Traveler: "Apa kau bisa mengantarkanku ke Inazuma?"
Kazuha: "Eh-?"
Kazuha terkejut dengan pertanyaan yang tiba-tiba datang dari Traveler. Kazuha kemudian bertanya alasan mengapa sang Traveler ingin pergi ke sana, dan Traveler menjawab pertanyaan itu dengan tenang.
Traveler: "Sepertinya di sana aku akan menemukan petunjuk tentang saudaraku."
Mendengar hal itu, Kazuha tidak tega dan hatinya tergerak untuk membantu. Namun, niatnya terhalang oleh statusnya yang saat ini masih menjadi buronan di tanah kelahirannya sendiri.
Kazuha: "Coba kamu tanya pada Anegimi, Traveler. Karena kalau mau ke Inazuma, harus ada kapal untuk bisa sampai ke sana."
Traveler: "Baiklah, akan kutanya pada Kapten Beidou. Terima kasih, Kazuha!"
Kazuha hanya tersenyum sambil melambaikan tangan melihat Traveler yang perlahan berjalan menjauh.
Di tangannya, ia masih menggenggam erat Vision milik Tomo yang sekarang warnanya telah meredup menjadi abu-abu karena tidak memiliki pemilik lagi. Kazuha sangat ingin mengembalikan pendaran cahaya Vision tersebut seperti semula.
.
.
Demi membantu Traveler berlayar, Beidou menggelar turnamen pertarungan Crux Clash di Guyun Stone Forest dengan Vision tanpa pemilik tersebut sebagai hadiah utamanya. Traveler berhasil menjuarai turnamen, bahkan Kazuha sempat menunjukkan kehebatannya mengejar pencuri yang mencoba membawa lari Vision tersebut.
Setelah perbekalan siap dan kepercayaan terjalin, kapal The Crux akhirnya bertolak menerjang badai petir yang mengepung Inazuma.
.
.
*Kazuha POV*
Setibanya di pelabuhan Inazuma, Traveler turun terlebih dahulu dan diikuti oleh Anegimi di belakangnya. Aku tidak ikut turun. Aku hanya menyaksikan Anegimi, Traveler, dan Thoma yang sedang berbincang-bincang dari atas kapal.
Beberapa saat kemudian, Anegimi berbalik dan kembali menaiki kapal.
Beidou: "Kau tidak apa-apa?"
Kazuha: "Um." (Mengangguk pelan)
Kami pun pergi berlabuh meninggalkan pelabuhan Inazuma.
.
.
Beberapa hari setelah mengantarkan Traveler, aku mendengar kabar angin bahwa situasi Inazuma kini terpecah menjadi dua kubu perselisihan. Dan yang lebih mengejutkan lagi, aku mendengar kabar bahwa Gorou berada di kubu pasukan pemberontak (Watatsumi Island) dan menjabat sebagai wakil kapten!
Beidou: "Ayo kita bantu mereka! Kalian, arahkan kapal ke Inazuma!!!"
Awak Kapal: "BAIK, ANEGIMI!"
Kazuha: "Aku akan membantu menurunkan tirai."
Beidou: "Kau tetap di Liyue saja, Kazuha."
Kazuha: "Aku akan ikut denganmu, Anegimi."
Beidou: "Beneran tidak apa-apa?"
Kazuha: "Ya, aku juga mendengar temanku ada di sana."
Beidou: "Baik, jangan memaksakan dirimu."
Kazuha: "Baik."
Semua orang mulai bergegas naik ke kapal. Aku melangkah cepat untuk mengangkat tangga kapal. Namun tiba-tiba, aku mendengar suara teriak seseorang yang menyuruhku untuk tidak menaikkan tangganya dulu.
Heizou: "TUNGGU, JANGAN NAIKKAN TANGGANYA!!!"
Kazuha: "Heizou?"
Heizou: "Aku juga ikut bersama kalian!"
Heizou segera menaiki tangga kapal. Kami pun bergegas berangkat menuju Inazuma. Di atas kapal, Heizou meminta maaf kepada Anegimi karena menaiki kapal tanpa izin terlebih dahulu.
Beidou: "Tidak apa-apa! Lebih banyak orang yang membantu akan lebih baik."
Heizou: "Terima kasih, Kapten!"
Seperti biasa, perjalanan menuju Inazuma tidak pernah semulus yang dikira. Para awak kapal berusaha sekuat tenaga menaklukkan badai petir yang terus bermunculan dan air laut yang terus bergejolak hebat.
Tak berselang beberapa hari, akhirnya kapal The Crux berhasil tiba di pelabuhan Inazuma. Semuanya mendesah napas lega setelah mengerahkan seluruh tenaga mereka sepanjang perjalanan.
Beidou: "Kita istirahat dulu!"
Awak Kapal: "Baik, Anegimi!"
Beidou: "Kalian berdua juga!"
Kazuha: "Baik, Anegimi."
Heizou: "Baik, Kapten!"
Mereka menuruti perkataan Beidou dan segera beristirahat. Kazuha dan Heizou kemudian ditarik oleh Beidou menuju sebuah kedai makan yang letaknya tidak jauh dari sana.
Beidou: "Ayo isi tenaga dulu sebelum berperang!"
Heizou: "Siap, Kapten!"
Kazuha: "Haha~"
Mereka duduk dan mulai memesan makanan. Tentu saja pesanan Beidou tidak luput dari botol sake. Namun, Kazuha langsung melarang Beidou meminumnya karena khawatir akan mempengaruhi refleksnya saat bertarung di medan perang nanti. Beidou pun mendengarkan nasihat Kazuha dan membatalkan pesanan sakenya.
Bersambung~
KAMU SEDANG MEMBACA
Sorrow Deeper Than Death [END]
Fiksi PenggemarKematian Tomo menyisakan luka yang teramat dalam bagi Kaedehara Kazuha. Penyesalan demi penyesalan terus membayanginya, meratapi setiap kata yang pernah terucap sebelum sahabat sekaligus cinta pertamanya itu gugur di bawah tebasan Musou no Hitotachi...
![Sorrow Deeper Than Death [END]](https://img.wattpad.com/cover/329145922-64-k24211.jpg)