Malam hari setelah makan malam selesai. tukang urut yg di cari bi puji siang tadi telah datang.
Darren lalu membawa tukang urut itu ke kamar bintang.
Bintang masih setia di ranjangnya dengan kaki kirinya yg sedikit membengkak di bagian pergelangan kaki.
Darren langsung masuk ke kamar bintang yg hanya tertutup setengahnya.
Bintang sedang fokus main game saat itu.
Ya apa lagi yg bisa menghiburnya selain bermain game.
"Bintang, udahan dulu main gamenya. Ini udah Dateng tukang urutnya." Ucap Darren Sambil berjalan mendekati bintang.
Dibelakangnya bi puji dan mang saleh tukang urut itu, mengikutinya.
Bintang mengalihkan atensinya pada Darren dan 2 orang lainnya.
Ia lalu menyimpan hpnya.
"Oh, ya udah mulai aja, gak akan sakit kan ya?" Ucapnya ragu.
Mang saleh hanya tersenyum samar.
"Tenang aja dek, paling sakit dikit ditahan aja ya," ucap mang saleh.
" Ya udah pak, silahkan naik aja ke ranjangnya biar leluasa mijitnya." Ucap Darren
Mang saleh lalu duduk di sisi lain ranjang bintang dan mulai melihat-lihat kaki bintang yg bengkak.
Ia lalu mengeluarkan minyak urut yg sebelumnya sudah ia bawa dari rumah, juga sebuah kain khusus untuk membalut tubuh yg cedera.
FYI
Mang saleh ini bukan tukang urut sembarangan. ia dulu bekerja di tempat pelatihan atlet dan dia bekerja di bidang kesehatan khusus untuk menanggulangi para atlet yg cedera.
Bahkan ia memiliki licence khusus sebagai perawat khusus ortopedi.
Dia kini sudah pensiun dari pekerjaannya di sekolah atlet.
Pak saleh, atau biasanya warga memanggilnya mang saleh ini sekarang membuka klinik kecil di sebelah rumahnya, dan cukup banyak pasien yg datang setiap harinya.
SKIP
"nah, sekarang tahan sedikit ya dek, bapak betulkan dulu ini yg gesernya."
Ucap mang saleh sambil mengolesi pergelangan kaki bintang dengan sedikit minyak yg ia bawa tadi.
Bintang hanya mengangguk saja, karena ia pikir, ia bisa menahan rasa sakitnya.
"Tahan nafas ya dek," ucap mang saleh
" Bismillah,," mang saleh mulai memijit kaki bintang dengan pelan.
Namun bintang terkejut dengan sensasi pegal sekaligus linu yg timbul bersama'an, ia rasa kakinya seperti berkali-kali lipat sakit dari awal ia jatuh.
Teriakan bintang tak tertahankan lagi.
"AAAAAAAAARGGGH!!!!" UDAH!!! UDAH JANGAN DI PEGANG LAGI SAKIIIIIT!!! HUAAAA....!!!" teriak bintang gaduh.
Tak lupa air mata yg juga ikut keluar.
"Kak, itu pegangin adeknya," ucap bi puji, melihat Bian yg meronta tak jelas.
Sementara bi puji sudah menahan kaki bintang yg tak sakit agar tak menendang mang saleh.
Darren refleks memeluk bintang erat.
" Sabar bin, tahan, bentar kok,,tahan ya,,tahan.." ucap Darren menenangkan.
"AAARRGH,,!!! Sakit ini kak!! Hah,,,hah,,," ucap bintang sambil berusaha menahan rasa sakitnya.
"Alah cengeng Lo!! Baru keseleo gitu aja udah jerit-jerit! Kek cewek aja Lo! " Devan tiba-tiba datang dari balik pintu.
Dia baru saja pulang bekerja. Saat ia akan masuk ke kamarnya ia mendengar jeritan bintang, makanya ia kepo dan mendatangi kamar bintang.
"Sialan Lo!! Lo bilang gitu karena gak ngerasain jingan!!" Ucap bintang emosi.
KAMU SEDANG MEMBACA
fake brothers
Teen Fictionbrothership story, NOT BL CAST: Luke Voyage as. Devan Fransdelion Jeff satur as Kevin Fransdelion Bright vachirawit. as Daren Fransdelion Chimon wachirawit. as Bintang Fransdelion gass lan...
