dua puluh tiga

8.2K 431 23
                                    

Azeean terbangun dalam posisi memeluk marsha mereka tak memakai sehelai benang pun. Bukannya menyesal seperti dulu zee malah tersenyum membayangkan apa yang mereka lakukan tadi malam.

Dielusnya perut marsha menyalurkan banyak cinta pada anaknya yang ada didalam. Dielusnya pucuk kepala marsha yang masih terlelap nyenyak sekali, dikecupnya kening wanita miliknya itu.

Dia bangkit dari tidurnya bergegas kekamar mandi dengan telanjang bulat. Dibawah guyuran air pikiran bersalah menjalar membuat zee tak tenang.

Dia bertanya tanya apakah dia telah jatuh cinta pada wanita itu? Atau karena telah terbiasa bersama membuat zee sekedar nyaman?

Entahlah yang zee tau adalah dia sangat senang berada disekitar wanita itu. Zee bergegas menyelesaikan mandinya karena dia harus segera kekantor.

"Kakak udah bangun ternyata" Marsha mengucek matanya tanda masih mengantuk

"Iya, kamu istirahat aja biar sarapan kita pesan aja" Zee menyelesaikan mengancing bajunya

"Emm aku mau mandi aja deh" Marsha kekamar mandi dengan melilitkan selimut di tubuh polosnya

Zee yang melihat itu hanya senyum senyum ga jelas.
















Sejak saat itu hubungan zee dan marsha jauh lebih baik, walaupun zee yang katanya belum mencintai marsha. Bahkan setelah 7 bulan kehamilan marsha.

Mereka lebih sering melakukan aktifitas bersama sekarang, perut marsha sudah besar sekali yang terkadang membuat zee gemas melihatnya.

"Sha tau gak kamu kaya doraemon banget sekarang awowkowk" Zee tertawa lepas melihat marsha yang sudah bulat sekarang

"JAHAT!!, Awas kamu yahhh aku bilangin mama" Marsha ngembek karena disamakan dengan doraemon

"Yeeee maap atuh mba, kamu tetep cantik kok" Zee beralasan setelah mengejek marsha puas

"Berat tau, coba kamu aja yang hamil biar tau rasanya" sambungan marsha yang masih kesal dengan zee

"Yaelah becanda bu" Zee memijit kaki marsha yang ada disampingnya

"Nah gitu dong jadi laki pengertian dikit kek. Dipijitin istrinya jangan maunya yang mantap mantap aja!" Sambungan omelan ibu ibu hamil ini

"Iya iya ibu ratu jangan marah lagi dong" kata zee yang malas mendengar omelan marsha

"Ehh kak! seadainya... Ini seandainya yaaaa, kalau aku melahirkan terus aku meninggal kamu bakal tetap sayang kan sama anak kita?" Serangan tiba tiba itu membuat zee tak bergeming, marsha menatapnya sendu efek nonton sinetron azab tadi

Zee tertegun ada yang sakit dihatinya saat pertanyaan itu keluar dari mulut sang istri.

"Kok kamu ngomong gitu sih" Zee  menghentikan kegiatannya

"Gak takut aja kakak, kan banyak ibu ibu meninggal waktu melahirkan" Marsha kembali fokus pada tontonan nya

Zee kembali terdiam perasaan takut menjalar keseluruh tubuhnya remuk redam terasa, dia tak pernah memikirkan hal itu selama ini.

"Gak usah ngomong kaya gitu" Kata zee saat pikirannya mulai kembali

"Bukan kak, kan takutnya karena aku udah ga ada kamu malah ninggalin anak kita, ntar yang jagain dia siapa, walaupun ada nenek kakek nya kan tetap aja kasih sayang ortu beda" Dia menjawab zee santai sedangkan yang di ajaknya bicara menjadi kalut dan tak bisa mencerna semuanya

"Aku ga suka ya kamu ngomong kaya gitu!" marah zee beranjak ke kamar

Marsha yang bingung perubahan mood zee pun hanya terdiam dan tetap melajutkan aksi menontonnya. Sedangkan dikamar ada seorang pria yang lagi galau banget kaya bebek kurang makan.

Dia sedih mendengar marsha seperti tadi dia jadi kepikiran, nanti kalau marsha akan benar benar meninggalkannya.

Kenapa dia harus sesedih ini kepada perempuan yang tidak dia cintai, kenapa dia harus ketakutan. Dihembuskannya nafasnya kasar tanda gelisah yang teamat dalam hatinya.

Diambilnya ponselnya guna menelpon seseorang.

"Halo zoy kenawhy?"

"Nil gua mau tanya nich, gini hemmm marsha bakal baik baik aja kan nanti waktu ngelahirin?" Tanya zee dengan jantung yang berdegub kencang

"Ohhh itu wkwkwk lu lagi ketakutan yahh sekarang? santai bro bapak bapak lain juga kek gitu kok awalnya, jadi gini zoy kondisi marsha kan baik baik aja, selagi dia sehat sampai waktunya melahirkan nanti gak ada yang perlu lu khawatrin kok" Jelas oniel santai pada temannya ini

"Tapi... Gua sebagai dokter gak bisa menjamin apa apa bek segala kemungkinan bisa terjadi nanti, lu harus banyak banyak berdoa" Lanjutnya lagi

"Huuu sedikit lega gua denger kata kata lu, yaudah gua mau nanya itu aje bye lup lup" Dimatikan nya langsung sambungan telepon itu

"Eh anjir dimatiin zoya bangsat"omel oniel yang tiba tiba telponya diputusin zee

Belum puas mendengar penjelasan oniel, zee masih menghubungi seseorang lainnya.

"Helaawww mama" Sapanya ramah

"Paan dah anak monyet" Saut sang ibu

"Yeee berarti mama monyet donggg" Balas nya tak mau kalah

"Kaga bapak lu yang monyet, kenapa anak mama ganteng?" Kata shani yang lagi nenenin gracio eitshhhs nemenin maksud nya 🌚

"Ma, kan dulu mama pernah bilang ngelahirin zee itu sakit banget, nanti marsha juga ngerasain kaya gitu ya?" Tanya zee pada ibu bar bar nya ini

"Iya lah, kan mempertaruhkan nyawa juga, kamu kanapa sih tiba tiba nanya itu" kesal shani pada anak random nya

"Ya penasaran aja" jawab zee

"Makanya kamu baik baik sama marsha jangan sampai dia stress kalau terjadi apa apa awas kamu" Shani yang tau sifat abstrak anaknya

"Yaudah zee cuma mau tanya itu bye mama cantique" kata zee yang langsung dimatikan shani (karma lu sapi)

Setelah menelpon oniel dan mama nya belum puas hati zee dia pun menjelajahi internet. Bukannya tambah tenang ia jadi tambah gusar memikirkan marsha.

Nanti kalau dia jadi duda bagaimana, anak mereka masa gak punya mama. nanti zee mantap mantap sama siapa, kalau marsha pergi.




















*WOYY AJIJOY LU KONDISI KEK GINI AJA MASIH MIKIRIN MANTAP MANTAP GUA CARIIN PEBINOR BARU TAU RASA LU

Me After You (Zeesha) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang