Lalu aku hanya bisa terpaku melihat dia tiada. Sampai puncak meratap sendiri aku memutuskan pergi ke ...
"Heh, kok ... habis?" Mataku mencelos melihat tulisan 'bersambung' di akhir halaman itu. Ah, beginilah nasib menjadi pembaca cerita di platform online. Sering sekali dihentikan saat sedang nyaman-nyamannya membaca. Seperti dalam hubungan yang tiba-tiba diputuskan saat sedang sayang-sayangnya.
21 Desember 2021 adalah waktu terakhir pembaharuan cerita ini. Mengingat sekarang adalah tanggal yang sama dengan itu, maka artinya cerita ini sudah tidak dilanjutkan selama satu tahun. Ah, harusnya aku dorongan yang entah dari mana asalnya dan lebih mengikuti suara hatiku kemarin untuk menghapus cerita ini dari daftar bacaan.
Kini aku hanya bisa bertanya-tanya. Ke mana authornya? Apa yang terjadi? Mengapa dia tega menggantung pembaca dalam penasaran akan nasib si tokoh laki-laki yang merana setelah ditinggal kekasihnya meninggal di tengah hutan akibat serangan mahluk bermata tapi tak berbadan?
"Arrrgh!" Aku mengacak rambut. "Kalau ketemu akan kujambak dia!"
"Bagaimana caranya?"
Bulu kudukku meremang bersamaan dengan terdengarnya suara dingin itu. Kaku aku memutar muka ke kiri.
"Mampukah tanganku menggapai ini?"
Aku menelan ludah susah. Sesosok laki-laki berambut sebahu bergelombang itu kian menggibas-kibas surainya sambil menyeringai.
"Ka-kamu ... siapa?"
"Penulisnya."
"Hah?"
"Aku yang menggantung cerita itu karena kehabisan waktu. Sekarang, karena kamu adalah orang yang membaca tepat di setahun kepergianku, maka aku akan menyuruhmu untuk menuliskan akhirnya. Sebelum nantinya membawamu serta ... ke alam selanjutnya."
***
Cermin karya salwariamah
KAMU SEDANG MEMBACA
Cukup Disimpan
Short StoryBerisi kumpulan cerita mini dan cerita pendek berbagai genre karya para member.
