"Asisten saya akan menghubungi Anda mengenai pertemuan kita berikutnya."
"Baik, saya tunggu kabar baiknya."
Itu adalah percakapan sebelum pertemuannya dengan klien hari ini selesai. Untungnya semua berjalan lancar, walau ia tahu ada masalah baru yang datang menimpanya tadi siang.
Sesuatu yang menggemparkan media. Berita tentang hubungan ia dan Samuel yang bocor ke publik. Padahal dia tahu betul, tidak ada pihak luar yang tahu tentang hubungan mereka secara mendalam. Selain keluarga dan kerabat terdekat, siapa yang mungkin tahu hal-hal pribadi mereka? Pernikahan mereka pun berlangsung secara privat, jauh dari sorotan publik.
Lantas siapa yang membocorkan, jika bukan orang dalam yang tahu tentang ini? Atau-
Nazeea menggeleng pelan. Tidak-tidak, Samuel sudah berjanji untuk ikut andil dalam hal ini, tidak mungkin ia berkhianat.
Benar kan?
Nazeea terdiam, merenung memikirkannya. Seolah mencoba mencari kebenaran, tangannya tergerak untuk membuka laman berita yang beberapa saat lalu dikirim oleh sang Manajer. Berita yang sedang panas dibicarakan. Nazeea melihat tanggal dan waktu beritanya rilis, kedua alisnya menyatu.
2 Januari 2025 10.00 PM
Ini adalah tanggal pertemuan dan makan malam bersama ia dengan Samuel. Lebih tepatnya, jam Samuel keluar dari apartemennya.
Tunggu. Kenapa bisa kebetulan seperti ini?
Nazeea kembali diam namun hanya sesaat karena setelahnya, ia mulai membaca berita itu dengan saksama, semakin dibaca semakin memperkuat dugaannya. Hingga ia sampai pada akhir artikel. Matanya terpaku setelah membaca kalimat yang tertulis jelas di sana.
"Hal ini disampaikan langsung oleh Samuel saat wawancara dua hari yang lalu."
Matanya membelalak, kalimat itu menampar kesadarannya. Merusak asumsinya yang semula percaya pada Samuel. Kedua netra indah itu bergetar, tak mampu lagi menggenggam erat, dalam hitungan detik ponselnya terjatuh ke lantai. Memecah keheningan ruangan dengan bunyi yang tajam.
Nazeea terpaku, tubuhnya membeku. Ia tidak percaya dengan apa yang baru saja dibaca.
Selama ini, Nazeea percaya bahwa Samuel akan memegang teguh janjinya. Janji untuk menjaga hubungan mereka tetap rahasia, jauh dari mata dan telinga orang lain. Tapi sekarang, semuanya terasa berantakan. Seolah seluruh dunia tahu, dan Nazeea tak bisa bersembunyi lagi.
Satu janji yang dipegangnya erat kini terasa seperti pecahan kaca yang melukai genggamannya.
Namun, janji tetaplah janji-sesuatu yang seharusnya tak pernah ia gantungkan pada orang lain. Terlebih janji seorang Pria yang memang seharusnya tidak ia percaya sejak awal.
Untuk pertama kalinya, ia merasa dikhianati, bukan hanya oleh Samuel, tetapi juga oleh dirinya sendiri yang pernah menaruh harapan. Apa alasan Samuel melakukan ini? Apa yang membuatnya melanggar sesuatu yang dulu ia tegaskan sebagai kesepakatan hubungan mereka?
Nazeea mengusap wajahnya, mencoba mengusir segala pikiran yang berseliweran. Tetapi rasa sakit itu, kekecewaan itu, tak mau pergi.
"Ibu? Ibu mau ke mana, hari ini sedang hujan deras." Anna menatap kesibukan majikannya dengan raut penuh tanda tanya.
Melihat Nazeea yang akan pergi tiba-tiba disaat cuaca sedang seperti ini tentu membuatnya heran. Terlebih sekarang sudah pukul tujuh malam. Dan tak lama waktu kerjanya hari ini akan selesai, setelah siap menyelesaikan makan malam.
Anna adalah pelayan rumah tangga pribadi yang sudah bekerja tiga tahun dengannya. Pekerjaan yang dilakukannya tidak jauh-jauh dari mengelola kebutuhan pribadi, merawat pakaian (termasuk menyetrika dan mencuci), menyajikan makanan dan minuman dari mulai sarapan hingga makan malam. Pekerjaannya pun live out, dengan jam kerja biasanya 07.00-08.00 pagi dan berakhir 05.00-07.00 malam. Anna hanya bekerja jika Nazeea ada di apartemen, jika tidak, ia tidak bekerja.
KAMU SEDANG MEMBACA
GESTICULATE
RomanceHidup dalam pernikahan yang dingin, di mana cinta dan kasih sayang tak pernah hadir. Itulah yang dialami Nazeea. Dia terjebak dalam rutinitas, tak pernah menghargai kehadiran Samuel, bahkan menganggapnya sebagai beban. *** Hingga pada suatu hari, sa...
