CHAPTER 19: Calon Arka.
-
-
-
Happy Reading!
"Apa benar kata orang?
Jodoh memang gak kemana."
Siang ini, tepatnya masih di jam pelajaran ketiga SMA Nusantara. Arka yang mendadak ingin buang air kecil ditengah jam pelajaran sosiologi akhirnya menuju toilet untuk membuang air kecil agar bisa mengikuti pelajaran dengan nyaman kembali.
Setelah dari toilet, Arka berjalan santai sambil bersiul lirih, melewati koridor kelas duabelas dan hendak menuju kelasnya yang berada sedikit di pojok letaknya.
"Nak Arka!" Panggil salah seorang guru, yang menghadang jalan Arka.
"Iya pak Pras? Kenapa ya?" Tanya Arka ketika langkahnya terhenti di depan guru yang bernama Prasetyo itu.
"Bisa bantu saya sebentar?" Pinta guru itu
"Bantu apa pak?" Kini Arka bertanya kembali.
"Antarkan murid baru, ke kelas 11 MIPA 1. Bapak sedang ada urusan penting sekarang, jadi tidak bisa berlama-lama" jelas pak Prasetyo.
Arka manggut-manggut paham. " Mana murid barunya,ya pak?" Tanya Arka ketika melihat tidak ada murid baru yang bersama pak Prasetyo
"Itu tadi jalan di belakang say--Loh?! Kemana anaknya?" Heran pak Prasetyo karena murid baru itu malah tidak ada dibelakangnya.
Arka juga ikut celingak-celinguk mencari keberadaan orang yang katanya murid baru itu. Dan Yap,setelah beberap detik kemudian, munculah sosok gadis dengan Surai hitam panjang, mungkin sepunggung. Sedang menggosok-gosokkan sedikit helai rambutnya ke dahinya. Arka mengernyit bingung.
"Aduh,kenapa pake kejedot segala si ah! Mungkin ini karma bagi orang petakil--"
Ucapan dan gerutuan gadis itu seketika terhenti. Saat wajahnya mendongak,dan netranya sontak melihat orang didepannya sekarang. Yang tak lain adalah Arka dan pak Prasetyo.
Arka terkejut,karena tidak familiar dengan wajah yang ia lihat dihadapannya sekarang. Sungguh,Arka sangat kesal bertemu dengan orang itu lagi.
"LOH? ELO?!!" Seru Arka dan gadis itu bersamaan.
"I-ini murid barunya pak?" Tanya Arka masih tak percaya.
"Iya, dia Rachel. Murid baru yang bapak maksud. Kenapa kamu terkejut?" Bingung pak Prasetyo juga.
"G-gapapa pak, silahkan lanjutkan urusan bapak Saja. Biar saya urus orang ini dan antarkan ke kelasnya" ucap Arka. Pak Prasetyo mengangguk mengiyakan dan berlalu pamit untuk melanjutkan urusan pentingnya di kantor.
"Eh ada calon suami, jodoh betul kita ketemu lagi" ucap gadis tadi sambil senyum-senyum melihat Arka didepannya yang sudah memasang wajah kesal.
"Sial yang ada ketemu lo lagi. Lagian,kenapa jadi lo pindah sekolah disini?" Geram Arka
"Daddy aku sama papa kamu yang suruh, biar bisa pantau kamu disini hehe" ucap jujur gadis itu ditambah dengan cengiranya.
Arka menghela nafas pasrah. Bagaimana tidak? Gadis didepannya ini adalah gadis yang dijodohkan dengannya oleh orangtua mereka yang notabenenya adalah rekan kerja dekat yang sudah terikat janji akan perjodohan itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
BRUISER
Ficção Adolescente"BRUISER" Seperti judulnya, BRUISER yang berarti geng motor yang sopan dan ramah. "VOLKNO" sebuah geng yang sangat menjunjung tinggi solidaritas. Geng ini sangat berbahaya jika didepan musuhnya. Tapi disisi lain,geng ini juga dermawan,sopan dan...
