraih sosok yang ia bayangkan tadi, tetapi sesaat kemudian bayangan tersebut hilang dan kini hanya menyisakan tangan kosong Wanderer.
Wanderer: "Sebenarnya apa yang ingin aku raih...?"
Wanderer memindahkan posisi tubuhnya yang awalnya terlentang menjadi miring menyamping.
.
.
???: "MENJAUH DARINYA!!!!"
Bersambung ~
KAMU SEDANG MEMBACA
Sorrow Deeper Than Death [END]
Fiksi PenggemarKematian Tomo menyisakan luka yang teramat dalam bagi Kaedehara Kazuha. Penyesalan demi penyesalan terus membayanginya, meratapi setiap kata yang pernah terucap sebelum sahabat sekaligus cinta pertamanya itu gugur di bawah tebasan Musou no Hitotachi...
![Sorrow Deeper Than Death [END]](https://img.wattpad.com/cover/329145922-64-k24211.jpg)