Kematian Tomo menyisakan luka yang teramat dalam bagi Kaedehara Kazuha. Penyesalan demi penyesalan terus membayanginya, meratapi setiap kata yang pernah terucap sebelum sahabat sekaligus cinta pertamanya itu gugur di bawah tebasan Musou no Hitotachi...
Kazuha masih menunggu kata-kata yang ingin Scara ucapkan selanjutnya.
Scara: "Huh~"
Kazuha kemudian melihat Scara sedikit melengkungkan sudut bibirnya, kemudian berkata dengan ambigu.
Scara: "Jadi seperti ini rasanya..."
Kazuha: "Apa maksudmu, Scara-san?"
Kazuha masih kebingungan. Beberapa saat kemudian Scara pamit untuk kedua kalinya, dan kini Kazuha mengiyakan walaupun masih ada rasa mengganjal yang entah dari mana asalnya.
Scara: "Terima kasih karena sudah menyelamatkan dan merawatku."
Scara membungkuk beriringan dengan ucapan tersebut. Kazuha hanya bisa diam menyaksikan punggung Scara yang perlahan-lahan menjauh, lalu menghilang di balik pepohonan.
. .
Di sisi lain, setelah Scara pergi dari tempat itu, ia bergulat dengan pikirannya sendiri.
Scara: "Apa yang barusan ingin kulakukan tadi?!"
Scara menyadari pikirannya saat bersama Kazuha tadi. Ia tidak ingin Kazuha tahu bahwa ia mempunyai perasaan khusus kepadanya. Scara ingin berjuang supaya Kazuha dapat melihat dan memikirkannya atas kehendak Kazuha sendiri walaupun ia tahu sekarang itu tidak memungkinkan karena di hati Kazuha saat ini hanya ada seseorang bernama Tomo.
Scara: "Tidak apa-apa, jangan berkecil hati. Aku akan membuatnya melihatku."
Scara menguatkan hatinya sendiri dan bertekad untuk menjalani semuanya dari nol.
. .
Kazuha masih berada di rumah tersebut. Ia membersihkan peralatan makan tadi, lalu dilanjutkan dengan membersihkan gubuk tersebut.
Saat Kazuha sibuk berkutat dengan pekerjaannya, tiba-tiba terlintas sosok seseorang di kepalanya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Kazuha: "Kuni-san..."
Ya, Kazuha mengingat Kuni meskipun samar. Ia berniat untuk berkunjung ke tempat Kuni dalam ingatan terakhirnya.
Kazuha: "Aku akan pergi ke sana."
. .
Kini Kazuha telah sampai di tempat terakhir kali ia bertemu dengan Kuni. Kazuha masih ingat letak gubuk yang dulu pernah ia kunjungi itu, dan segera berjalan menuju ke sana. Namun sesampainya di gubuk tersebut, Kazuha hanya melihat sebuah bangunan tua yang tidak terawat dan sudah hampir runtuh.
Kazuha: "Sepertinya aku terlambat lagi..."
Kazuha merasa sedikit kecewa saat melihat kondisi gubuk tersebut. Ia akhirnya memutuskan untuk kembali ke tempat teman-temannya.
. .
Heizou: "Yo, Kazuha! Kenapa kau ada di sini?"
Kazuha bertemu dengan Heizou di tengah jalan. Heizou menyapa Kazuha, dan Kazuha pun membalas sapaan itu. Kazuha penasaran dengan apa yang sedang dilakukan Heizou, lalu bertanya.
Kazuha: "Apa yang sedang kau lakukan?"
Heizou: "Aku tengah menyelidiki The Balladeer."
Kazuha: "Balladeer?"
Heizou: "Kau tidak tahu? Dia seorang Fatui Harbinger ke-6 yang kini tengah mengguncang Inazuma."
Kazuha: "Haha~ Maaf." 😅
Heizou: "Tidak perlu minta maaf. Aku sudah tahu kalau kau tidak tahu soal itu."
Kazuha: "Jadi, apa yang dilakukan seorang Harbinger di sini?"
Heizou: "Aku dengar The Balladeer menyebarkan Delusion secara ilegal, dan itu menyebabkan banyak korban."
Kazuha: "Delusion? Dari mana kamu tahu itu?"
Heizou: "Aku mendapatkan informasi dari Traveler. Traveler juga mengatakan bahwa temannya yang bernama Teppei adalah salah satu korban dari Delusion tersebut, hingga akhirnya meninggal secara tidak wajar."
Kazuha mendengarkan semua informasi yang dikatakan oleh Heizou dengan cermat. Delusion memang sangat berbahaya jika digunakan oleh orang yang tidak memiliki Vision.
Heizou: "Itulah kenapa aku datang ke sini. Aku dengar kalau The Balladeer ada di area ini."
Kazuha: "Kalau begitu aku pergi dulu. Aku tidak ingin mengganggu penyelidikanmu."
. .
Kazuha duduk di tepi pantai dekat Kannazuka untuk bersantai sejenak. Beberapa saat kemudian, Kazuha dikejutkan oleh Traveler yang tiba-tiba muncul entah dari mana.
Traveler: "TOLONG MINGGIR!!!"
Kazuha kaget melihat Traveler yang tiba-tiba meluncur dari langit. Sepertinya Traveler sedang tidak fokus saat hendak meluncur tadi, sehingga sayapnya belum siap untuk mengepak sempurna.