Pencarian dan Tekanan Fatui

563 56 0
                                        

BRUAK!

​Paimon: "Waaa!!! Traveler, apa kamu terluka?!"

​Traveler: "Ukh..."

​Traveler duduk, lalu menyadari ada sesuatu yang salah. Ia melihat ke bawah dan ternyata di bawah sana ada Kazuha yang baru saja didudukinya!

​Traveler: "KAZUHA!!!"

​.
.

​Traveler: "Maafkan aku!"

​Kazuha: "Hahaha, tidak apa-apa. Kamu tidak sengaja."

​Traveler: "Meski begitu..."

​Traveler merasa sangat bersalah kepada Kazuha. Ia tidak tahu bagaimana cara menangani rasa bersalahnya ini. Sementara Kazuha sama sekali tidak marah dengan kejadian tadi toh, Traveler memang tidak sengaja.

​Traveler: "Tidak bisa begini!"

​.
.

​Traveler: "Kazuha!"

​Kazuha: "Ya?"

​Traveler: "Apa ada yang bisa aku lakukan untukmu? Katakan saja, apa pun itu!"

​Kazuha: "Hahaha, kalau kamu bersikeras... Bolehkah aku minta tolong untuk mencari seseorang?"

​Paimon: "Jarang sekali melihat Kazuha kesusahan seperti ini!"

​Traveler: "Boleh! Memangnya siapa orang yang kamu cari itu?"

​Kazuha: "Seseorang yang menawan."

​Paimon: "Menawan?"

​Traveler: (Sepertinya aku tahu akan mengarah ke mana ini...)

​Kazuha: "Aku sedang mencari seseorang yang dulu pernah kutemui. Namanya Kunikuzushi."

​Kazuha menceritakan mengenai sosok Kunikuzushi kepada Traveler beserta ciri-cirinya. Traveler kemudian menyetujui permintaan Kazuha tersebut.

​Traveler: "Aku akan memberitahumu kalau aku sudah menemukannya."

​Kazuha: "Terima kasih, Traveler."

​.
.

*​Scara POV*

​Signora: "Dari mana saja kau?"

​Scara: "Bukan urusanmu."

​Signora: "Dinginnya~ Nih, buatmu dari Tsaritsa-sama."

​Scara: (Mengambil)

​Scara mengambil amplop yang diberikan Signora kepadanya, lalu bergegas masuk ke dalam kamar. Di dalam kamar, ia langsung mengunci pintu agar "orang gila" itu tidak seenaknya masuk. Ia duduk di kursi yang ada, lalu membuka amplop tersebut.

​Isi suratnya kira-kira seperti ini:
Aku ingin mendengar perkembanganmu selama di Inazuma. ​Apakah semua berjalan sesuai keinginanmu atau tidak, aku akan mendengarkannya langsung darimu.

​Kuperingatkan kau untuk tidak melakukan sesuatu yang bisa menggagalkan semuanya. Ingat itu!

​Scara: "..."

​Scara langsung mengambil bola komunikasi yang ada di dalam kamarnya, mengaktifkannya, dan segera menghubungi Tsaritsa.

​Scara: "Tsaritsa-sama."

​Tsaritsa: "Lama tidak bertemu, The Balladeer. Bagaimana perkembangan rencanamu di sana? Berjalan lancar?"

​Scara: "Lapor Tsaritsa-sama, semuanya berjalan lancar. Tapi ada seorang 'serangga' yang sedikit mengganggu."

​Tsaritsa: "Serangga?"

​Scara: "Benar, Tsaritsa-sama."

​Tsaritsa: "Siapa serangga yang mengganggu itu?"

​Scara: "Dia seorang berrambut emas, dengan makhluk aneh berwarna putih yang terbang di sampingnya."

​Tsaritsa: "Ooo~ Menarik. Tetap awasi dia dan lanjutkan rencanamu."

​Scara: "Baik, Tsaritsa-sama."

​.
.

​Srett... (Sambungan terputus)

​Scara meletakkan kembali bola itu ke tempatnya. Ia kembali bergelut dengan pikirannya sendiri.

​Scara: (Apa selama ini Tsaritsa-sama mengawasiku?! Tidak! Pasir tidak begitu...)

​Di tengah-tengah pikirannya yang kacau itu, tiba-tiba terdengar suara gedoran pintu yang cukup keras mampu membuyarkan seluruh lamunannya. Ia kesal, lalu membuka pintu itu dengan kasar. Ia sudah menduga siapa sosok di balik pintu kamarnya ini.

​Dottore: "Ooi chibi, kenapa kau kunci pintunya?!!"

​Ya, dan tebakan itu benar. Dottore adalah orang yang membuat keributan di depan pintu kamar Scara.

​Scara: "Apa?!"

​Scara menjawab dengan ketus. Dottore kemudian menebak dengan tepat bahwa Scara baru saja berkomunikasi dengan Tsaritsa. Dottore memperhatikan Scara sejenak, lalu menyeringai.

​Scara: (Memutar bola mata)

​Dottore: "Apa yang barusan Tsaritsa-sama katakan padamu?!" (Menyeringai)

​Scara terkejut mendengar perkataan Dottore. Tapi tentu saja ekspresi itu tidak ia tunjukkan pada Dottore, ia hanya memasang muka datar. Dengan rasa kesal, Scara menjawab singkat.

​Scara: "Bukan urusanmu!"

​Setelah berbicara, Scara membanting pintunya kembali lalu menguncinya rapat-rapt. Saat ini, ia hanya ingin sendirian.



Bersambung~

Sorrow Deeper Than Death [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang