CHAPTER 4 CAFE 2

39.7K 2K 27
                                        

Happy reading






















Salah satu pelayan cafe menghampiri meja bryan

“ada yang mau di pesan?” ucap pegawai cafe tersebut

“gue mau orang yang disana layanin gue” ucap bryan menunjuk  rasya

“oke baik, tunggu sebentar”

Pelayan tersebut menghampiri rasya dan memberitahukannya untuk melayani meja yang ditempati bryan

“sya pelanggan yang disana ingin lo yang layanin” sambil menunjuk meja bryan

“oke kalau begitu aku kesana” dan diangguki oleh teman pelayannya

Menujunya rasya ke tempat yang ditunjukkan temannya, rasya termenung melihat bryan dan temannya duduk disana sambil memerhatikan dirinya

Sesampainya di tempat bryan rasya langsung gemetar dan ketakutan

“a-ada yang b-bisa saya bantu” ucapnya dengan tangan yang gemetar

“wah-wah lo kerja  disini? badan kecil lo kuat juga ya, lo ngak cape habis gue bully disekolah? Hah..?”dengan bentakan bryan

“gue gak bakal biarin lo tenang, sebentar lagi lo bakal dipecat dari sini…. Lo tau cafe ini punya gue?.. seandainya gue tau lo kerja disini gue gak bakal nerima lo yang miskin ini” dengan menatap tajam rasya.

“lo ambilin gue kopi” perintahnya ke rasya

“i-ya kak tunggu sebentar” sambil berjalan mengambil pesanan bryan

Sambil menunggu pesanan bryan selesai, rasya memikirkan ucapan bryan bahwa ia akan dipecat.

“bagaimana ini kalau aku dipecat dimana aku akan bekerja”gumamnya dengan raut wajah kesedihan






Setelah selesai rasya membawakan pesanan ke meja bryan

“k-kak i-ini kopinya” dengan suara yang pelan

“gue mau ganti, ambilin gue cappuccino” suruh bryan

Rasyapun menggantikan pesanan bryan

“ini kak”

“gue gak jadi ambil kopi lagi”ucap bryan

Ya bryan mengerjai rasya agar rasya kesusahan, sampai 10 kali rasya bolak balik mengantarkan pesanan yang diminta bryan

“kak ini ”dengan raut wajah kelelahan

“oke sana lo”

Saat rasya hendak pergi bryan memanggilnya kembali

“oi cupu”

“ada lagi kak”

“gue mau lo minum dan makan semua yang ada dimeja ini tanpa terkecuali, kalo lu gak habisin, lo habis sama gue” dengan penekanannya

Mau tidak mau rasya hanya pasrah dan memakan semua yang di pesan oleh bryan dan temannya

..................

Saat ini rasya masi memakan setengah makanan bryan

“lama banget si lo makannya, mau gue bantu” ucap raihan

“ ngak kak” dengan mulut yang masih penuh makanan

“alah lama” akhirnya raihan mengambil salah satu makanan dan langsung memasukkan makanan tersebut kedalam mulut rasya yang masi banyak sambil menjambak rambut rasya kebelakang

Rasya hanya bisa diam sambil merintih kesakitan akibat jambakan raihan

“woe.. uhuk..uhuk”batuk rasya akibat mulutnya terlalu penuh

Rasya langsung bangkit dan bergegas menuju toilet untuk memuntahkan semua yang ada dalam mulutnya.

“woi cupu lo mau kemana”marah bryan dan langsung menyusul rasya ke toilet

Didalam toilet rasya memuntahkan semua makanan yang ada dalam mulutnya

“woek…woekkk”

“cupu gue ngak suruh lo kabur ya” marahnya sambil menendang rasya

Akibat tendangannya rasya terhempas ke pojok toilet, rasya hanya bisa menangis dengan perlakuan bryan

“berdiro lo”perintah bryan

Setalah berdiri rasya langsung dihajar oleh bryan kembali sampai tak berdaya, ia hanya bisa menahan sakitnya akibar pukulan yang diberikan oleh bryan


























Selamat Membaca...........
Jangan lupa vote ⭐

BULLY ON YOU [END] ✓Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang