Gracio si kakek kakek bucin memutuskan untuk menginap juga dirumah anaknya, karena dia tidak bisa tidur tanpa shani. Bayangkan saja setiap perjalanan yang jauh gracio pasti selalu membawa shani bersamanya.
"Aku kangen bgt tau sama kamu, sehari aja ga liat udah kek seribu tahun" Keluh gracio lebay
"Kamu tuh ya kayak anak bayi aja yang gabisa di tinggal sebentar" Shani memutar bola mata nya malas
Semenjak kehadiran sang calon cucu dia merasa diabaikan oleh istrinya begitu juga dengan zee yang merasa ibunya lebih menyayangi marsha dibanding dirinya.
"Mama belain dia terus deh" Kesal zee pada mama nya yang kerap kali membela marsha
"Ya kamu salah, kalau kamu bener mama pasti belain kamu"
Semenjak kehamilannya marsha merasa dirinya jadi aneh, dia jadi lebih berani dia juga jadi lebih suka makan. Dia yang dulunya takut pada zee dan merasa segan sekarang malah senang jika menjahili zee walaupun berujung dia akan dimusuhi oleh pria itu.
Kalian pasti tau kan kalau zee ini benci sekali dengan marsha, dia akan marah marah pada marsha tapi semenjak marsha hamil hak nya untuk marah marah seakan dicabut, bisa bisa gadis itu menangis.
Zee sampai sekarang masih benci marsha katanya, didepan marsha dia akan belagak jijik jika bersentuhan dengan marsha padahal sebaliknya dia malah tergoda bila bersama dengan marsha.
Tanpa sepengetahuan siapapun zee masih berusaha menghubungi fiony, dia mengirimkan bunga, surat dan coklat sebagai tanda cintanya pada gadis itu. Walau bagaimanapun zee masih sangat mencintai gadis itu.
"Kak zee boleh pinjem hp kamu ga?" Tanya marsha pada zee yang lagi main game di pc nya
"Gak" Respon zee singkat
"Kak, hape ku batrenya habis pinjem bentar aku mau check tagihan listrik" Marsha yang langsung berdiri dan menjangkau ponsel zee
"Kalau gua bilang enggak ya enggak lu budek?" Sambil menghempaskan tangan marsha, dia mengamankan ponselnya
Marsha sedih dan dia bersiap untuk menangis ternyata zee menghempaskan tangan marsha terlalu keras yang membuat tangan wanita itu terbentur lemari disebelahnya.
Zee yang menyadari hal itu menyesal akan perbuatan nya, dia sadar kalau wanita ini menangis dia akan dikuliti kedua orang tuanya.
"Maaf ga sengaja" Zee berhenti main game dan menghampiri marsha yang sudah duduk di kasur
Marsha mulai menangis dan memegangi perutnya, zee panik panik disko, isak tangis marsha mulai membesar oke azeean anda harus bersiap menjadi manusia cincang.
"Maaf ya" Ucap zee seraya mengambil tangan marsha mengelus dan menghebusnya
"Hp gua banyak bokepnya jadi gua malu ama lu, kalau mau pinjam nanti nanti aja ya" Zee lembut agar marsha berhenti menangis
"ehhh sianying mau mainin gua terosss nih kayaknya, pake acara akting nangis mulu. Untung kaga jadi minjem hp gua kan bisa ketahuan kalau tiap hari gua chat fiony bisa ngadu tuh si keturunan anaconda. Kayaknya perlu gua balas ini bocah, bunting bunting ngeselin, gua santet lu baru tau rasa" Ucap zee dalam hati tentunya
Zee sebenarnya kesal sekali dengan marsha, besok orang tuanya akan pulang dan pastinya dia akan balas dendamnya.
Zee yang moodnya hancur karena marsha harus berpura pura baik didepan orang tuanya, dalam hatinya pernah terbesit apakah dia harus membuat marsha keguguran, tapi zee tidak sejahat itu sebenci bencinya pada marsha tidak membuatnya menjadi pembunuh.
Suatu saat ketika anak itu lahir dia akan menbesarkan nya bersama fiony itulah impian zee, walaupun bukan anak kandung zee yakin fiony akan menyayangi anak itu karena ia percaya bahwa fiony itu gadis baik.
"Besok mama sama papa pulang, zee kamu dirumah aja gausah ke kantor sampe senin depan yah" Shani menatap anaknya
"Tapi zee banyak kerjaan ma" Zee memanyunkan bibirnya
"Bisa kerjain dirumah jangan banyak alasan kamu" Saut gracio sikakek bucin
"Marsha gapapa kok sendirian dia kuat" kata zee meyakinkan kedua orang tuanya
"Istri kamu lagi hamil zee, kasihan kalau dia butuh apa apa" Shani menjelaskan pada zee
"Tapi ....."
"Gaada tapi tapian kasihan kan marsha kalau sendirian di rumah" Tegas gracio pada putranya
Marsha hanya menunduk dia tau zee lagi kesal sekarang, dia bertanya tanya apa yang harus dia lakukan agar pria ini jatuh cinta.
Zee sangat merasa sebal kepada kedua orang tuanya yang hanya mementingkan marsha, dia juga kesal karena gadis itu tidak berbuat apa apa.
Setelah makan malam zee hanya melamun didalam kamar banyak hal yang harus dia pikirkan. Sejujurnya dalam lubuk hati yang terdalam marsha merasa bersalah pada zee.
Walaupun dia tau zee itu orang baik tapi dia sadar berita kehamilannya kemarin tidak membuat zee bahagia. padahal zee memikirkan hal yang berbeda.
"Apa gua keterlaluan ya ? Gua berdosa gasih karna gua mengabaikan istri sendiri? Lagi bunting lagi. Tapi untuk berbaik hati sama dia otak dan hati gua ga mau jalan beriringan. Gua inget kata kata mama hamil dan melahirkan itu ga mudah dan itu sakit banget. Tapi bukan nya itu semua salah dia sendiri? Dia yang menciptakan perjodohan ini dan dia yang ngebuat gua pisah sama fiony, jadi dia pantaskan diperlakukan kayak gini ? Ah dalah pusing gua" Isi pikiran seorang zee yang dia tak tau harus bercerita ke siapa
*labil banget si zee zee ini, yaudah marsha sama author aja nih ?

KAMU SEDANG MEMBACA
Me After You (Zeesha)
FanfictionAku selalu berfikir bahwa dia adalah definisi bahagia, sampai aku sadar bahwa hatiku selalu membisik kan namamu sebagai cinta. Yang sudah tertakar tidak akan tertukar. Pertemuan antara zee dan marsha bukanlah kebetulan, tentu saja semua sudah menja...