WARNING : Sexual content (18+)
Sebagai anggota keluarga kerajaan yang kedudukannya tinggi dan terhormat, semua orang disekeliling Soobin diwajibkan untuk menggunakan inhibitor secara berkala agar aroma feromon tidak mengganggu kegiatannya. Keberadaan omega sendiri adalah kelangkaan sehingga untuk bertemu dengan mereka dalam keadaan heat mustahil untuk terjadi.
Sampai saat ini, Soobin memangku Kai yang sedang heat dan untuk sesaat otaknya membeku. Jika orang lain mencium aroma manis feromon omega yang sedang heat, sudah dipastikan mereka akan segera kehilangan akal karena aroma ini benar-benar memikat. Soobin tidak terkecuali, namun karena ia selalu mengonsumsi inhibitor berkualitas tinggi, aroma feromon Kai tidak langsung membuatnya kehilangan akal, namun cukup sulit baginya untuk mengendalikan diri.
Terlebih, Kai yang terbangun dari pingsannya kini bukan seperti Kai yang ia kenal. Tatapannya berkabut, menatap Soobin dalam dambaan dan sentuhan jari-jari rampingnya di pipi Soobin terasa panas. Kai dalam keadaan normal sudah pasti tidak akan pernah melakukannya.
Soobin menggeram. Kai sedang tidak dalam kendali pikiran yang jernih dan ia sebagai alpha yang terhormat tidak akan dibenarkan untuk mengambil keuntungan dalam keadaan sempit. Soobin menurunkan tangan Kai di pipinya, mengeraskan rahang dan bersuara keras kepada pengemudi kereta kuda di depan.
"Kembali ke istana pribadiku, cepat!"
Pengemudi di depan merasakan ada sesuatu yang salah tapi ia mematuhi perintah tanpa bertanya. Bagi seorang beta yang tidak bisa mengendus aroma feromon seperti dirinya, ia tidak tahu ada kegaduhan kecil yang terjadi di dalam bilik kereta.
Tidak mungkin untuk membawa Kai kembali ke Istana Mahkota—tempat para kandidat tinggal—karena pasti akan memicu keributan besar. Orang-orang yang tidak menyukai Kai pasti akan menggunakan kesempatan ini untuk menjatuhkannya karena sengaja tidak menggunakan inhibitor dan memfitnah Kai menggoda Soobin dengan cara yang murahan.
Soobin menahan napas susah payah karena aroma manis ini menusuk hidung dengan sangat menggoda dan membuat bagian tertentu dari tubuhnya terasa sesak.
"Tolong tahan sebentar."
Kai yang tidak dalam keadaan akal jernih menatapnya bingung karena Soobin menolak undangannya. Di dalam kepala Kai saat ini, ia berpikir bahwa alpha di depannya adalah miliknya, dan sudah seharusnya alpha membantu omega saat sedang dalam periode heat, bukan?
Ia tidak mengerti kenapa Soobin menolak. Apakah karena ia tidak cukup pantas untuk melakukan hal-hal intim dengannya? Tebakan dangkal yang tidak pada tempatnya itu membuat suasana hati Kai langsung mendung. Kesedihan terlihat jelas di wajahnya dan perlahan lapisan tipis air mata menggenang di kelopak mata.
"Alpha menolakku." Suara tipis yang bergetar itu masuk ke telinga Soobin.
Kai yang terlihat sangat tersakiti melompat turun dari pangkuannya dan hendak menjauh. Namun tepat saat ia berdiri, salah satu roda kereta menginjak batu tajam sehingga untuk sesaat kereta berguncang hebat. Bagian kepala Kai terantuk dengan langit-langit kereta yang rendah dan ia mengaduh dengan air mata yang siap tumpah.
Soobin merasa geli di dalam hatinya akan tingkah laku yang lucu ini namun juga berpikir bagaimana untuk membujuk laki-laki ini agar tidak bersedih. Walaupun ia memiliki segenggam perasaan yang belum berani ia nyatakan, Soobin tidak berani tergesa melakukan hal-hal tertentu disaat Kai sedang tidak bisa mengambil keputusan untuk dirinya sendiri. Kondisi heat omega adalah sangat rentan dan cenderung mematuhi dan bergantung kepada alphanya. Soobin tidak ingin menjadi alpha bajingan.
"Uh... sakit."
Kai mengusap kepalanya dengan raut wajah lucu, sementara masih berdiri dengan punggung melengkung karena di dalam kereta dengan atap yang rendah ia tidak bisa menegakkan tubuh dengan sempurna.

KAMU SEDANG MEMBACA
OLEANDER | SooKai
Fanfiction"Di ujung jalan ini, akankah aku menemukan kebebasan? Atau malah rantai lain yang semakin mengekang?"