17

80 11 6
                                        

Pagi ini mereka ke makam gun, mereka juga membawa buket bunga, setiap hari makam gun selalu dihiasi dengan buket bunga yang off bawa, off selalu mengganti buket bunga untuk adiknya setiap hari.

"Off... Apa kamu mau tinggal lagi bersama kita... Kita memulai hidup baru... Sekarang tinggal kamu yang papa punya... Gun sudah pergi... Apa kamu mau kembali lagi kerumah... Papa hanya ingin menjadi seorang papa yang baik untuk anaknya... Papa hanya menginginkan kita kembali bersama lagi di sisa umur papa..."

"Maaf paa aku belum bisa kembali seperti sebelumnya... Aku masih membutuhkan waktu untuk menerima semua ini..."

"Paa... Jangan terlalu memaksakan... Biarkan off memilih yang terbaik untuk dirinya... Seharusnya kita mendukung keinginannya...."

"Maaf paa... Aku akan kembali... Tapi tidak untuk saat ini..."

"Papa akan menunggumu sampai kamu siap kembali lagi... Rumah akan selalu terbuka untukmu..."

Setelah selesai di makam gun mereka kembali pulang, setelah pulang off kembali pergi untuk menemui Tay.

"Tay"

"Off kau lama sekali"

"Aku menemukan orang yang sangat mirip dengan gun"

"Kau serius off?"

"Tapi dia atta bukan gun"

"Atta?"

"Dia memiliki keluarga sendiri"

"Coba perhatikan lagi, kau harus mencari tau lebih banyak lagi"

"Sudah tapi seluruh bukti menunjukkan jika dia atta, akta kelahirannya pun juga atas nama atta"

"Sepertinya dia memang bukan gun"

"Sepertinya begitu tidak ada harapan lagi untuk bertemu dengan gun"

"Coba kau buktikan apa dia benar-benar gun atau justru sebaliknya"

"Maksudmu"

"Bukankah gun suka berenang, coba kau ajak dia berenang, dan satu lagi setauku gun selalu menaiki wahana permainan"

"Kau benar aku harus membuktikan itu semua, aku yakin atta sebenarnya adalah gun"

"Off, Tay"

"Arm? Kau kemari?"

"Aku minta maaf, aku tidak datang ke pemakaman adikmu"

"Tidak masalah, pemakaman nya juga tidak banyak orang yang tau"

"Ku dengar kalian sedang membuktikan gun atau atta"

"Tidak hanya saja ada sedikit masalah disini"

"Mungkin aku bisa membantu sedikit, waktu kita berlibur bersama aku mengajak dia bermain sepeda, dia sangat senang, dia terlihat sangat bahagia"

"Oke aku akan pergi"

Off pergi, kalo ini dia kembali lagi ke rumah atta

"P'off?"

"Aku ingin mengajakmu pergi"

"Kita mau kemana lagi p'off, kamu selalu saja datang kesini"

"Pantai"

"Tidak mau, aku lelah, lagi pula untuk apa p'off mengajakku ke pantai, aku juga bukan orang yang p'off harapkan"

"Aku tidak butuh alasan"

"Aku tidak mau, lagi pula untuk apa siang-siang begini kepantai"

"Cepat ganti pakaianmu"

"Aku tidak mau"

"Cepat jangan membuatku menunggu"

"Sudah aku bilang aku tidak mau, kenapa p'off memaksa"

"Ada hal penting yang harus aku tunjukkan kepadamu"

"Hal penting apa yang membuat p'off memaksa ku seperti ini"

"Kau akan tau saat kita sampai disana"

"Aku tidak mau p'off"

"Ada apa ini, nak off kemari"

"Aku tidak mau ikut, p'off selalu memaksaku, lagi pula kita ini tidak saling kenal, untuk apa aku terus mengikuti kemauan p'off, aku ini atta bukan gun adik p'off" setelah mengucapkan itu dia pergi masuk kedalam, dia terlihat marah.

Sebenarnya gun tidak marah tapi dia takut jika terus bersama off penyamarannya menjadi atta akan terungkap.

"Mari masuk dulu nak off" off mengangguk dan masuk.

"Nak off ada apa kemari"

"Aku ingin mengajak atta ke pantai"

"Memangnya harus sekarang nak off"

"Aku hanya ingin menceritakan kehidupan adikku"

Sebenarnya dia mengajak atta tidak untuk menceritakan kehidupan adiknya, tapi dia mengajak atta untuk membuktikan jika atta dan gun adalah orang yang sama.

"Baiklah biar atta yang menentukan sendiri"

Atta datang setelah pho menyuruhnya untuk menemui off.

"Atta duduk sini, pho ingin berbicara"

"Apa pho menyuruhku ikut dengan p'off"

"Dengarkan pho dulu, atta mau kan menemani nak off, mungkin nak off membutuhkan atta untuk membuat hidupnya bahagia"

"Tapi pho aku tidak mau"

"Atta sayang dong sama kakak atta, coba atta merasakan bagaimana rasanya menjadi nak off, atta sayang kan dengan kakak atta, kalau begitu temani nak off, buat nak off lebih merasakan hidupnya"

Sebenarnya off sedikit bingung dengan percakapan 2 orang didepannya.

Gun menghela nafasnya.

"Baiklah aku akan menemani" gun kembali ke kamar untuk mengganti pakaiannya.

"Tunggu sebentar nak off, atta sedang bersiap"

"Baiklah aku akan menunggu disini tuan Phunsawat"

"Panggil saja paman, tolong nak off jaga atta dengan baik ya, jika nak off ingin menganggap atta sebagai adik nak off tidak masalah, tapi sayangi atta, terkadang atta sedikit keras kepala"

"Paman tenang saja aku akan menjaganya dengan baik"

"Terimakasih nak off" off hanya mengangguk.

Gun keluar lalu masuk kedalam mobil off.

"Aku harap sore ini aku sudah berada di rumah"

"Kalau begitu kenapa tidak dari tadi kita berangkat"

"Bukankah aku sudah bilang jika aku tidak mau, tapi kamu saja yang terus meminta dan memaksaku untuk ikut"

"DIAM, ocehan mu membuat ku pusing"

Off melanjutkan menyetirnya, tidak ada obrolan lagi hingga mereka sampai di pantai yang sepi namun sangat indah.

"Ikut aku kita bermain air"

"Tapi aku takut phi, ombaknya tinggi, aku tidak mau tenggelam"

"Tidak akan, ayo" off menarik gun lebih ke dalam pantai.

"P'off jangan lepaskan aku, aku takut ombaknya terlalu kencang"

"Apa sih, lepaskan, kau tidak akan tenggelam hanya karna ombak" off melepaskan cekalannya gun di tangannya.

"P'OFF..."

"P'OFF... AKU TIDAK BISA BERENANG DISINI..."

"P'OFF TOLONG AKU...."

°°°°°°°°°°🤍💚🤍°°°°°°°°°°

Dikit nih gapapa lah itung-itung buat ganjel sebelum ke selanjutnya

Hihi tanpa foto ya guys, lagi males nyari" foto soalnya 😊

I Hate My BrotherTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang