17 Januari 2021
Student Apartment di Kanagawa, Tokyo.
Setelah seisi keluarganya merelakan pencabutan gelar 'mantu' atau 'saudara ipar' dari sosok Rio, Iyes menjadi sangat lega dan bisa fokus mencari data untuk tesisnya dengan bahagia.
Kecintaan Iyes dengan penelitian yang teramat sangat langsung memenuhi hatinya, seperti perempuan yang sedang jatuh cinta.
#Tiap hari dia habiskan untuk membaca jurnal, menganalisisnya, membuat kerangka berpikir. Dia juga merancang pertanyaan, melakukan transkrip dan coding dengan bahagia tiap harinya. Seakan jiwanya kembali penuh.
Dalam waktu hanya dua mingguan lebih sedikit, semua data yang perlu dikumpulkan di Yogya selesai diolah hingga setengah jadi. Selanjutnya, selama sekitar seminggu Iyes mencari data di Jakarta dan kembali ke Jepang setelah semuanya dikumpulkan.
Kemarin, Iyes tiba di Jepang dan langsung sibuk dengan pengolahan data. Untuk seminggu ke depan, dia harus konsultasi ke professor nyaris tiap dua hari sekali. Saking sibuknya, perempuan satu ini bahkan tidak sempat menemui Josh.
Tapi bukan berarti dia kesepian. Perempuan itu, sederhana nya, justru senang ketika sedang sendirian. Terutama ketika saat-saat seperti ini.
Rasanya waktu untuk diri sendiri menjadi barang mewah setelah selama berminggu-minggu di bombardir dengan eksistensi seorang pria bernama Rio.
Lagipula, ayahnya, yang sangat protektif dan posesif dengan sang anak pertama, meneleponnya tiap hari. Pria yang sudah lewat paruh baya itu masih merasa anaknya sedang bersedih karena pembatalan perjodohan dengan Rio. Padahal, Iyes justru sangat senang.
Tapi sudahlah, yang penting sang ayah lelah untuk mencarikannya jodoh. Di telepon berapa kali pun, Iyes tidak peduli.
Selama bertelepon dengan keluarganya pun percakapan keduanya akan berakhir setelah beberapa belas menit. Seperti yang barusan terjadi.
Setelah ayahnya menutup sambungan telepon, Iyes langsung meletakkan smartphone-nya dan memejamkan mata. Tapi tak lama, perempuan itu langsung membuka kembali kelopak matanya dengan panik. Astaga, ini buruk.
Tentu saja, karena dia lupa kalau setiap kali menutup mata sosok tampan Rio muncul di benaknya. Bahkan sebelum tidur, perempuan itu bisa merasakan sisa-sisa sensasi dari sentuhan rio di lengannya.
Lebih buruk lagi, mimpinya berkebun bersama Rio terus berulang. Nyaris tiap malam, dia terbangun dengan wajah panas karena Rio menciumnya. Parah lagi, semakin hari mimpinya semakin liar.
Tadi malam, misalnya, Iyes bermimpi bahwa Rio tidak hanya mencium, tetapi menyelipkan tangannya di pinggulnya untuk meraba dan meremas bokongnya. Rio versi mimpinya jelas bukan Rio yang sesungguhnya.
Tidak mungkin si Rujak Duren yang teramat alim melakukan itu, kan? Tapi, masalahnya adalah, demi apapun, Iyes bahkan tidak menolak!
Perempuan itu, walaupun dalam mimpi, malah meminta lebih. Terutama ketika Rio versi mimpinya berbisik, "Kau tidak tahu bagaimana aku memujamu, my honey bee. Bahkan Tuhan pun menggeleng miris ketika menyadari bagaimana besar rasa sayangku untuk satu-satunya istri tercintaku."
Dipanggil istrinya oleh Rio pun kini tak jadi hal menjijikan bagi Iyes, walau hanya dalam mimpi. Persetan, perempuan itu senang dengan bagaimana Rio memanggilnya honey bee atau pun istri atau apapun itu.
Iyes bahkan mulai terbiasa memejamkan mata setiap saat dia bosan, hanya untuk membayangkan Rio!
Begitu bangun, air dingin adalah pilihan terbaik untuk menghilangkan pikiran liarnya. Kemudian, Iyes akan memandangi dirinya di cermin dan melakukan ritual sugestinya untuk menghapus bayangan-bayangan liar di mimpi.
Tentu saja itu tidak berhasil.
Mau bagaimana lagi, otaknya masih membenci Rio dan segala logika agamisnya yang konyol. Tapi tubuh dan hati perempuan itu berkata lain. Hanya saja, orang seperti Iyes memberikan prioritas sangat besar untuk rasionalitas otaknya. Selagi keduanya berkontradiksi, Iyes yakin lama kelamaan bom waktu akan meledak.
Yah, tinggal tunggu kapan dirinya, lebih tepat mungkin perasaannya, akan meledak. Tidak juga dia tahu apakah ledakannya baik atau buruk.

KAMU SEDANG MEMBACA
Rujak Duren dan Lebah Madu
RomanceKiyesia Tarani yang agnostik tidak menyangka kalau dia dijodohkan dengan Rio yang sangat religius dan spiritualis. Karena trauma masa kecilnya, Rio terlihat tidak lebih baik dari rujak duren. Dia hanya belum menyadari kalau Rio Azriel Rayaan akan me...