7

61.1K 3K 44
                                        

Setelah acara makan malam yang diiringi celotehan sibungsu membuat keluarga itu menjadi lebih berwarna sekarang dan mereka saat ini sedang duduk diruang tamu bersama Nana yang duduk dipangkuan Johnny

Nana yang berada dipangkuan Daddynya merasa diperhatikan oleh kedua Abangnya pun menatap keduanya dengan wajah bingungnya

"Capa?"gumam Nana memiringkan kepalanya menatap kakak beradik itu tidak terlalu takut lagi

"Melvino Suh Robertson,panggil Abang"ucap Melvin memperkenalkan diri

"Ravindra Suh Robertson,panggil Abang hmm baby boy"ucap Ravin memperkenalkan diri kepada adik kecilnya diiringi seringai an tapi Dimata Nana itu adalah senyuman

"Abang Vin dan Abang Avi na nana hihi"gumam Nana yang memberikan panggilan khusus kepada kedua abangnya

"Yes baby"jawab keduanya serempak mereka merasa senang mendapat panggilan yang sedikit mirip itu dari sibalita

"Baby tidak ingin memperkenalkan diri hm?"tanya Ravin kepada sibungsu yang mendongak menatapnya

"Nana au mempelkenalkan Dili Abang Avi"ucap Nana yang membuat Ravin merasa gemas saat Nana memanggil dirinya dengan panggilan Avi?ahh sungguh menggemaskan adik kecilnya ini

"Abang Vin,Abang Avi kenalin nama Nana, Navallo Aqiel Alfalio Suh Lobeltson,benal Tan Dydy"tanya Nana menatap Johnny apakah dirinya benar saat menyebutkan namanya

"Iya sayang itu nama baby,pintarnya anak Manis Daddy ini hmm"ucap Johnny mengelus Surai hitam Nana yang tersenyum lebar kearahnya

Lihat gigi kecil nan rapinya dan kedua sisi pipi bulatnya yang terangkat karena tersenyum sungguh menggemaskan

Hal itu tidaklah luput dari pandangan keluarga itu yang membuat mereka menggigit bagian dalam pipinya masing'

"Astaga,kenapa bayiku ini sungguh menggemaskan sekali huhuuu"lirih Erala dalam hati

"Shit!!!tidak akan kubiarkan siapa pun mengambil dan melukai bayi kecilku ini"batin Melvin dengan sifat obsesi dan protektifnya

"Sungguh menggemaskan,tidak baik untuk jantungku yang suka jedaq jeduq ini hiksss"batin Ravin sedih dirinya tidak kuat dengan hal yang berbau lucu atau menggemaskan seperti adik bungsunya ini;)

"Baby boy Robertson hmm"batin Johnny menyeringai tanpa diketahui oleh siapa pun

"mymy Nana antuk"lirihnya dengan mata sayu menatap Erala yang duduk disebelahnya

"Nana mau mommy bikinin susu?"tanya Erala kepada sibalita

"boyeh ughh?"gumamnya yang diangguki Erala

"Nana au mymy au cucu"jawabnya dengan mata sayu yang menahan kantuk

Johnny yang melihat putra bungsunya sudah sangat mengantuk pun menggendong menyamping Nana lalu membawa tubuh mungil itu menuju kekamarnya

"Daddy kekamar dulu Son"ucap Johnny kepada kedua putranya

Melvin dan Ravin pun mencium kening dan kedua pipi bulat itu terlebih dahulu sebelum adiknya dibawa kekamar oleh Daddynya

"Kalian istirahatlah"ucap Johnny yang diangguki keduanya

Kini diruangan tersebut hanya tersisa Melvin dan juga Ravin sedangkan Erala sudah menyusul Johnny yang berada dikamar mereka

"aku keatas dulu kak"ucap Ravin kepada Melvin yang tengah sibuk dengan ponselnya

"Hmm"gumam Melvin tanpa menatap kearah adiknya itu

sedangkan kondisi dikamar Johnny dan Erala

"Dydy mymy janan inggalin Nana sendili agi"racau Nana pelan yang tertidur tapi masih bisa didengar oleh keduanya

"Nana takut sendili agi Janan inggalin nana ugh"racaunya lagi sebelum suara dengkuran halus terdengar oleh Johnny dan Erala

"Mommy janji sayang tidak akan akan pernah meninggalkan kamu dan baby juga berjanji kepada mommy tidak akan pergi meninggalkan mommy walau sedetik pun"ucap Erala mengelus pipi putih berisi Nana yang tertidur

Lalu Erala pun membaringkan tubuhnya disamping sibalita yang sudah menjelajahi alam mimpi dan Erala pun memejamkan matanya sambil memeluk tubuh berisi nana

"Daddy janji tidak akan meninggalkan kamu sayang karena kamu berharga untuk kami dan karena kehadiran kamu juga keluarga ini lebih berwarna sekarang"lirih Johnny dalam hati lalu menyusul keduanya yang sudah memasuki alam mimpi

Paginya dimansion Robertson dihebohkan dengan kehilangan sibungsu yang entah kemana membuat keluarga itu begitu panik dan takut jika hal yang tidak' terjadi

"Cepat Cari adikku Sialan"bentak Melvin kepada Semua pengawal

"Baik Tuan Muda"jawab pengawal serempak setelahnya mereka pun menyebar disetiap penjuru mansion mencari keberadaan Tuan muda kecil mereka yang belum lama pulang sudah hilang lagi

"M-mas bayi kecilku hikss"tangis Erala dipelukan Johnny yang sedang mengatur emosinya agar tidak kelepasan menghajar semua pengawalnya karena tidak becus saat berjaga

"tenanglah Putra kecil kita baik' saja"ucap Johnny mengelus punggung Erala yang bergetar

"Cari dengan teliti dengan mata kalian Sialan!!!jika tidak ingin mata kalian aku lepaskan dari kepala kalian satu-satu"geram Ravin tidak bisa lagi mengontrol emosinya

Melvin dan Ravin pun ikut turut mencari sibungsu disetiap penjuru mansion sedangkan Johnny berusaha menenangkan Erala yang menangis histeris dipelukannya

Melvin yang mencari sibungsu disetiap ruangan yang ada dimansion dan Ravin yang mencari sibungsu dilantai 1 yang dimana berada Ruang tamu,meja makan dan dapur

Saat ingin menuju kedapur Ravin tidak sengaja melihat sesuatu,,,apa itu?pikirnya saat melihat sesuatu yang berada dibawah meja ruang tamu?

"Ada apa Ravin"tanya Johnny mengernyit bingung menatap putra keduanya itu

"Lihat disana Dad"sahut Ravin menunjuk kearah meja ruang tamu

Jhonny,Erala dan Ravin pun menghampiri meja tersebut

"Pindahkan meja itu"titah Johnny kepada pengawal yang berada tidak jauh darinya

"Baik Tuan"jawab kedua pengawal itu serempak

pengawal itu pun mengangkat dan memindahkan meja tersebut lalu,,,

Votenya kakak makasiii🤗❤️

19-08-2023

Nana ✓Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang