18. I Find Her

48 4 0
                                    

Gegabah adalah tindakan paling bodoh yang dapat Jaebum lakukan di situasinya saat ini. Namun Jaebum memilih untuk tetap tenang. Kabar hilangnya Seulgi tak boleh sampai tersebar ke pihak mana pun, selain dirinya dan mungkin polisi.

Sampai saat ini, Jaebum masih belum melaporkan hilangnya Seulgi pada polisi. Saat memeriksa rumah Seulgi dengan password-nya yang untungnya masih sama, Jaebum tak menemukan sesuatu yang berarti. Tapi mengingat apa yang pernah terjadi kepada Seulgi, Jaebum percaya bahwa orang yang mengikuti Seulgi adalah Lee Sehun. Sekarang masalahnya, bagaimana caranya ia menemukan tempat tinggal Lee Sehun. Mungkin disana dia bisa mendapat petunjuk.

"Jeonghan, apa kau tahu kontak detektif? Maksudku, detektif bayaran di luar kepolisian." Tanya Jaebum saat dirinya menemui Jeonghan di kantornya. Sepertinya opsi bekerja sama dengan detektif bayaran dinilai lebih aman dibanding Jaebum harusmelaporkan kasus ini ke kepolisian yang bisa saja membuat kabar menghilangnya Seulgi tersebar selama penyelidikan.

Pertanyaan Jaebum terasa begitu janggal di telinga Jeonghan. Bukan kali pertama Jeonghan mendapat pertanyaan random seperti ini dari Jaebum.

"Tidak. Tapi kalau detektif Conan, aku punya kontaknya." Jawab Jeonghan sekenanya.

"Hei aku serius. Aku butuh kontak detektif bayaran." Jaebum terlihat tak sabaran mendengar tanggapan Jeonghan.

"Apa kau membuat masalah lagi, Jaebum-ssi?" Jeonghan menyipitkan matanya tanda ia mencurigai Jaebum.

Jaebum akhirnya menceritakan hilangnya Seulgi kepada Jeonghan yang merupakan orang kepercayaannya.

"Yak Hyung! Ini sudah hari ketiga Jung Seulgi menghilang dan kau baru mengatakan itu padaku?!" Jeonghan terlihat kesal. Jaebum keheranan melihat reaksi berlebihan dari Jeonghan, mengapa Jeonghan harus sekesal itu saat mendengar Seulgi menghilang? Apa dia kesal karena sumber keberuntungannya hilang?

"Kenapa? Aku juga baru tahu kemarin. Aku telat membaca pesannya."

Jeonghan tampak berpikir. Ia ingin menyampaikan sesuatu. Tapi jika ia menyampaikan itu, terbongkar sudah rahasia yang rencananya akan ia bawa sampai mati. Jika rahasia ini diketahui Jaebum, sudah pasti bosnya itu akan memotong gajinya. Apa boleh buat, ia tak punya pilihan.

"Cincin itu" Jeonghan menunjuk cincin di jari manis Jaebum. "Aku memasang pelacak disana. Juga di cincin istrimu."

Jaebum terbelalak mendengar fakta yang dikatakan Jeonghan. Ia memandangi cincin perak yang ia tak pernah ia lepas selama hampir tujuh bulan ini karena Jaebum mudah sekali menghilangkan barang kecil. Itu pasti alasan yang membuat Jeonghan jadi jarang menanyakan posisinya sedang dimana. Bahkan secara ajaib, Jeonghan tiba-tiba bisa muncul dimana pun Jaebum berada. Membayangkan Jeonghan yang tersenyum di balik layar ponselnya sambil melihat kemanapun Jaebum pergi, membuatnya bergidik merinding.

"Kau gila, Kim Jeonghan. Kau benar-benar memasang pelacak di tubuhku."

"Aku memang gila karena kau yang membuatku gila, Cho Jaebum. Tapi siapa yang mengira cincin itu berguna di saat seperti ini." Jeonghan mengeluarkan ponselnya dan mencari titik dimana Seulgi berada. Ia memang tidak mengaktifkan titik dimana Seulgi berada di dalam aplikasi pelacak itu karena dia sama sekali tidak penasaran kemana saja istri artisnya itu pergi. Ia hanya penasaran dengan keberadaan Jaebum, jadi dia hanya  mengecek keberadaan Jaebum secara berkala, takut-takut artisnya itu pergi ke suatu tempat mencurigakan tanpa sepengetahuannya. 

"Dia berada di tengah hutan yang berada di Gyeongsang Utara."

"Ayo temani aku kesana."

"Sebaiknya kita lapor polisi saja, Hyung. Kita tak pernah tau Seulgi diculik oleh siapa. Kalau dia diculik oleh anggota geng, bagaimana? Lagipula kita sudah memegang lokasi Seulgi. Ini tidak akan menimbulkan kehebohan, percaya padaku."

A Miraculous Thing, YouTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang