-Diculik-

590 105 0
                                        

Semua bukti sudah diserahkan kepada polisi dan sekarang Jeffri sudah menjadi incaran polisi. Anak buah Jane juga ikut mencari keberadaan Jeffri namun cowok itu menghilang secara tiba tiba.

"Jane, gue harus kembali ke mansion! Ada kerusuhan yang terjadi dimansion. Itu pasti ulah pembantu Jeffri" ujar Jisoo setelah menerima panggilan dari Ahjumma Hana.

"Hyung tolong uruskan semuanya. Gye akan menemani Rosie disini" ujar Jane.

Jisoo mengangguk dan berganjak pergi dari sana. Lisa pula sudah sedari tadi pulang karena dia harus melanjutkan pekerjaannya itu.

"Rosie" panggil Jane.

Tiada sahutan. Rose hanya melamun diatas kasur ruang inapnya itu. Pandangannya kosong.

Sekarang Jane benar benar merasa bersalah. Andai dia tidak mengusir Rose, mereka pasti tidak akan kehilangan anak mereka. Hah~ betapa besarnya kesalahan Jane dan dia sendiri tidak yakin kalau Rose bisa memaafkannya.

"Rosie" panggil Jane lagi.

"Tinggalkan aku" ujar Rose secara tiba tiba.

"Maksud kamu?"

Rose menatap Jane dengan tatapan kosongnya "Aku pengkhianat bukan? Aku hanya wanita murahan. Aku tidak pantas bersama kamu. Pergilah. Jangan peduli soal aku lagi. Biarkan saja aku mati secara perlahan lahan. Aku juga sudah capek sama semua ini"

"Rosie No. Please jangan ngomong seperti itu. Kamu bukan pengkhianat. Kamu bukan wanita murahan. Semuanya salah aku, bukan salah kamu. Tolong beri aku kesempatan. Aku ianji tidak akan mengulangi semua ini lagi" ujar Jane menggenggam tangan Rose.

Namun Rose yang sudah terlanjur kecewa langsung saja melepaskan genggaman tangan Jane "Aku butuh waktu untuk menerima semua ini" lirihnya.

Jane tersenyum miris "Baiklah, aku mengerti" dielusnya kepala Rose dengan lembut "Aku keluar duluan. Kalau kamu butuh apa apa, panggil saja suster" setelah itu, dia berganjak keluar dari ruangan itu untuk memberi waktu kepada Rose.

Lagian Jane juga butuh waktu untuk menenangkan dirinya sendiri jadi Jane memutuskan untuk ketaman rumah sakit.

Dia mendudukkan dirinya dibangku taman dengan mata berkaca kaca "Maafkan Papa. Papa gagal menjaga kamu sama Mama" lirihnya merasa bersalah sama anaknya yang sudah pergi.

:

Rose yang ditinggalkan sendirian diruang inap itu pula hanya mampu menangis. Dia memang kecewa sama Jane tapi rasa cintanya yang begitu besar itu membuatkan dirinya tidak mampu untuk membenci cowok itu.

"Hiks Eomma. Apa yang harus aku lakukan?" Isaknya.

Ceklekk

Rose menatap pintu ruang inap yang dibuka. Dia fikir itu Jane namun ianya bukan "S-siapa kamu?" Tanya Rose takut takut.

Pria yang memakai pakaian serba hitam bersama topi itu menghampiri Rose "Maaf"

Secara tiba tiba dia membekap mulut Rose "Mphhhh" Rose meronta ronta namun tidak butuh waktu yang lama, dia akhirnya pingsan gara gara obat bius yang diberikan oleh pria misterius itu.

Dengan kasarnya pria itu melepaskan infus ditangan Rose dan dia langsung membawa Rose pergi dari sana.

*

"Ahjumma baik baik saja?" Tanya Jisoo menghampiri Ahjumma Hana.

"Ahjumma baik baik saja Tuan. Tapi penjaga mansion sudah pada pingsan"

"Apa yang sebenarnya terjadi?"

"Tadi tiba tiba saja ada sekelompok pria yang bikin kerusuhan. Mereka memukul penjaga mansion ini terus langsung pergi secara tiba tiba.

Jisoo terdiam. Dia sudah bisa menebak apa yang terjadi. Sial! Ternyata dia hanya diumpan untuk meninggalkan rumah sakit. Sekarang dia sudah mula merasa khawatir sama Rose dan Jane.

Baru saja dia ingin menghubungi Jane, cowok itu malah menghubunginya duluan "Jane-"

"Rose diculik!"

"Lo dimana?"

"Gue masih dirumah sakit. Tadi gue kembali keruang inap Rose tapi Rose tidak ada. Gue melihat CCTV dan ternyata dia dibawa pergi sama cowok asing"

"Apa lo melihat rekaman CCTV mobil yang membawa Rose pergi? Apa nomernya?"

"Mobil Hyundai Tucson warna hitam, nomer platnya 5677"

"Baiklah Jane, lo tenang duluan. Gue akan meminta bantuan Noah untuk melacak keberadaan mobil itu"

Panggilan akhirnya dimatikan. Jisoo bergegas meminta bantuan dari Noah untuk melacak keberadaan mobil yang membawa Rose pergi.

*

Dengan kasarnya pria yang menculik Rose itu menyeret Rose masuk kedalam satu gudang yang sudah tidak digunakan.

Rose juga sudah sadar dan sedari tadi dia terus meronta ronta dengan kondisinya yang masih lemes itu. Dia baru saja mengalami keguguran makanya dia tidak mempunyai tenaga.

"Ikat dia!" Arah seseorang.

Rose menatap sosok itu "Jeffri" lirihnya.

"Lo baru saja keguguran bukan?" Ledek Jeffri "Sekarang si Jane pasti benar benar menderita gara gara kehilangan calon anaknya. Tenang saja, gue akan memastikan hidup Jane hancur setelah dia kehilangan lo" lanjutnya.

"Apa yang akan kamu lakukan?" Tanya Rose yang kini sudah diikat disebuah bangku.

"Untuk sekarang gue tidak akan membunuh lo kok. Gue hanya akan melihat Jane yang seperti orang gila ketika mencari keberadaan lo" smirk Jeffri.

"Mendingan kamu bunuh aku saja dan jangan sakitin Jane" walaupun masih kecewa sama Jane, Rose tetap tidak akan membiarkan Jeffri menyakiti Jane. Dia sanggup melakukan apa saja demi melindungi Jane walaupun nyawanya yang harus menjadi korban.










Tekan
   👇

Dark✅Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang