___
"Aku ingin percaya padamu, tapi aku juga takut terlalu banyak memberi dan akhirnya terluka.”
___
Setelah cukup lama dirawat, akhirnya Samuel diperbolehkan pulang. Namun, sebelum itu, ia harus mendengarkan serangkaian nasihat dari dokter—tentang batasan fisiknya, obat yang harus diminum, dan pentingnya istirahat total.
Hari ini adalah hari kepulangannya, dan rumah sakit terasa lebih ramai dari biasanya. Banyak orang yang ikut membantu, mulai dari Eleanor dan Gregory, hingga keluarga Nazeea. Tapi keluarga Nazeea tidak ikut ke rumah sakit, mereka memilih untuk menunggu dan menyambutnya di kediaman Morales saja.
Di dalam kamar perawatan, perawat tengah memastikan semua sudah siap. Gregory mengurus administrasi, sementara Eleanor berbicara dengan dokter untuk memastikan tidak ada yang terlewat. Nazeea sendiri hanya berdiri di dekat jendela, memperhatikan semuanya dalam diam.
Ketika perawat datang dengan kursi roda, Samuel menatapnya dengan ekspresi ragu. Ia ingin berjalan sendiri, tapi tatapan Eleanor langsung menghentikan niatnya.
“Jangan memaksakan diri,” kata dokter dengan tegas. “Lukamu memang sudah membaik, tetapi tubuhmu masih butuh waktu untuk pulih sepenuhnya. Jangan lakukan aktivitas berat, jangan terlalu stres, dan pastikan untuk beristirahat dengan cukup.”
Samuel mengangguk sabar. “Saya mengerti, Dok.”
Eleanor yang berdiri di sampingnya menghela napas. “Kau memang mengerti, tapi aku harap kau juga mematuhinya.”
Gregory tertawa kecil. “Samuel? Tidak keras kepala? Aku ingin lihat bagaimana hasilnya.”
Samuel melirik mereka sekilas, lalu kembali menatap dokter. “Aku janji akan beristirahat.”
Dokter tersenyum kecil, kemudian beralih pada Nazeea yang berdiri agak jauh. “Dan Nazeea,” katanya lembut, “pastikan kau mengawasinya dengan baik.”
Nazeea sedikit tersentak, lalu mengangguk pelan. “Baik, Dok.”
Dokter melanjutkan. “Samuel masih membutuhkan pengawasan, terutama dalam beberapa minggu ke depan. Pastikan ia tidak melewatkan jadwal minum obat dan jangan biarkan dia terlalu lama duduk atau berdiri.”
“Dan satu hal lagi—jangan membantah jika Nazeea atau keluargamu menyuruhmu untuk beristirahat. Kau mungkin merasa lebih baik, tetapi tubuhmu belum sepenuhnya pulih. Terlalu cepat memaksakan diri hanya akan memperlambat proses pemulihan.”
Nazeea melirik Samuel sekilas, lalu kembali menunduk.
Dokter kemudian menatap Nazeea dengan sungguh-sungguh. “Ini juga bukan hal yang mudah bagimu. Merawat seseorang yang sedang dalam masa pemulihan membutuhkan kesabaran. Tapi aku yakin kau bisa.”
“Saya akan berusaha, Dok.” Nazeea menjawab.
Dokter tersenyum puas, lalu beralih ke Eleanor dan Gregory. “Tolong pastikan juga bahwa ia tidak terlalu banyak berpikir atau merasa terbebani dengan sesuatu.”
Eleanor mengangguk cepat. “Tentu saja. Kami akan memastikan dia tidak melakukan hal-hal yang bisa membahayakan kesehatannya.”
Setelah itu, dokter berpamitan dan meninggalkan ruangan. Nazeea masih berdiri di tempatnya, diam, sementara Samuel menatapnya sesaat sebelum mengalihkan pandangannya.
Gregory yang tak sengaja melihat interaksi singkat itu hanya mengangkat alis, tapi tidak mengatakan apa-apa. Namun, tatapan matanya menyiratkan bahwa ia menyadari sesuatu yang tidak diungkapkan keduanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
GESTICULATE
RomanceHidup dalam pernikahan yang dingin, di mana cinta dan kasih sayang tak pernah hadir. Itulah yang dialami Nazeea. Dia terjebak dalam rutinitas, tak pernah menghargai kehadiran Samuel, bahkan menganggapnya sebagai beban. *** Hingga pada suatu hari, sa...
