___
“Terkadang, yang paling menyakitkan bukanlah kebencian, tetapi kebisuan yang dibiarkan terlalu lama.”
___
Nazeea Edavane Mahendra—lebih dikenal sebagai Nazeea Mahendra. Sosok yang selalu tampil sempurna di hadapan kamera, seorang aktris dan model yang tak pernah goyah oleh sorotan, dengan senyum yang selalu terukir di wajahnya dan mata yang berkilat dengan percaya diri.
Di balik namanya yang bergema di industri hiburan, tersembunyi kisah yang jauh dari gemerlap. Sebuah kehidupan yang tak seindah layar kaca.
Nazeea bukan hanya sekadar nama yang dipuja banyak orang, tetapi juga seorang wanita yang berusaha memahami dirinya di tengah kebisingan dunia yang tak pernah benar-benar mengenalnya.
Samuel Tanner Morales—seorang pebisnis yang mewarisi usaha keluarga di bidang konstruksi dan infrastruktur, juga Real estate. Di luar sorotan media, Samuel memiliki nama yang dihormati dikalangan bisnis.
Samuel dikenal sebagai pemimpin yang strategis dan visioner di dunia bisnis. Ia telah memimpin perusahaan keluarganya mencapai kesuksesan yang signifikan dan membangun reputasi sebagai salah satu pebisnis paling sukses di industri.
Pernikahannya dengan Nazeea bukanlah pernikahan penuh cinta seperti orang-orang, melainkan hubungan yang dingin dan berat sebelah. Samuel tahu bahwa istrinya membencinya, tetapi ia tetap bertahan, terikat oleh perasaan yang tak pernah bisa ia ungkapkan dengan cara yang benar.
Lantas, kenapa mereka menikah jika Nazeea membenci Samuel?
Pernikahan mereka bukanlah hasil dari kisah cinta yang tumbuh dengan indah, tetapi sebuah keputusan yang diambil tanpa melibatkan hati Nazeea. Ia dipaksa menerima Samuel atas desakan keluarganya, sementara hatinya tak pernah benar-benar menerima kehadiran pria itu dalam hidupnya.
“Aku tidak mau menikah dengannya,” ujar Nazeea dengan suara tegas. Menolak langsung setelah mendengar papa menjelaskan maksud untuk memanggil dirinya kemari.
Di hadapannya, sang Papa duduk dengan postur tegap, sementara Mamanya bersandar anggun di sofa, jemarinya melingkari cangkir teh yang masih mengepulkan uap tipis.
“Jangan bersikap kekanak-kanakan, Nazeea,” ujar ibunya dengan nada dingin. “Pernikahan ini bukan sesuatu yang bisa kau tolak begitu saja. Ini keputusan keluarga.”
Nazeea menatap mereka dengan tatapan tidak percaya. “Keputusan keluarga? Sejak kapan hidupku menjadi milik kalian untuk diatur sesuka hati?”
Ayahnya menghela napas panjang, lalu menatapnya lurus. “Sejak kau lahir dengan nama Mahendra. Kau bukan gadis biasa yang bisa memilih seenaknya. Keluarga kita memiliki tanggung jawab dan kau harus mengerti itu.”
Nazeea mencengkeram rok yang ia kenakan, berusaha meredam amarahnya. “Aku tidak peduli dengan tanggung jawab itu. Aku punya hak atas hidupku sendiri!”
Mamanya meletakkan cangkir teh ke atas meja kaca tanpa suara, lalu bersuara lebih pelan, tetapi menusuk. “Jika kau menolak, Nazeea, kau tahu apa yang akan terjadi?”
Nazeea terdiam. Ada sesuatu dalam nada suara mamanya yang membuat tengkuknya meremang.
“Keluarga Morales adalah investor terbesar kita. Jika kau menolak pernikahan ini, mereka bisa menarik investasi mereka. Dan kau tahu apa artinya? Perusahaan ini runtuh, karyawan kehilangan pekerjaan, dan kau ...” Ia menyandarkan tubuhnya ke kursi, matanya meneliti ekspresi putrinya. “Kau tidak akan memiliki tempat lagi di rumah ini.”
KAMU SEDANG MEMBACA
GESTICULATE
Roman d'amourHidup dalam pernikahan yang dingin, di mana cinta dan kasih sayang tak pernah hadir. Itulah yang dialami Nazeea. Dia terjebak dalam rutinitas, tak pernah menghargai kehadiran Samuel, bahkan menganggapnya sebagai beban. *** Hingga pada suatu hari, sa...
