CHAPTER 29 PENCULIKAN

26.1K 1.1K 3
                                        

Happy reading









Bryan ternyata membawa rasya di sebuah restoran yang telah bryan sewa untuk mereka berdua

"kak ini tempatnya kok ngak ada orang, cuman kita berdua" Tanya rasya bingung

"aku sewa tempat ini untuk kita" balas bryan sambil memotong daging panggang yang telah ada di meja restoran

"kak kenapa kakak ngajak aku kesini"

"aku mau ngasi kamu kejutan, kamu tutup mata dulu"

Rasyapun mengikuti tuntutan bryan yang menutup matanya dengan kedua tangan bryan menuju ke belakang restoran

"kamu jangan buka mata dulu kalau belum aku suruh" rasya hanya mengangguk

"kak udah gak aku udah pegel nutup mata" Tanya rasya yang masi setia menutup matanya

Karena tidak mendapatkan jawaban dari bryan, rasya hanya menunggu perintah dari bryan

"kamu buka mata kamu dengan pelan" ucap bryan

Setelah membuka matanya, rasya terkejut dengan apa yang dia liat, bryan yang ada di hadapannya berlutut sambil memegang bunga yang ada di tangan kirinya dan sebuah gelang yang terdapat ukiran nama rasya dan bryan yang berlapis berlian serta semua karangan bunga mawar yang sangat banyak di tempat tersebut

"k-ka i-ini kakak yang ny-nyiapin" ucap rasya terbata-bata dan mengeluarkan air mata

"emm, ini buat kamu, semua ini aku yang siapin" balas Bryan

Bryan berdiri dan memegang tangan rasya dan mengambil kotak yang berisi gelang kemudian memakaikannya ke tangan rasya

"kak aku suka" ucap rasya yang masi menangis

"jangan nangis, ini semua untuk kamu, aku mau ngucapin terima kasih karna kamu telah banyak ngubah aku dan selalu ada di samping aku, walaupun dulu aku jahat sama kamu" ucap bryan memegang kedua tangan rasya sambil mengelusnya

"kak kejadian dulu aku udah lupain, sekarang aku senang kakak udah buktiin bahwa kakak udah jadi milik aku" balas rasya memegang pipi bryan

Mereka berdua saling bertatap dengan penuh cinta, bryan perlahan mendekati wajah rasya dan meraup bibi rasya dan menciumnya dengan lumatan biasa sehingga malam itu menjadi malam romantis untuk mereka berdua

Ternyata selama kejadian romantis itu ada yang menatap tajam mereka dari kejauhan dengan tatapan begitu mematikan

Di meja restoran, bryan dan rasya duduk kembali sambil menikmati makanannya

"kak itu enak banget, apa ya namanya?" Tanya rasya dengan mengunyah makanannya dengan mulu penuh sehingga pipinya menjadi gembul

Bryan melihat itu tidak tahan dan langsung mencubit pipi itu dengan gemas

"ihhh kak lepasin sakit tau" ucap rasya memegang kedua pipinya akibat cubitan bryan

"kamu tuh gemas banget jadi pengen makan kamu" ucap bryan terkekeh

"kak jangan mesum disini" balas rasya cemberut

"iya-iya, nanti aku anter kamu pulang terus itu aku pulang ke mansion soalnya pak tua itu marah-marah"

"kak ngak boleh ngomong gitu, kan itu juga ayah kakak" ucap rasya

Bryan hanya mengangguk dan kembali menikmati makannya








Setelah makan malam tersebut bryan mengantar rasya sampai ke rumahnya

"kak hati-hati di jalan ya, aku turun dulu" ucap rasya turun tak lupa mencium pipi bryan

"kalau kamu kayak gini, aku ngak bakal pulang deh" ucap bryan memegang pipinya yang dicium oleh rasya

"pulang sana nanti di marahin lo" ucap rasya yang langsung turun

Bryanpun terkekeh dan pergi melajukan mobilnya

Saat hendak masuk, tiba-tiba ada yang membekap rasya sehingga rasya tak sadarkan diri, orang yang membekap rasya mengendong rasya dan membawanya kedalam mobil





Tinnn..tinnnn telepon untuk bryan

"nak bryan kok rasya belum pulang" Tanya mama rasya yang khawatir

"tadi udah bryan antar tante sampai depan rumah" balas bryan

"tapi rasya ngak ada" ucap mama rasya yang masi khawatir

"aku akan cari rasya tante, tante tenang ya" ucap bryan mematikan hpnya


Ditempat lain rasya terbaring di ranjang dengan kedua tangannya diikat disisi ranjang yang masih tak sadarkan diri, Orang yang menculik rasya mendekat ke ranjang tersebut dan duduk di tepi ranjang

"ternyata dari dekat kamu begitu manis baby" ucap orang ini mengelus pipi rasya

"seharusnya kamu sudah lama jadi milik aku, bukan bajingan itu" lanjut orang tersebut

Orang tersebut menatap rasya dengan penuh nafsu sambil memegang semua lekuk tubuh rasya yang masi terbungkus pakaian, tidak mau hanya itu ia melepaskan semua pakaian rasya dan tidak menyisakan sehelai benagpun.










Selamat Membaca................

BULLY ON YOU [END] ✓Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang