Sakala berjalan di lorong kosannya,ia berencana untuk membeli sarapan dulu di pagi ini. Suasana kosan saat itu masih tampak sepi, bahkan matahari pun belum bersinar dengan terang.
Langkahnya terhenti di depan sebuah kamar kosan, ia menoleh dan terdengar suara aktivitas di dalam sana.
"Kayanya nanti lebih baik ambil jalan lain,"
Ia mempercepat langkahnya, sesekali juga menoleh kebelakang namun ponselnya berdering, ia reflek berhenti lalu membuka ponselnya.
"Kak Wish?"
Itu pesan dari si teman yang mengingatkannya untuk berkumpul dulu di sebuah warkop sebelum pergi ke sekolah.
"Kayanya tadi gue lupa buka notebook,"
~~~~~
Arkha menatap makanan di depannya dengan perasaan tak tenang, ada perasaan aneh yang tiba2 muncul dibenaknya, Arkha tak tahu apa namun terasa mengkhawatirkan.
"Khan, jangan ngelamun mulu, ntar kesambet," ucap si kakak.
"Brisik," ucap Arkha sembari melanjutkan suapanya.
Tak lama kemudian seorang art datang menghampiri mereka.
"Maaf den, diluar ada temanya den Arkha," ucap art.
"Siapa bi," ucap Arkha.
"Yang waktu itu sempet main kesini den," ucap art.
Bila art nya masih ingat, berati kan yang baru2 ini datang?
"Suruh aja kesini bi, biar sarapan bareng," ucap Arkha.
"Baik den," ucap Art. Ia pun pergi.
Joan ya? Untuk apa anak itu datang lagi kesini.
Dan benar saja, art kembali bersama Joan.
"Ah sorry, lagi sarapan bareng ya," ucap Joan.
"Gak apa2, sarapan gue udah abis ni kebetulan, gue juga harus pergi sekarang ke kampus," ucap kakaknya Arkha. Yang memang tak lama kemudian ia berpamitan lalu pergi.
Hingga sekarang tersisa lah Arkha dan Joan di ruang makan itu.
"Gue ganggu loe?" ucap Joan.
"Gak, gue cuma bingung aja liat loe dateng," ucap Arkha.
"Kebetulan lewat aja sih, tiba2 kepikiran buat pergi bareng," ucap Joan.
"Oh," balas Arkha meskipun hatinya menggerutu. Ia kira Hesa yang datang, ternyata bukan.
Ada sensasi dingin yang melintas di belakang leher, hanya selewat namun terasa sangat dingin.
"Tau toko ayahnya Yoga dan tau juga soal Kaze, berarti emang salah satu diantara kita yang selesain ini."
Yoan mengatakan itu sembari melirik sini Gantha serta Kala membuat mereka merasa tak nyaman dan Gantha memilih duluan membuka suara.
"Ngapain loe liatin gue sama Kala kaya gitu." ucap Gantha.
"Loe tadi minta ngobrol berdua doang sama Kala." ucap Yoan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Undercover
Mystery / ThrillerBermain petak umpet bangunan kosong? Ini ide yang cukup gila namun siapa sangka, permainan ini diwujudkan oleh sekelompok remaja. Hesa serta teman-temanya merencanakan liburan bersama di villa, tak sekedar liburan karna pada malam hari mereka bermai...
