CHAPTER 23: Bullying
-
-
-
Happy Reading!
"Jangan suka menindas orang lain. Ingat,kalo posisinya terbalik ke diri lo sendiri. Dunia terus berputar,ingat juga akan karma!"
__Bruiser.
"K-kak udah kak, ampun. Sakit kak" ucap seorang gadis yang kini penampilannya sudah sangat kacau.
Baju seragam yang lusuh,rambut yang juga berantakan,serta wajah gadis itu yang penuh dengan coretan lipstik dan lengan gadis itu yang penuh bekas merah.
"Gak ada ampun buat lo ya cupu! Lemah banget jadi cewek. Makanya,jangan suka ngelawan gue kalo lemah" ucap pelaku,yang dengan kejam merundung gadis tak bersalah yang menjadi korbannya sekarang.
Vanya,dan kedua temannya. Sekarang tengah merundung gadis berkacamata bulat yang sudah lemah tak berdaya itu.
Nada,gadis berprestasi dengan penampilan lugu nya. Siswa SMA Nusantara yang masuk dengan jalur beasiswa. Kini di bully dengan kejam oleh Vanya dan kedua temannya. Alasannya,karena dia telat mengerjakan tugas yang Vanya dan temannya itu berikan. Itu jelas tugas-tugas sekolah mereka. Nada di paksa untuk mengerjakan itu dalam waktu hanya semalam, sedangkan tugas-tugas tersebut jumlahnya tidak sedikit. Nada sudah mengucapkan jujur alasannya,karena dia lelah. Dia malah di rundung seperti ini oleh Vanya dan kedua temannya.
Nada ingin angkat bicara kepada pihak sekolah. Tapi,pasti dirinya akan kalah telak karna ancaman Vanya. Mengancam bahwa orangtua Vanya yang menjadi donatur terbesar di SMA Nusantara akan mencabut beasiswa miliknya. Nada jelas tidak mau hal itu terjadi,makanya dia hanya diam saja dan tak dapat angkat bicara. Padahal dirinya sudah sering ditindas.
"Kalo aja lo nurut sama kita! Gak akan lagi kita rundung lo begini" ucap Karin, teman Vanya
"T-tapi aku udah berusaha sampai capek kak, aku juga manusia. Bisa lelah sama seperti kalian. Kalian jahat!" Cerca Nada sambil terus terisak mengusap kedua lengan tangannya yang kesakitan akibat di pukul dengan penggaris besi.
"Iya kita jahat,yang baik cuman Lo! Saking baiknya, Lo jadi mau kita bodohin. Hahaha" ucap Vanya sambil tertawa puas.
"Kakak memang manusia gak punya hati!" Ucap Nada, dengan mata tersirat kebenciannya kepada Vanya dan teman-temannya yang sering sekali merundung dan menindasnya.
"Berani lo nyolot sama gue? Gue colok mata lo baru tau rasa!" Erang Vanya. Tangannya tak berhenti memukuli lengan Nada dengan penggaris besi ditangannya.
"Akh! Cukup kak sakit! Tolongggg!" Nada berteriak meminta bantuan karena sudah sangat kesakitan akan perbuatan Vanya dan teman-temannya itu.
Sedangkan di lain tempat....
Kini kesepuluh inti VOLKNO berjalan bersama melewati koridor kelas bawah,hendak menuju taman belakang sekolah yang John bilang tempatnya sangat nyaman. Sambil sedikit berbincang,menggoda Travis yang katanya semalam berkencan dengan Abell.
Namun,belum sempat langkah mereka sampai ke taman belakang sekolah,langkah mereka kini terhenti ketika terdengar suara minta tolong didekat gudang sekolah.
"Eh bentar,gue gak salah denger kan? Ada yang teriak minta tolong. Suara cewek! Apa disini angker ya?" Ucap David
"Yang bener lo bang? Jangan buat suasana jadi horor deh" timpal Justin yang sudah bergidik takut
KAMU SEDANG MEMBACA
BRUISER
Fiksi Remaja"BRUISER" Seperti judulnya, BRUISER yang berarti geng motor yang sopan dan ramah. "VOLKNO" sebuah geng yang sangat menjunjung tinggi solidaritas. Geng ini sangat berbahaya jika didepan musuhnya. Tapi disisi lain,geng ini juga dermawan,sopan dan...
