Genggaman Tangan Senja

493 54 8
                                        

Scara: (Kenapa Kazuha ada di sini?)

​Scara terheran saat melihat Kazuha yang berada di tepi pantai sambil memeluk kakinya. Scara menyuruh bawahannya untuk segera berpencar dan mengirim laporan mereka nanti. Para bawahan Scara pun bubar, menyisakan dirinya sendiri yang masih memperhatikan Kazuha dari kejauhan.

​Scara berjalan mendekati Kazuha dan menepuk pundaknya setelah berkali-kali memanggil namun tidak kunjung ada respon.

​Scara: "Kazuha..."

​Kazuha menoleh karena terkejut dengan kemunculan Scara yang tiba-tiba. Sementara itu, Scara juga terkejut melihat Kazuha yang sedang menangis.

​Scara: "Ada apa denganmu?! Siapa yang menyakitimu?!"

​Scara panik dan langsung emosi pada sosok yang telah membuat Kazuha menangis. Sementara Kazuha berusaha menenangkan Scara yang sedang emosional itu.

​Kazuha: "Tidak apa-apa, Scara-san... Ini... aku hanya kelilipan. Kamu lihat kan, pasir di pantai ini berterbangan dan masuk ke mataku."

​Scara: "Jangan bohong!"

​Kazuha: "Aku beneran tidak bohong, Scara-san."

​Scara tahu kalau Kazuha sedang berbohong padanya, tetapi ia tidak berani untuk bertanya lebih jauh. Ia hanya berinisiatif mendekati Kazuha, lalu duduk di sampingnya untuk menikmati pemandangan pantai di kala senja. Kazuha perlahan-lahan menggenggam tangan Scara, yang sontak membuat hati Scara meleleh.

​Kazuha: "Oh ya, Scara-san... kenapa kamu bisa ada di sini?"

​Scara: "!!!"

​Scara terlonjak kaget mendengar pertanyaan Kazuha. Ia berusaha tenang lalu menjawab pertanyaan tersebut.

​Scara: "Ada beberapa tugas yang harus kuselesaikan di dekat sini."

​Kazuha: "Ooh... kalau begitu ayo kita pergi. Aku akan membantu pekerjaanmu."

​Scara: "Boleh."

​.
.

​Scara: "APA?!"

​Kazuha: (Terkejut)

​Scara: "Maaf, aku tidak mendengar apa yang kamu katakan barusan. Bisa kamu ulang lagi? Hehe..."

​Kazuha: "Ooh, aku akan membantu pekerjaanmu. Pekerjaanmu masih belum selesai, kan?"

​Scara langsung panik bukan main mendengar ucapan Kazuha. Scara tidak mungkin bercerita kepada Kazuha bahwa "pekerjaan" yang dimaksud adalah menyebarkan Delusion.

​Scara: "Ti-tidak apa-apa, pekerjaanku sudah selesai dari tadi!"

​Kazuha: "Ooh, baiklah. Kalau begitu ayo kita pulang."

​Scara: "Umh..."

​Mereka berdua pulang sambil berpegangan tangan dengan suasana hati yang gembira, meski terselip sedikit perasaan kacau balau di dalam batin masing-masing.

​.
.

​Sesampainya di rumah...

​Kazuha membuka pintu rumahnya dan mereka masuk ke dalam. Setelah melangkah beberapa pijakan, Scara tiba-tiba jatuh terduduk. Kazuha terkejut.

​Kazuha: "Scara-san!!!"

​Scara: (Sial!)

​Kazuha: "Kamu kenapa?!"

​Scara: "Tidak apa-apa, aku sepertinya terlalu lelah. Haha..."

​Kazuha tanpa ba-bi-bu langsung menggendong Scara gaya bridal carry mengangkatnya ala tuan putri. Scara sedikit terkejut, tetapi ia merasa senang atas perlakuan tersebut.

​Scara: "Maaf, aku merepotkanmu..."

​Kazuha: "Tidak sepantasnya kamu bicara seperti itu, Scara-san."

​Scara: (Tersenyum lembut)

​Kazuha: (Wah... ternyata Scara-san bisa berekspresi seperti itu...)

​Kazuha kagum melihat ekspresi Scara barusan. Ekspresi yang biasanya Kazuha lihat dari Scara hanyalah ekspresi seperlunya saja, tetapi kali ini ia tersenyum begitu manis. Hal itu membuat Kazuha sedikit luluh, namun di sisi lain ia tahu betul bahwa ia hanya menjadikan Scara sebagai tempat pelarian.

​Kazuha: "Jangan tersenyum seperti itu padaku."

​Scara: "Hm...?"

​Kazuha: "....."

​Kazuha membaringkan Scara di tempat tidur lalu menyelimutinya. Kazuha juga pergi ke dapur untuk membuat beberapa makanan penambah stamina untuk Scara.

​Setelah selesai memasak, Kazuha membawa makanan tersebut ke dalam kamar dan meminta Scara untuk memakannya.

​Scara: "Terima kasih."

​Kazuha: "Aku akan menyuapimu."

​Scara: "Ti-tidak usah, aku akan makan sendiri."

​Lagi-lagi Scara salah tingkah. Ia mencoba meraih sendok, tetapi ujung-ujungnya sendok itu justru terlepas dari genggaman tangannya.

​Scara: "....."



Bersambung ~

Ada yang main genshin?, Udh sampai mana kalian guys?

Sorrow Deeper Than Death [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang