CHAPTER 11 TABRAKAN

37K 1.8K 10
                                        

Happy reading










Dengan penuh amarah brian menancapkan gasnya lalu pergi dari mension tersebut

Bryan tidak tau mau kemana saking tersulut emosi

Tanpa menghiraukan dimana dia akan pergi dan tidak melihat kendaraan lain yang ada di jalanan tersebut tanpa sengaja ada kendaraan lain yang melaju dengan kencangnya berlawanan arah.

Bryan pun menabrak kendaraan tersebut.

Bugh...bug bryan tersungkur ke jalanan

Melihat bryan yang tidak sadar pengendara yang menabrak bryan langsung kabur

Disisi lain rasya

Rasya yang masih berjalan menuju rumahnya tak sengaja melihat orang yang tergeletak tak berdaya di pinggir jalan

Dengan rasa kasihan dan iba rasya langsung menghampiri orang tersebut dan menolongnya

"tuan apakah anda tidak apa-apa" ucap rasya sambil membalikkan orang tersebut

Betapa terkejutnya rasya ternyata orang tersebut adalah kakak kelas yang sering membullynya

Dengan samar-samar bryan membuka matanya dan kagetnya dia melihat rasya

"ngapain lo" ucap bryan langsung mendorong rasya

Bryan berusaha untuk berdiri tetapi tidak bisa, walaupun rasya takut oleh bryan, dia tidak tega melihat bryan yang kesusahan dan kesakitan

"kak mari saya bantu" ucapnya sedikit ketakutan dan merangkul tubuh bryan di tubuhnya yang kecil

Bryan yang melihat itu hanya bisa diam toh dia masi tersulut emosi atas kejadian di mension orangtuanya

Bryan meninggalkan motornya dijalan dan mengikuti rasya yang masi setia merangkulnya

Rasya yang sedari tadi ingin bertanya memecah keheningan walaupun merasa takut,

"kak k-kita akan kemana?" ucap rasya gugup

"terserah lo gue ngak tau mau kemana" ucapnya memalas

"kak saya mau pulang kerum..."

Sebelum rasya menyelesaikan perkataannya langsung dipotong oleh bryan

"gue ikut" sahut Bryan

"hah?" rasya terkejut dengan ucapan bryan

"kenapa lo gak mau?" yang langsung meninggikan suaranya

"ehh.. ngak kak" rasyapun membawa bryan pulang kerumahnya

Tak lama mereka berjalan akhirnya meraka berdua sampai di rumah rasya, merekapun masuk.

Rasya yang tidak melihat mamanya langsung berfikir bahwa mamanya sudah tertidur lelap di dalam kamar

Sampai di kamarnya rasya yang menopang bryan langsung mendudukkan bryan di kasurnya yang cukup kecil

"kak apakah lukanya sakit?" ucap rasya bertanya

"ya sakit lah bego gitu aja nanya" ucap bryan ketusnya

Rasya mengambil kotak p3k yang ada di kamarnya dan berniat untuk membantu bryan

"kak biar aku yang bantu obatin" ucap rasya

Dengan telaten rasya membersihkan luka yang ada di tangan bryan

Bryan hanya melihat adek kelas yang sering dia bully disekolah malah membantunya membersihkan luka yang tidak seberapa itu ketimbang pukulannya yang selama ini bryan berikan kepada rasya

"kak udah selesai, apakah kak ingin membersihkan diri terlebih dahulu?" tanya rasya

"ngak usah" balas Bryan malas

"kalau begitu aku mandi dulu kak" dan dibalas anggukan oleh bryan

Setelah mandi rasya memakai bajunya di kamar mandi yang tadi ia bawa masuk

Keluarnya dikamar mandi rasya melihat bryan yang masih terdiam dan memikirkan sesuatu, rasyapun menghampirinya

"kak kalau mau tidur, tidur aja biar aku tidur dibawah" ucap rasya mengambil salah satu bantal yang ada di atas kasurnya

"emmm" bryan hanya mengangguk

Rasya yang sudah berbaring dibawah Kasur berfikir kenapa bryan ingin menginap disini padahal yang iya tahu bahwa bryan tidak suka dengannya, rasya menepis pikiran itu dan lanjut ingin tidur

Tak lama rasya terlelap dalam mimpinya....








Selamat Membaca...........

BULLY ON YOU [END] ✓Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang