Air Mata di Bawah Rembulan

610 65 2
                                        

​Selesai bercerita...

​Kazuha: "Jadi begitulah."

​Scara: "....."

​Kazuha: "Scara-san?"

​Scara: "....."

​Setelah Kazuha selesai bercerita, Scara langsung terdiam paku. Ia tidak tahu harus berkata apa, dan di sisi lain, suatu tempat di dalam dadanya terasa begitu nyeri.

​Scara: "Jadi... bagaimana perasaanmu sekarang setelah dia tiada?"

​Scara langsung menanyakan pertanyaan yang sangat sensitif. Dirinya sendiri sadar betul mengenai kata-kata yang baru saja keluar dari mulutnya. Scara menatap Kazuha dan melihat ekspresi yang membuat hatinya makin berkecamuk.

​.
.

​Kazuha: "Entahlah... Aku tidak tahu."

​.
.

​Scara melihat Kazuha tersenyum pahit senyuman yang terasa manis namun menyayat hati di saat yang bersamaan. Ibarat matahari yang memaksakan dirinya agar terus bercahaya. Scara tahu betul tatapan Kazuha saat ini mengisyaratkan bahwa Kazuha masih mencintai temannya yang sudah meninggal itu.

​Scara: "Maafkan aku karena bertanya..."

​Kazuha: "Tidak apa-apa, Scara-san."

​Scara: "Jadi, apa arti dirinya bagimu?"

​Lagi-lagi mulut Scara melontarkan pertanyaan sensitif. Suasana mendadak menjadi sangat sepi.

​Kazuha: "....."

​Scara: "Ah— aku mengacau lagi."

​Kazuha: "Ahaha, tidak apa-apa. Sebenarnya dia hanya sebatas 'teman' perjalanan biasa, tidak lebih dari itu."

​Scara tersenyum pahit. Dia tahu bahwasanya Kazuha telah berbohong di balik senyumnya itu. Dan melihat mata Kazuha, Scara langsung tahu bahwa di balik binar mata itu terdapat kerinduan yang amat dalam kepada "teman"nya tersebut.

​Scara: "Maafkan aku..."

​Kazuha: "Ahaha~ Sudah kubilang ini bukan salahmu. Kamu tidak salah apa-apa, Scara-san."

​Scara: "....."

​Mereka berdua kembali hening. Suara jangkrik di luar sana terdengar jelas menyelimuti keheningan di antara mereka. Kazuha merasa tidak enak kepada Scara karena menceritakan masa lalunya bersama Tomo.

​Kazuha: "Apa kau tahu apa yang aku alami setelah itu, Scara-san?"

​Scara: "E-umh...?"

​Kazuha: "Aku jadi buronan di kampung halamanku sendiri, tempat di mana aku lahir."

​Scara: "....."

​Kazuha: "Aku juga sempat mengunjungi makamnya sebelum kepergianku."

​Scara: "....."

​Kazuha: "Aku tidak ingat jelas pada saat itu, tapi sepertinya aku bertemu dengan seorang gadis yang telah menolongku."

​Scara: "....."

​Kazuha: "Gadis itu sangat baik karena sudah merawat lukaku."

​Scara: "APA?!"

​Scara terkejut setengah mati dengan apa yang baru saja dia dengar. Dia mencoba bertanya lagi kepada Kazuha, dan jawaban Kazuha tetap sama.

​Kazuha: "Kuharap... aku bisa bertemu lagi dengannya."

​Scara: "O-oh ya, apa kamu tidak kembali pulang?"

​Scara langsung mengalihkan topik karena saat ini ia tengah tersulut oleh api cemburu dan kesalahpahaman. Kazuha mengatakan kalau dia tidak apa-apa.

​Kazuha: "Aku akan menemanimu di sini."

​Scara: "E-eh, itu tidak perlu. Aku baik-baik saja."

​Kazuha: "Jangan memaksakan dirimu, Scara-san. Kamu terluka dan aku bisa menebak kalau kepalamu masih sakit."

​Scara: "Sungguh, aku beneran tidak—"

​Scara berusaha menolak, tetapi Kazuha tetap memaksa. Dan sejujurnya, apa yang dikatakan Kazuha memang benar.

​Scara: "Akh—!"

​Scara mendadak merasakan sakit yang sangat menusuk di kepalanya seperti ada benda tumpul yang menghantam tepat di atas kepalanya.

​Kazuha: "Scara-san!!"

​Kazuha merebahkan Scara kembali ke tempat tidur. Scara kali ini tidak bisa berbuat apa-apa dan hanya menuruti perlakuan Kazuha.

​Scara: "Maaf merepotkanmu... Seharusnya kau meninggalkanku saja di sana."

​Kazuha: "Apa maksudmu?! Kamu adalah temanku. Aku tidak akan membiarkan temanku dalam bahaya, apa pun yang terjadi!"

​Scara terdiam sejenak, kemudian mengucapkan selamat malam kepada Kazuha. Ia membalikkan badannya memunggungi Kazuha.

​.
.

​Scara: ('Teman'... ya...)

​.
.

​Setelah Kazuha tertidur lelap, Scara beranjak perlahan dari tempat tidurnya dan berjalan keluar mencari tempat yang sepi. Di sana, Scara duduk dan memandangi cahaya bulan yang saat itu bersinar terang di langit malam.

​Scara: "Kenapa...?!"

​Suara Scara bergetar hebat. Dia tidak boleh memperlihatkan sisi lemahnya ini kepada siapa pun termasuk Kazuha.

​Scara: "Ternyata kau masih mencintainya..."

​Perlahan-lahan, cairan bening jatuh menetes dari kelopak matanya. Ya... Scara saat ini sedang berusaha keras menahan tangisnya, tapi sia-sia karena air mata itu sudah tumpah membasahi pipinya.


Bersambung~

Halo guys.... 👋

Karna besok sudah lebaran idul Fitri saya ingin mengucapkan selamat hari raya idul Fitri mohon maaf lahir dan batin🙏

Sampai jumpa Minggu depan 👋😁

Sorrow Deeper Than Death [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang