"Morning!"
"Morning." Serra menyahuti salam tanpa menoleh sedikit pun pada orang yang bersangkutan.
Mata gelapnya sedang fokus menatap pantulan wajahnya di cermin besar di ruangan loker karyawan wanita. Jarinya sedang sibuk memulas blush on menggunakan kuas, agar kedua pipinya memancarkan rona yang pas. Tidak terlalu tipis, tetapi juga tidak terlalu menor.
Sekilas, ia melirik jam tangan, lalu berkata, "Tumben lo jam segini baru nongol."
Indi, rekan kerjanya yang sedang membuka loker dan memasukkan tasnya, mendecak sambil terburu-buru mengeluarkan roll untuk menggulung ujung rambutnya. "Anak gua rewel pagi-pagi, nggak mau sekolah." Lantas, ia ikut berkaca di samping Serra.
"Kata lo, dia demen sekolah, banyak kawan." Kali ini, Serra melapisi bibirnya dengan matte lipstick berwarna merah gelap.
"Cuma tahan seminggu doang. Pusing deh."
Gadis itu terkekeh mendengar dumelan Indi. Setiap hari ada saja drama rumah tangga yang ia ceritakan. Dari sang suami yang belakangan lembur kerja sehingga jarang bermain dengan anaknya yang baru masuk PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini), biaya pendidikan, sampai ke tingkah anak yang sedang lucu-lucunya, meski kadang berubah menyebalkan bukan main. Di saat-saat seperti ini, Serra merasa bersyukur karena belum berkeluarga. Jangankan berkeluarga, pacar saja tidak punya. Namun, tidak masalah karena ia merasa begini lebih bebas.
"Pagi semua." Sapaan itu datang bersamaan dengan suara ketukan sepatu hak tinggi milik Siska, selaku Human Resources Development (HRD), baru masuk ke ruang loker. "Adek-adek, nanti bajunya dimasukkin ke loker ya, biar rapi. Jangan digantung di belakang pintu lagi," ucapnya pada dua anak magang yang sedang berganti seragam dan dibalas anggukan.
"Girls!" serunya menuju ke tempat dua wanita yang sedang bersolek. "Vino mendadak harus cuti, dari tim S&M siapa yang jadi wakil untuk ikut MB?" tanya Siska sembari menanggalkan jaket yang ia kenakan, sementara yang ditanya saling tatap.
Sudah hampir tiga tahun Serra bekerja di hotel Capella, salah satu hotel bintang lima di Jakarta. Ia sendiri berada di tim Sales and Marketing (S&M). Divisi S&M di hotel Capella saat ini terdiri dari empat orang. Serra sebagai Wedding Sales, Indi sebagai Government Sales, dan Vino sebagai Corporate Sales. Sementara posisi S&M Manager (SMM) masih kosong hingga saat ini. Jika pekerjaan Serra adalah menawarkan fasilitas dan promo hotel untuk para pasangan yang akan menggelar pernikahan, juga kepada organisasi, maka Indi dan Vino mencari klien dari perusahaan dan lembaga pemerintah yang akan melaksanakan seminar, acara, atau rapat di hotel.
Ah, tadi Siska membahas tentang Morning Briefing (MB), sebuah kegiatan wajib setiap pagi dalam dunia perhotelan, mungkin di perusahaan lain juga. Sebelum memulai pekerjaan, setiap manajer atau supervisor akan berkumpul bersama General Manager (GM) untuk mengevaluasi pekerjaan masing-masing, sekaligus menjadi kesempatan untuk berkoordinasi, bahkan tak jarang menjadi ajang menyampaikan unek-unek pada divisi lain. Dikarenakan tim S&M belum ada manager-nya, maka telah disepakati bahwa Vino yang akan menghadiri MB.
Tepat setelah Siska bertanya seperti itu, ponsel Serra berbunyi, menandakan sebuah pesan masuk.
Selamat pagi, Serra (emoji orang tersenyum lebar).
Sebaris pesan dari Vino, membuat si penerima mendecak. "Feeling gua udah nggak enak kalo ini orang WA gua pake emoji senyam-senyum begini," katanya menunjukkan ponselnya pada Indi dan Siska secara bergantian, sementara pengirim pesan masih mengetik.
Hari ini gua cuti karena ada urusan mendadak, minta tolong lo hadir di MB ya. Gua udah bilang sama Pak Hendra. Oh ya, sama minta tolong print report ini juga buat beliau (PDF File). Makasih ya, Serra. Semoga kebaikanmu hari ini membuahkan pahala yang berlimpah. Selamat pagi dan semangat beraktivitas! (emoji orang tersenyum lebar sebanyak tiga buah).
Gadis itu memutar bola mata. "Gila ya si Vino. Ada atau nggak ada dia, tetap aja yang direpotin gua."
Indi dan Siska terkekeh. Kelakuan Serra dan Vino yang belakangan ini dijuluki Tom and Jerry itu selalu menarik untuk ditonton. Vino dengan segudang ide untuk menguji kesabaran Serra, yang kalau bisa ditimbang, beratnya tidak akan menyentuh angka satu kilogram. Gadis itu tahu benar dari mana mulanya rasa kesal ini terbit. Mereka berdua sebenarnya satu angkatan, sama-sama bergabung di Capella Hotel di akhir tahun 2020. Keduanya sudah punya pengalaman kerja di hotel yang berbeda di bagian S&M juga. Namun, di tahun tersebut, bidang usaha perhotelan terkena dampak yang cukup besar akibat wabah covid-19.
Orang-orang dilarang bepergian, dan seluruh tempat hiburan harus tutup untuk sementara waktu, termasuk hotel. Bahkan restoran hotel pun hanya boleh menerima pesanan secara online. Coba saja kalian bayangkan, berapa orang yang mau memesan makanan hotel yang harganya bisa dibilang cukup tinggi, di tengah ekonomi yang sulit? Beberapa hotel harus memangkas semua biaya, termasuk gaji karyawan. Beberapa lagi harus menghentikan semua pekerja karena tidak sanggup menutup biaya operasional. Bahkan tidak jarang mendengar kabar bahwa beberapa hotel bangkrut.
Serra termasuk salah satu karyawan yang diberhentikan dari hotel lamanya dan membuat gadis itu menganggur selama tiga bulan. Ketika melihat ada lowongan kerja untuk Wedding Sales di Hotel Capella, ia segera melamar ke sana dan diterima. Seminggu Serra bekerja di sana, Vino datang sebagai karyawan baru menempati posisi Government Sales.
Bekerja dalam satu tim, keseharian kedua manusia itu seperti rekan kerja pada umumnya. Mengeluh bersama, dimarahi bersama, senang bersama, sampai sebulan lalu, sebuah tantangan terucap dari mulut Hendra, laki-laki yang memegang jabatan sebagai GM, yang dihormati oleh seluruh karyawan di Capella.
"Jadi, tujuan saya memanggil kalian berdua ke sini adalah hmm… Sekarang posisi SMM 'kan sedang kosong sejak atasan kalian resign. Saya maunya rekrut dari internal aja daripada cari orang baru. Nah, saya lihat performance kalian cukup bagus dan layak untuk posisi ini. Kalian mau?"
"Mau, Pak," jawab keduanya serentak, lalu saling berpandangan satu sama lain.
"Tapi, nggak mungkin 'kan kalau posisi ini diisi sama dua orang sekaligus? Makanya, saya mau lihat dulu performance kalian selama tiga bulan. Yang terbaik, yang bisa dipromosi. Untuk sementara waktu, semua approval dan tanda tangan, biar ke saya dulu, sampai saya sudah bisa memutuskan siapa yang pantas untuk di posisi ini."
Setelah urusan selesai, mereka berdua keluar dari ruangan GM dengan aura yang berbeda dari sebelumnya. Aura kompetitif mulai menyelip di antara Serra dan Vino.
“Ser, lo serius mau terima tawaran itu?” tanya Vino.
“Iya. Kenapa?”
“Ya, lo tau ‘kan itu artinya kita harus bersaing? Maksud gua, selama ini kita berteman baik, masa sekarang harus saingan sih? Nggak enak tau kalo di kantor punya musuh.”
Gadis itu menyunggingkan senyum lebar, menengadahkan kepala dan menatap lawan bicaranya. Ia tahu benar maksud dari kata-kata Vino barusan, dan laki-laki itu salah besar jika meminta seorang Serra menyerah sebelum berperang. Dari saat masih sekolah pun, ia adalah tipikal anak ambisius yang selalu mengejar prestasinya hingga berada di urutan paling atas. Ia selalu ingin menjadi yang terbaik di antara yang paling baik. “Ini maksudnya lo minta gua mundur?" tanyanya memastikan.
"Bukan gitu, maksud gua…"
"Kalo lo memang nggak mau bersaing sama gua, ya udah. Lo aja yang mundur. Gampang ‘kan?” potong Serra.
Vino mengerjapkan mata. “Oh, kalo itu…” Ia sengaja menggantung kalimatnya, “Nggak bisa, karena dari awal masuk perhotelan, gua udah mengincar posisi ini.” Lantas, ia tersenyum seperti tanpa dosa.
Tampaknya, ini akan menjadi persaingan yang sengit bagi Serra. Nyalinya terasa ditantang oleh seseorang yang berdiri di hadapannya. “Good. Let’s compete, Levino.”
Begitulah awalnya bendera perang tak kasat mata mulai berkibar dan keseharian dua manusia ambisius itu tidak pernah terasa monoton lagi.
KAMU SEDANG MEMBACA
Garis Romansa [END]
General Fiction[WattpadRomanceID's Reading List - SPOTLIGHT ROMANCE OF DESEMBER 2023] Menjadi dewasa ternyata tidak seenak yang dibayangkan. Tidak hanya memusingkan urusan jenjang karir dan kestabilan finansial, tetapi juga harus menuntaskan persoalan cinta sepert...
![Garis Romansa [END]](https://img.wattpad.com/cover/342350778-64-k18250.jpg)