Oke guys, karena feedback-nya kemaren cukup bagus, yaa walopun masih banyak yg cuma jadi sider sama vote doang, tapi makasih ya tetap setia baca Sampai di chapter ini.❤️
Oke karena mood ku lagi baik, kita gass aja sekarang🔥.
LET'S GOOOOOOOO!!!!
------------------------------------------------------------
"Bang, sekarang tolong anter gue ke minimarket dulu, gue mau kasih kunci sama uangnya ke bos gue." Ucap bintang. Pada Devan yg sedang memarkirkan mobilnya, hendak meninggalkan area parkir rumah sakit.
"Harus banget ya Lo yg nganterin? Gak bisa apa dia yg nyamperin Lo?" Ucap Devan sambil fokus mengemudi.
"Barusan kan Lo denger pas gue telponan sama dia. Lagi pula itu udah tanggung jawab gue bang, kasian tokonya jadi tutup sebelum waktunya." Ucap bintang menjelaskan.
"Ya kan Lo sakit! Bukan sengaja ninggalin kerjaan Lo!" Ucap Devan keukeuh.
"Pokoknya anterin aja gue kesana sekarang ya. Abis itu terserah Lo mau kemana juga." Ucap bintang lagi.
"Bener Lo ya! Abis itu gak boleh protes, harus nurut sama gue!" Ucap Devan.
"Iya bang, gue nurut." Ucap bintang.
***
Sementara itu di kantor, Frans sedang marah-marah. Ia kesal karena tadi di rumah ia tak bisa menemukan Devan, ditambah Devan juga tak masuk ke kantor hari ini.
Frans dan orang rumah sudah coba untuk menghubungi Devan. Tapi tak ada respon dari devan sama sekali.
"Kemana lagi anak itu?!" Gerutu kesal Frans saat ia harus menghadiri acara meeting kantor menggantikan Devan.
Ia terus menghubungi nomor Devan, namun tetap saja tak ada balasan dari Devan.
Frans bahkan berpesan pada orang rumah, jika Devan ada pulang ke rumah, hubungi Frans secepatnya.
SKIP.
Kini Devan dan bintang tengah duduk di kursi yg biasanya disediakan di depan mini market tempat bintang berkerja.
Tak lama seorang perempuan seumuran Devan, datang sambil membawakan 2 cup kopi instan yg masih panas mengepulkan asapnya.
Ia berikan satu kopi instan itu untuk Devan.
"Bintang Lo minum ini aja ya? Gapapa kan kalo minum susu kemasan gini?" Ucap perempuan itu, sambil menyodorkan satu kotak susu strobery pada bintang.
"Iya kak, gakpapa, makasih." Ucap bintang.
Perempuan itu lalu duduk di sebrang Devan, sementara bintang duduk di di antara keduanya.
Devan perhatikan baik- baik perempuan di depannya itu.
Sambil melipat tangannya di depan dada, Devan memulai obrolan dengan perempuan yg bintang sebut sebagai bosnya itu.
"Jadi Lo, bosnya adek gue itu?" Tanya Devan agak ketus.
"Iya, dan Lo... Abangnya bintang ya?" Tanya balik perempuan itu.
"Iya, gue Devan, abangnya bintang." Ucap Devan tegas.
"Gue Kinanti, bintang kemarin malam kenapa? Kakak liat di cctv, kamu sakit?" Tanya Kinanti sambil mengelus rambut bintang halus.
KAMU SEDANG MEMBACA
fake brothers
Novela Juvenilbrothership story, NOT BL CAST: Luke Voyage as. Devan Fransdelion Jeff satur as Kevin Fransdelion Bright vachirawit. as Daren Fransdelion Chimon wachirawit. as Bintang Fransdelion gass lan...
