CHAPTER 12 SAKIT

37.9K 1.8K 38
                                        

Happy reading







Tak lama rasya tertidur ternyata bryan belum ingin masuk ke alam mimpinya dan melihat rasya yang sedang tertidur pulas

“kenapa lo mau bantu gue yang selalu buat lo sengsara tiap hari, apa lo Cuma pura-pura baik agar lo ngak gue bully” ucapnya dalam hati

Setelah memikirkan perkataannya tadi bryan melihat memar yang ada pada lengan dan bawah pipi rasya

“apakah ini sakit” dengan memegang memar yang dia buat

Tidak ingin terhanyut dalam pikirannya bryan memutuskan untuk tidur

Jam menunjukkan pukul setengah 5 dini hari, rasya terbangun akibat mendengar seseorang merintih kesakitan

Dalam tidurnya bryan gelisah dan terus bergerak dan mengeluarkan banyak keringat di tubuhnya

“emm…heh…emmmm…heh hah” begitulah rintihan bryan

Rasya yang melihat itu langsung khawatir dan mengecek kondisi bryan, rasya menjulurkan tangannya kedahi bryan dan merasakan panas pada dahi tersebut

“astaga dia sakit” dengan khawatir rasya langsung mengambil handuk dan baskom yang berisi air hangat

Setelah menyiapkan semua perlengkapan itu rasya langsung membersihkan tubuh bryan, mulai dari membuka baju bryan dan membersihkan badan bryan dan menggantikan baju bryan dengan bajunya yang agak besar

Setelah itu rasya mengompres dahi bryan,

Ternyata selama itu ada yang memperhatikan, ya bryan terbangun selama ini, memperhatikan semua perlakuan rasya yang merawatnya

Dia yang memerhatikan semua itu muncul dalam dirinya merasa bersalah atas perlakuannya selama ini kepada adek kelasnya itu dan melanjutkan tidurnya

Pagi hari tiba, surya memancarkan keindahan sinarnya, lelaki yang sedang tertidur lelap terbangun akibat sinar sang Surya yang menembus dari sela-sela jendela.

“uhh…uhhh” suara khas terbangun tidurnya

Ya bryan terbangun dan menyadari bahwa dia berada di rumah sang adik kelasnya itu.

Karna tidak melihat orang yang dia cari, bryan langsung bangkit dari tempat tidur.

Berjalannya keluar kamar, bryan langsung menatap seseorang yang sangat telaten memasak bersama ibunya

“sya orang yang ada dikamar kamu siapa?” Tanya mama rasya

“ohh itu kakak kelas aku mah” balas nya sambil mengaduk masakan yang dia buat

“kenapa bisa disini” tanya mama rasya kembali

“kemarin malam aku ngeliat dia dijalan, kayaknya dia ditabrak, jadi aku langsung membawanya kesini” balas rasya

“Terus apa yang kamu buat” ucap mama rasya melihat anaknya memasak sesuatu

“ini aku buat bubur ma untuk kak bryan, tadi malam badannya panas kayaknya demam”

Beberapa menit bubur yang dibuat rasya jadi..

“udah jadi ma aku kemar dulu ya” ucapnya sambil membawa buburnya ke kamar

Mendengar itu bryan buru-buru langsung kekamarnya dan berpura-pura tidur

Sesampainya dikamar dan membuka pintu, rasya melihat bryan yang masi tertidur dengan nyenyak.

Dengan sedikit ketakutan rasya membangunkan bryan…

“k-kak b-ban-gun dlu k-kak” ucap rasya dengan gemetaran karna ketakutan dia tau siapa yang dia bangunkan

Tak berselang lama bryan langsung terbangun dan melihat rasya membawa bubur

“ada apa” ucapnya datar dan sedikit ketus

Rasya yang mendengar itu sedikit ketakutan

“i-ini k-kak sa-rapan dulu, baru minum o-bat kayaknya ta-di m-malam kakak de-demam” Ucapnya terbata-bata

“gue ngak nafsu, malas bangun” ucap bryan

“k-kalau be-begitu s-saya suapi ya kak” tanyanya kepada bryan walaupun takut

“terserah lo” ucapnya cuek

Dengan tangan bergetar rasya menyuapi bryan dengan telaten sampai pada suapan terakhir

melihat ada  sesuatu di sudut bibir bryan yang terkena makanan, rasya spontan mengelap dengan tangannya.

Sesaat mata mereka bertemu
Deg.deg…deg jantung mereka berdegup bersamaan dengan kuat.









Selamat Membaca..............

BULLY ON YOU [END] ✓Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang