Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

fighting

788 41 7
                                        

Makasih yg udah mau baca n vote story ini ya.
Aku seneng bgt kalo kalian juga ikut koment🤭🙏
Masih banyak typo,harap maklum.
Oke..

Happy reading .....

------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Hari ini tepat 10 hari setelah insiden bintang sakit.

Jam menunjukan pukul 11 lebih. Devan nampak tergesa-gesa berjalan cepat di koridor sekolah bintang dan Darren.

Tak lama ia sampai di depan pintu ruang guru. Ia buka pintu itu dan masuk ke dalamnya.

Ia lihat bintang,seorang guru, dan orang tua siswa serta satu anak seumuran Darren yg ada di ruangan itu.

"Silahkan duduk dulu pak, anda kakaknya bintang ya?" Sapa pak Rudi guru BK di sekolah itu.

"Iya, ini masalahnya apa? Sampai saya harus datang kesini. saya lagi kerja loh." Ucap Devan tak ramah.
Ia lirik  bintang yg hanya menunduk tak berani menatapnya.

Pak Rudy menjelaskan bahwa tadi saat jam istirahat tiba. bintang berkelahi dengan varo. mereka banyak merusak fasilitas kantin. dan perkelahian mereka cukup parah.

"Anak sekolah wajar kan kalo nakal, terus apa lagi?" Ucap Devan ketus.

"Saya akan memberikan skorsing 3 hari untuk ke duanya, juga kedua belah pihak diminta mengganti kerugian fasilitas kantin." Ucap pak Rudi.

"Berapa?" Ucap Devan dingin.

"Kami belum memastikannya,mungkin nanti kami akan berikan surat ke masing-masing wali untuk pemberitahuan biayanya." Ucap pak Rudi.

"Oke, cuma itu saja kan?" Tanya Devan

"Iya saya pikir begitu." Ucap pak Rudi

"Oke, kalo gitu saya pergi sekarang,saya juga boleh bawa bintang pulang sekarang kan?" Ucap Devan.

"Iya silahkan, terimakasih sudah-"

Belum selesai pak Rudi bicara, Devan sudah melengos pergi sambil menarik tangan bintang keluar ruangan itu.

Devan menarik paksa tangan bintang berjalan menuju area parkir.

"Bang lepasin! Gue bisa jalan sendiri! Gak perlu Lo seret kayak gini!" Ucap bintang.

Devan langsung melepaskan tangan bintang, ia juga berhenti berjalan dan berbalik ke arah bintang.

"Lo bisa gak sih, gak repotin orang?! Lo kira gue hidup gue se santai itu sampe bisa Lo repotin kayak gini?!" Ucap Devan ketus.

"Iya, maaf bang, lagian bukan gue yg mulai duluan." Ucap bintang.

"Ga peduli gue!! Cepetan Lo masuk gue masih harus ke kantor nih!!"
Ucap Devan yg mulai menaiki mobilnya.

Bintang berjalan memasuki mobil devan. Ia duduk di jok Depan sebelah Devan.

Di perjalanan bintang dibuat kaget dengan cara Devan mengemudi.
Devan melajukan mobilnya dengan cepat bak sedang balapan.
Bintang ketakutan sampai ia berpegangan pada handle mobil dengan erat.

"Bang,, pelan-pelan, bahaya.." ucap bintang.

Devan hanya tersenyum smirk tanpa memandang bintang.

"Kenapa takut Lo?! Tadi pas berantem berani, masa ngebut gini doang takut!!" Ucap Devan lagi.

Saat tiba di depan gerbang rumah, bintang langsung membuka pintu mobil dengan terburu-buru.

Ia lalu merengkuhkan badannya ke depan.

fake brothersCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang