Hancurnya Perasaan

441 53 10
                                        

Kazuha: "Maafkan aku, Scara-san, tapi kita akhiri semuanya sampai di sini."

​.
.

​Scara marah besar kepada Kazuha. Ia menampar Kazuha.

​Scara: "APA MAKSUDMU, HAH?! KAU KIRA KAU BISA SEENAKNYA KEPADAKU SEPERTI INI?!"

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

​Scara: "APA MAKSUDMU, HAH?! KAU KIRA KAU BISA SEENAKNYA KEPADAKU SEPERTI INI?!"


​Scara sudah tidak bisa mengontrol emosinya dan menghancurkan barang-barang yang ada di rumah Kazuha. Ia sekarang tidak peduli apakah itu barang berharga atau tidak.

​Scara: "Kenapa?! Kenapa, Kazuha?! Apakah perjuanganku selama ini tidak berarti untukmu?!"

​Kazuha: "....."

​Scara: "Kenapa diam?! Beritahu aku alasanmu!!"

​Kazuha: "....."

​Scara masih memperhatikan Kazuha. Kazuha hanya diam seribu bahasa, mengunci mulutnya rapat-rapat. Di dalam hati Scara yang paling dalam, ia merasa sangat kecewa pada Kazuha saat ini.

 Di dalam hati Scara yang paling dalam, ia merasa sangat kecewa pada Kazuha saat ini

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

​Kazuha: "....."

​Scara: "Kukira kita akan bahagia bersama, tapi tampaknya cuma aku sendiri yang berpikir begitu."

​Scara masih melihat Kazuha yang terus membisu. Scara sudah tidak tahu lagi apa yang telah ia lakukan. Scara kemudian berbalik, membanting pintu, dan keluar dari rumah Kazuha dalam keadaan kacau balau. Kazuha tetap diam melihat Scara yang pergi dalam kondisi tersebut.

​.
.

​Scara kini telah berlari entah ke mana kakinya melangkah. Langkah kakinya mengarahkannya ke sebuah padang rumput yang dulu pernah ia dan Kazuha kunjungi.

​Scara terengah-engah setelah cukup lama berlari. Ia membawa tubuhnya mendekat ke pohon besar yang ada di sana. Di tempat itu Scara berlutut sambil memegangi dadanya, berusaha menahan tangis yang sedari tadi ia tahan, namun tidak berhasil.


​Scara menangis sekuat-kuatnya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

​Scara menangis sekuat-kuatnya. Kini ia tidak peduli ada orang atau tidak yang melihatnya. Di pikirannya sekarang hanyalah berbagai macam pertanyaan tentang mengapa Kazuha melakukan ini padanya setelah semua hal yang telah mereka lalui bersama.

​Scara: "Ha... ha... ha... Aku dibuang lagi..."

​Scara menangis menertawakan dirinya sendiri karena harapan yang perlahan sempat tumbuh di hatinya.

​Scara: "Kukira kamu tidak sama dengan mereka... Ternyata sama saja."

​.
.

​Scara: "Aku benar-benar tidak diperlukan di sini..."

​Scara kemudian mengusap air matanya, lalu pergi meninggalkan padang rumput tersebut.

​.
.

​Tsaritsa: "Ajax, bagaimana perkembangan di Inazuma sekarang?"

​Childe: "Semua berjalan sesuai rencana Anda, Tsaritsa-sama. Kini The Balladeer tengah pergi untuk memantau situasi."

​Tsaritsa: "Bagus, aku tunggu kabar baik kalian."

​Percakapan berakhir. Childe merasa cemas karena ia barusan berbohong kepada atasannya.

​Childe: "Sial, cari si cebol itu sampai ketemu! Jangan sampai kalian membuat keributan!"

​Bawahan: "Baik, Bos!"

​Beberapa waktu kemudian, Childe melihat Scara berjalan menuju kamarnya dalam keadaan lesu.

​Childe: "Oi, cebol! Dari mana saja kau?"

​Childe menanyai Scara, tetapi tidak dijawab. Childe menarik tangan Scara, lalu bertanya lagi.

​Childe: "Oi, jangan mengabaikanku!"

​Childe melihat wajah Scara yang kacau, dan dari sana Childe tahu ada sesuatu yang tidak beres dengan Scara.

​Childe: "Oi, kau kenapa?"

​Scara berusaha melepaskan genggaman tangan Childe darinya, tetapi tidak bisa. Seluruh tenaganya seperti sudah terkuras habis; ia tidak lagi memiliki tenaga.

​Scara: "Lepaskan aku..."

​Childe terkejut. Ia segera melepaskan genggaman tangannya, lalu memperhatikan Scara yang berbalik dan berjalan masuk ke dalam kamarnya.

​.
.

​Scara masuk dan menutup pintu kamarnya. Ia melihat sekeliling dengan tatapan nanar. Scara berjalan mendekati tempat tidurnya, namun saat hendak melangkah, Scara tiba-tiba berhenti dan menoleh ke arah cermin yang ada di sampingnya.

​Scara: "....."

​Scara melihat pantulan dirinya di cermin. Tak terasa waktu berlalu, hingga akhirnya ia bersuara.

​Scara: "Jadi seperti ini penampilanku di matanya..."

​.
.

​Scara: "Di matanya, aku seperti orang yang ingin dikasihani..."

Bersambung ~

Sorrow Deeper Than Death [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang