-Epilog-

1K 109 10
                                        

4 tahun kemudian~

Rumah tangga yang dijalani oleh Jane dan Rose berjalan dengan lancar walaupun ada perdebatan kecil sebagai suami istri namun ianya tidak membuatkan mereka merasa bosen.

Bahkan sekarang mereka semakin bahagia dengan kehadiran bocah kecil yang menjadi kebahagiaan mereka.

Jenniefer Ruby Kim, bisa dipanggil Jennie atau Nini adalah anak kecil yang berusia 3 tahun hasil dari pernikahan Jane sama Rose

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Jenniefer Ruby Kim, bisa dipanggil Jennie atau Nini adalah anak kecil yang berusia 3 tahun hasil dari pernikahan Jane sama Rose.

Bocah itu mempunyai wajah yang persis seperti sang Papa namun dia cukup manja dengan sang Mama. Apa apa pun yang dia inginkan, pasti akan dituruti oleh kedua orang tuanya karena dia anak tunggal.

Rose masih bisa hamil namun Jane tidak ingin hal yang buruk terjadi. Dulu, sewaktu melahirkan Jennie, ada masalah yang dialami oleh Rose membuatkan wanita itu tidak sadarkan diri selama beberapa hari dan kondisi Jennie juga lemah. Gara gara itu Jane takut untuk melihat Rose kembali hamil. Dia takut istrinya itu pergi meninggalkan dirinya.

"Oppa tidak ke perusahan?" Tanya Rose kepada Jane setelah mereka selesai bersarapan. Jangan merasa aneh, Rose memang memanggil Jane menggunakan panggilan Oppa setelah mereka resmi menikah.

"Tidak deh. Aku memutuskan untuk dirumah sama kamu dan Nini" sahut Jane memeluk Rose dengan manja "Aku kangen kamu si" lanjutnya.

Rose terkekeh kecil "Lagian Oppa sibuk mulu di perusahan"

Jane mengecup pipi gembul Rose berkali kali "Gembul banget si nih pipi"

"Hiks huaaaa"

"Anak kamu sudah bangun tuh" Rose melepaskan pelukan Jane dan bergegas menuju kekamar.

Dia menghampiri baby Nini yang menangis dengan kencang "Anak Mama kenapa menangis hurm?"

"Hiks Mama" isak Nini menghulurkan kedua tangannya.

Rose langsung menggendong Nini "Hiks uyyu Ma uyyu"

"Iya Sayang. Kita kebawah dulu ya" Rose membawa Nini turun kebawah dan bergabung bersama Jane.

"Anak Papa kenapa menangis?" Tanya Jane menatap sang anak.

"Biasalah, mau uyyu" sahut Rose yang mula menyusui sang anak. Sedetik kemudian dia mengernyit ketika merasakan sesuatu yang aneh "Oppa, sepertinya Nini demam" ujarnya

Jane meletakkan tangannya didahi sang anak "Badannya panas banget Sayang" khawatirnya.

"Bisa Oppa bikin bubur untuk Nini?"

"Baiklah Sayang" Jane bergegas kedapur dan menyiapkan bubur untuk sang anak.

"Anak Mama kenapa bisa demam hurm?" Khawatir Rose mengusap dahi Nini.

Beberapa menit kemudian, Nini sudah selesai meminum asi dan kini dia hanya menempel dengan sang Mama.

Jane akhirnya menghampiri mereka dengan membawa nampan yang berisi bubur, air putih dan juga obat sirup untuk Nini.

Dark✅Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang