Jejak Daun dan Suara langkah

1.8K 107 5
                                        

Aku terlambat menyadarinya...

​Aku menyesal...

​Aku akan membalaskan dendam kematianmu...

​Jangan lakukan ini padaku...

​Jangan tinggalkan aku...

​Jangan biarkan aku sendiri di sini...

​Tolong... jangan pergi...

​.
.
.

​Matahari sudah menampakkan dirinya. Seorang pemuda dengan surai berwarna abu-abu dengan highlight berwarna merah bangun dari tidurnya dengan acak-acakan. Ia beranjak dari tempat tidur dan segera menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.

​Setelah ia memperbarui diri dan berpakaian rapi, ia kemudian keluar dari kamar yang ditempatinya. Di dalam kapal yang sedang ia naiki itu, terdapat seorang perempuan yang terlihat kuat dengan penutup mata di sebelah kanan yang merupakan kapten dari The Crux dan beberapa awak kapal.

​Beidou: "Yo Kazuha, kau sudah bangun. Ayo kita makan. Hari ini Xiangling mengirimkan beberapa makanan enak untuk kita!"

​Kazuha: "Baik, Anegimi."

*****

*​Flashback On*

​Awal mulanya Kazuha bertemu dengan Beidou ini ketika ia hendak bunuh diri dengan cara terjun dari tebing. Beidou yang melihat Kazuha sedang melompat dari tebing itu dengan segera mendekatkan kapalnya ke titik tempat Kazuha terjatuh tadi, lalu melompat menyelamatkan Kazuha.

​Kazuha ditarik ke permukaan dalam keadaan pingsan.

​Setelah Kazuha sadar, Beidou menawarkan kepada Kazuha untuk berkelana bersamanya. Beidou tahu kalau Kazuha sudah menjadi buronan dan tidak tahu arah tujuannya, tetapi Beidou masih memberikan kesempatan baginya. Kazuha hanya termenung, lalu mengiyakan tawaran Beidou karena saat itu di pikirannya hanya tersisa kehampaan.

*​Flashback Off*

*****

​Semua yang ada di kapal, termasuk Kazuha, mulai memakan makanan yang dikirim oleh Xiangling.

​Beidou: "Enak sekali! Kurasa aku bisa mati dengan tenang jika makanannya seenak ini."

​Kazuha: "Haha, tidak sampai mati juga, Anegimi."

​Beidou: "Makanan ini terasa kurang jika tidak ada sake. Hei yang di sana, bawakan aku beberapa sake!"

​Suasana di tempat makan itu sangat ramai. Semuanya tersenyum bahagia sambil menikmati makanan seperti sedang berpesta pora. Kazuha yang ada di sana hanya tersenyum tipis sambil menikmati makanan yang ada di depannya.

​.
.
.

​Beberapa waktu pun berlalu. Kapal Beidou telah sampai dan berlabuh di Inazuma.

​Kazuha: "Kalau begitu aku akan turun di sini, Anegimi."

​Beidou: "Oo~ hati-hati Kazuha!" (melambaikan tangan)

​Kazuha: "Baik, Anegimi." (tersenyum)

​Akhirnya Kazuha kembali ke kampung halamannya setelah berkelana ke sana kemari. Setelah Kazuha pergi dari kapal, ia segera pergi ke Grand Narukami Shrine. Ia tidak lupa akan statusnya saat ini yakni sebagai seorang buronan. Kazuha menyamar dengan mengenakan topi jerami di kepalanya untuk menyembunyikan wajahnya.

​Setibanya di sana, Kazuha langsung mengarahkan langkahnya ke sebuah batu besar yang ada di sekitar area Narukami Shrine. Di sana terlihat sebuah pedang yang tampak usang tertancap pada gundukan tanah, yang di sampingnya terdapat sebuah Vision redup.

​Kazuha: "Apa aku terlambat lagi..."

​Kazuha mulai berbicara dengan gundukan tanah dan pedang tersebut, yang diyakini merupakan sebuah makam.

​Kazuha: "Kau tahu bagaimana perasaanku saat melihatmu mati di depan mataku? Kurasa kamu tidak tahu akan hal itu."

​.
.

​Kazuha: "Kau tidak memedulikan perasaanku dan malah pergi seenaknya tanpa ada kata perpisahan. Apa tujuanmu melakukan ini padaku?"

​.
.

​Kazuha mengambil Vision yang terletak di samping makam itu, meluapkan semua emosi yang selama ini ia tahan kepada gundukan tanah tersebut. Kata demi kata dilontarkannya pada gundukan itu, meskipun ia tahu bahwa tidak akan ada manfaatnya.

​Setelah berbicara panjang lebar menumpahkan semua emosinya, Kazuha perlahan menangis.

​Kazuha: "Kenapa?... Kenapa kau tega denganku... KENAPA, TOMO?!"

​Kazuha mulai menangis histeris setelah mengucapkan nama Tomo.

​Kazuha dan Tomo merupakan dua orang pengembara yang mencari kebenaran tentang sesuatu. Suatu hari, Tomo mendengar tentang orang terkuat di Inazuma. Tomo merasa tertantang mendengar nama Raiden Shogun, lalu pergi ke tempat Raiden Shogun berada dan mengajaknya untuk berduel. Tapi sayangnya, dengan perbedaan kekuatan dan pengalaman tersebut membuat "sahabat" Kazuha itu meninggal.

​Kazuha: "Aku ingin kembali ke masa itu..."

​Isak Kazuha menahan suaranya sambil menggenggam erat Vision di tangannya. Kazuha masih tidak bisa melenyapkan sosok "sahabatnya" itu dari kepalanya.
​Beberapa detik kemudian, muncul ide gila dalam otak Kazuha. Ia membenturkan kepalanya ke batu besar yang ada di sana sampai darah segar keluar.

​Kazuha: "..."

​Kazuha yang sudah tidak waras itu tidak merasakan sakit apa pun. Ia bahkan tidak merasakan apa-apa saat membenturkan kepalanya itu berulang kali.

​???: "Apa yang kau lakukan?!"

​Kazuha: "..."

​Kazuha tidak peduli lagi suara siapa itu. Yang ada di pikiran Kazuha kini hanya ingin menyesali segalanya.



To be continue ~

Hai guys, aku kembali lagi dengan fanfic baru🥳👋

Kali ini aku membuat fanfic game genshin impact karena saya kekurangan asupan🗿

Semoga kalian suka dengan fanfic ini

Sampai jumpa Minggu depan 👋😁

Sorrow Deeper Than Death [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang