Pelukan dan Padang Rumput

655 63 4
                                        

Scara: "Tidak apa-apa, ini hanya luka kecil."

​Kazuha: "Tidak bisa!"

​.
.

​Scara: "Aku selalu saja menunjukkan sisi memalukan di depanmu..."

​Kazuha: "Aku tidak melihatmu seperti itu!"

​.
.

​Scara: "Aku akan berendam dulu."
​Kazuha: "Scara-san, tolong dengarkan aku!"

​.
.

*​Scara POV*

​Scara: (Kenapa aku selalu seperti ini jika bertemu denganmu?! Sangat menyedihkan sekali...)

​Aku terlarut dengan pikiranku sendiri sampai tidak mendengar Kazuha memanggilku.

​Kazuha: "Scara-san, jangan pergi terlalu jauh!"

​Scara: "Hah?"

​Kazuha yang melihatku linglung seperti itu pun menyusul ke tengah danau. Kazuha berlari, kemudian tiba-tiba memelukku dari belakang.

​Kazuha: "Scara-san, ada apa denganmu...?"

​Nada suara Kazuha perlahan gemetar. Aku yang mendengarnya langsung mencoba menenangkannya.

​Scara: "Tenang, aku bisa berenang kok."
​Ucapku santai. Kazuha kini menghela napas lega di ceruk leherku. Aku sontak terkejut merasakan embusan napas hangat itu.

​Scara: "Hii-!"

​Kazuha: "Scara-san?"

​Scara: "(⁠ꏿ⁠﹏⁠ꏿ⁠;⁠)"

​Aku menoleh ke belakang. Aku melihat Kazuha, dan Kazuha juga sedang menatapku. Wajahku sontak memerah karena gugup, terlebih saat baru menyadari bahwa kedua tangan Kazuha melingkar di pinggangku, memelukku erat dari belakang.

​Scara: "Lepaskan!!!"

​Kazuha: "M-maaf..."

​.
.

*​Kazuha POV*

​Entah kenapa akhir-akhir ini aku lebih banyak memikirkan Scara. Setiap kali memikirkannya, jantungku berdetak kencang tak menentu. Aku selalu bertanya-tanya apa yang sebenarnya sedang terjadi padaku.

​Kini aku tengah berada di danau tempat di mana aku dan Tomo pernah menghabiskan hari bersama. Aku duduk dan bernostalgia. Setelah beberapa lama, aku mulai melepas bajuku untuk berendam di sana, menjernihkan pikiranku.

​Aku akan membalaskan dendam kepada orang yang telah membunuhmu, dan itu pasti.

​Beberapa saat kemudian saat sedang berendam, aku mendengar suara yang berasal dari balik batu di pinggir danau. Aku mendekat, dan ternyata di balik batu itu ada Scara-san. Sejenak aku terkejut melihat penampilan Scara-san yang penuh bercak merah yang aku sendiri tidak tahu apa itu sebenarnya.
​Aku mendekat ke arah Scara-san, tapi tiba-tiba Scara-san mengeluarkan suara yang membuat hatiku sakit. Aku sontak berhenti dan meminta maaf.

​Setelah perdebatan yang berlangsung, aku melihat Scara-san berjalan pergi ke tengah danau dengan mata kosong. Aku sontak mengejarnya dan memeluknya erat-erat dari belakang.

​.
.

​Kazuha: "....."

​Scara: "....."

​Kazuha: "Apa kamu sudah tenang?"

​Scara: "Um..."

​Kazuha: "Syukurlah~"

​Scara: "....."

​Kazuha: "Mau jalan-jalan?"

​Scara: "....."

​Scara mengangguk. Aku membawa Scara ke tempat yang menurutku sangat indah.


​Aku mulai mengobrolkan hal-hal yang menyenangkan, sementara Scara hanya mendengarkan ceritaku sambil merespon seperlunya aku mengira dia sedang merasa gugup saat ini

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

​Aku mulai mengobrolkan hal-hal yang menyenangkan, sementara Scara hanya mendengarkan ceritaku sambil merespon seperlunya aku mengira dia sedang merasa gugup saat ini.

​Kazuha: "Tempat itu benar-benar indah, bahkan jika kamu datang hanya untuk beristirahat."

​Scara: "Haha~"

​Aku mendengar Scara-san tertawa hambar. Aku bertanya kepadanya ada apa dengannya, tetapi dia hanya merespon, "Tidak apa-apa."

​.
.

​Sesampainya di Tempat Tujuan...

​Aku kini melihat Scara yang matanya tengah berbinar melihat pemandangan indah yang ada di depannya.

​Kazuha: "Bagaimana?"

​Scara: "Sangat indah..."

​Aku tersenyum mendengar jawaban Scara. Pemandangan padang rumput tersebut berhasil membuat Scara lupa dengan segala beban pikirannya. Aku kemudian melihat Scara melangkah, berlari di sepanjang padang rumput dengan wajah bahagia sambil tersenyum lepas.

​Scara: "....."

​Kazuha: (Deg!)

​Aku merasa jantungku berdetak tidak seperti biasanya saat melihat Scara bahagia. Ibarat jika Scara bahagia, maka aku juga akan merasa bahagia.

​Scara: "Terima kasih telah menunjukkannya padaku."

​Kazuha: "Syukurlah kalau kamu menyukainya." (Tersenyum tulus)

​Scara: "....."

​Kazuha: "Scara-san?"

​Scara: (Tiba-tiba air mata keluar membasahi pipinya)

​Kazuha: "!!"



Bersambung ~

Maaf guys aku telat upload lagi😭🙏

Banyak kesibukan di rl plus praktek lapangan jadi ngk sempat upload tepat waktu🥲

Maaf karena sering telat upload 😭

Sorrow Deeper Than Death [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang