29. Menaruh Harap

1.2K 124 29
                                        

Hai hai ~~Aku kembali setelah sekian lama

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Hai hai ~~
Aku kembali setelah sekian lama.
Maaf yaaa lama banget updatenya hihi
Soalnya lagi banyak kerjaan jadinya gak sempet mikirin ide buat lanjutin cerita ini.
Jangan lupa like + komen yaa

***

"Kenapa mbok?" ucap Seno begitu ia menjawab panggilan mbok Asmi setelah berhasil menyelamatkan diri dari bisingnya club malam.

"A-anu tuan.," suara mbok Asmi terdengar ragu.

"Mbok, kenapa?" ulang Seno.

"Non Naora pingsan, tuan. Sekarang ada di rumah sakit."

Seno memejamkan mata seraya menghela napas panjang. Ia memijat pelipisnya yang kembali terasa pening.

"Kenapa bisa pingsan?"

"Non Naora sakit sejak kemarin tuan. Dan memang tidak mau makan. Jadi hanya minum susu saja."

"Kenapa nggak mau makan?"

"Itu-"

"Nggak mbok paksa buat makan, kan?"

"M-maaf tuan."

"Saya akan cari tiket pesawat untuk pulang. Kalau dapat, saya akan pulang malam ini. Kalau tidak, besok saya baru bisa pulang. Sementara itu, mbok bisa kan jaga dia?"

"Bisa tuan."

"Satu lagi, jangan lupa hubungi orang tua saya dan orang tua Naora."

"Baik tuan."

Seno memutus panggilannya. Cukup lama ia terdiam di tempatnya. Pikirannya seakan kosong. Tidak. Lebih tepatnya hanya ada wajah pucat Naora yang terakhir kali ia lihat dalam benaknya. Senyum getir perempuan itu ketika Seno menolak kopi buatannya.

Dengan segera Seno membuka aplikasi pada ponselnya untuk mencari tiket pesawat yang tersedia pada malam ini.

-

Sesaat setelah mendarat, Seno segera memesan taksi yang akan membawanya menuju rumah sakit tempat Naora di rawat. Mengabaikan rasa lelah di tubuhnya, yang ada di pikiran pria itu hanyalah menemui Naora secepatnya.

Seno sendiri tak mengerti dengan dirinya. Jelas, ia tak peduli pada perempuan itu. Jelas, keberadaan Naora bukanlah suatu hal yang penting dalam hidupnya. Ia bahkan tak akan keberatan jika istrinya itu mengajukan gugatan cerai padanya.

Akad PernikahanTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang